Aiptu Ikhwan Mulyadi Akan Diperiksa Propam Buntut Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Spons
January 28, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi akan diperiksa Bid Propam Polda Metro Jaya buntut menuding bahan pedagang es kue jadul bernama Sudrajat di Utan Panjang, Kemayoran terbuat dari spons.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan upaya pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah ada unsur kesengajaan personel Bhabinkamtibmas itu.

"Artinya apabila seorang anggota polri melakukan pelanggaran baik itu kode etik pidana pasti ada sanksinya," di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026), dikutip dari Tribunnews.com.

"Tapi kami minta waktu karena Bid Propam Polda Metro Jaya masih mendalami, apakah ada unsur kesengajaan, apakah ada penganiayaan," terangnya.

Terkait adanya dugaan penganiayaan terhadap pedagang es kue, Kombes Budi belum memastikan secara lugas. 

Menurut informasi yang diperoleh bahwa belum ditemukan unsur penganiayaan tersebut.

"Tapi mungkin cara yang dilakan oleh petugas tadi salah sehingga membuat suatu tindakan yang kontroversial," tukasnya.

Kombes Budi menegaskan rencana tindak lanjut terhadap terduga pelanggar masih berproses di Bid Propam Polda Metro Jaya.

Pihak kepolisian tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah di dalam penanganan pelanggaran anggota.

"Terkait tentang mengamankan itu kan ada indikasi pelanggaran kode etik pidana yang dilakukan, yang bersangkutan tetap diperiksa dulu sebagai saksi apabila memenuhi pelanggaran ada sidang kode etik terhadap petugas tersebut," pungkasnya.

Minta Maaf karena Gegabah

Sebelumnya, sebuah video viral yang menunjukkan dua orang pria berseragam TNI dan Polri yang menuding seorang pedagang es kue jadul atau jaman dulu berbahan spons atau busa.

Dalam video itu, pria yang mengenakan kaos bertuliskan polisi di bagian punggungnya itu menjelaskan soal bahan kue dari spons sambil memegang makanan itu di depan pedagangnya yang sudah tua.

"Penjual es kue jadul, yang dulu pernah kita makan. Nah sekarang harap hati-hati bagi orang tua ya, karena ini sudah rekayasa, bukan bahan kue lagi, tapi bahan spons. Ini bisa kita lihat bahan spons dibakar dia meleleh," kata pria berpakaian polisi dalam video yang diunggah.

Setelah diperiksa oleh Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan coklat meses dipastikan aman dan layak dikonsumsi.

Aiptu Ikhwan Mulyadi menyatakan rasa penyesalan atas sikap kelirunya, serta menghaturkan permohonan maaf kepada si penjual.

"Asslamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," kata Aiptu Ikhwan dalam keterangannya, Senin (27/1/2026).

Ikhwan menjelaskan tindakannya itu merupakan bentuk respon cepat terhadap laporan masyarakat soal adanya peredaran makanan yang tak layak konsumsi.

Ia menyebut hal itu dirinya mengaku hadir untuk menjaga keselamatan warga atas laporan tersebut.

“Kedua, niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya. Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya," ucapnya.

Namun, Ikhwan mengaku telah bertindak gegabah dengan langsung membuat video dan menuding makanan itu berbahaya tanpa pemeriksaan medis.

"Namun demikian, kami menyadari bahwa kami telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri. Seharusnya proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu sebelum memberikan informasi kepada masyarakat," ucapnya.

"Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Sudrajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau," ungkapnya.

Ikhwan mengaku merasa situasi yang terjadi akan mempengaruhi usaha pedagang itu dalam mencari nafkah untuk keluaryanya.

"Kami juga memohon maaf kepada warga masyarakat seluruhnya apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi kami," jelasnya.

"Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati, selalu mengedepankan prosedur yang tepat, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui pemeriksaan dan verifikasi ilmiah. Kami tetap bertekad memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan humanis bagi seluruh warga," tuturnya.

Baca juga: Isak Tangis Iringi Pemakaman Pratu Marinir Febry Korban Longsor Cisarua

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.