Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Isak tangis keluarga iringi pemakaman Pratu Marinir Febry Bramantio, korban longsor Cisarua, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026).
Jenazah Prajurit TNI AL Brigif Yonif 9 tersebut sampai di rumah duka di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Rabu (28/1/2026) pukul 12.07 WIB.
Pasangan dari Sukeretno dan Narni ini merupakan anak sulung dari 4 bersaudara.
Petugas pemakaman dengan seragam lengkap putih serta loreng menyambut kedatangan insan marinir tersebut.
Jenazah tiba dengan ambulan milik TNI AL secara langsung riuh haru menyelimuti kedatangan mendiang Pratu Febry.
Para pelayat berkumpul di depan rumah almarhum Pratu Febry.
Sepanjang jalan menuju rumah duka ditutup untuk prosesi upacara pemakaman secara kedinasan.
Pratu Febry disalatkan di rumah duka sebelum dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Ibu Febry mengenakan pakaian dan jilbab serba hitam, sang ayah mengenakan kemeja cokelat dan sang adik mengenakan kokoh putih.
Para pelayat dengan suasana duka menghadiri pemakaman.
Prosesi pemakaman secara kedinasan diiringi dengan tembakan salvo oleh petugas.
Para pelayat sempat dibuat kaget dengan penghormatan terakhir tersebut.
Inspektur upacara dan petugas pemakaman memimpin upacara kedinasan dengan khidmat.
Suara azan berkumandang menandakan jasad Febry dikebumikan di makam TPU Gang Jeruk, Gedung Air, Tanjungkarang Barat.
Langkah kaki keluarga termasuk ayah, ibu hingga adik-adik tertatih sambil menangis sesenggukan saat memasuki area pemakaman.
Ibu dari Febry selalu menatap foto yang terpampang di atas kuburan dan tak hentinya meneteskan air mata.
Adik yang berdinas sebagai anggota Brimob juga sesegukan melihat sang kakak dikebumikan.
Sesekali sang adik dan ibu Febry mengusap air mata hingga melihat foto di atas kuburan tersebut.
Air mata tak terbendung lagi ketika semua pelayat meninggalkan area pemakaman.
Paman Pratu Febry, Haryanto (56) yang ikut berduka mengatakan, sosok almarhum adalah orang yang supel bergaul dengan masyarakat.
"Teman-temannya keponakan saya juga banyak berbelasungkawa ini nggak putus-putus," kata Haryanto.
Keponakannya menjadi korban tanah longsor di Cisarua saat latihan bersama teman-temannya.
Hingga akhirnya informasi didapatkan bahwa sang keponakan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
"Kami dapat informasi dari kesatuannya dan Febry ini masih bujang, dan memiliki punya pacar orang Bandung," ungkap Haryanto.
Febry sempat berkomunikasi bersama keluarga sebelum pergi ketempat latihan.
Awal Januari 2026 ini komunikasi terakhir dengannya.
Diketahui, Prajurit TNI yang telah dikebumikan yakni Praka Muhammad Kori di Metro Kibang, Lampung Timur.
Praka Ari Kurniawan dan Serda Mar Sidik Harianto dimakamkan di Lampung Utara.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)