TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep (31) bagi-bagi kartu tanda anggota (KTA) partai tersebut kepada sejumlah kader.
KTA yang dibagikan Kaesang memiliki emas. Disampaikan saat menghadiri Rakorwil PSI se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Rabu (28/1/2026).
Kaesang memanggil sejumlah kader yang datang dari daerah paling jauh.
Satu diantaranya pengurus DPC PSI Pasangkayu, Sulawesi Barat, bernama Ade.
“Berapa jam dari Pasangkayu ke sini?” tanya Kaesang.
“Kurang lebih 16 jam,” jawab Ade.
Kaesang lalu menanyakan tantangan membangun PSI di daerah tersebut.
Ia menyinggung persoalan logistik dan akses wilayah.
“Untuk masuk ke wilayah terpencil, kami masih terkendala jalan,” ujar Ade.
Dalam dialog itu, Kaesang menanyakan apakah Ade sudah memiliki KTA PSI.
Ade mengaku belum mendapatkannya.
Mendengar hal tersebut, Kaesang langsung menjanjikan KTA untuk Ade.
Ia menegaskan KTA yang akan diberikan berbeda dari yang lain.
“Saya ada KTA, ada emasnya. Beda sama yang lain,” kata Kaesang.
“Nanti saya kasih juga. Minta ke Wasekjen, kita print-kan. Ada emasnya,” jelasnya disambut tepuk tangan kader.
Kaesang menjelaskan, emas dalam KTA PSI bisa dicairkan jika dibutuhkan.
Namun, menyarankan agar emas itu dijadikan investasi.
Menurut Kaesang, harga emas masih terus mengalami kenaikan.
“Bisa dijual kok. Tapi ditunggu saja. Emas harganya lagi baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kaesang sempat menyinggung kebiasaan ayahnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Ia membandingkan hadiah sepeda yang kerap dibagikan Jokowi dengan emas di KTA PSI.
“Kalau Bapak saya biasanya ngasih sepeda. Sepeda bukan investasi,” kata Kaesang.
“Tapi kalau emas, itu investasi,” lanjutnya.
Kaesang kemudian kembali memanggil kader dari daerah yang jaraknya paling jauh.
Ia menyebut pengurus dari Luwu Timur.
Kaesang mengingatkan agar emas dalam KTA tidak dijual terburu-buru.
“Kalau nanti dapat KTA-nya, jangan dijual dulu ya. Harganya masih naik,” kata Kaesang.
Puji RMS
Rusdi Masse Mappasessu (52), akan memaparkan alasan meninggalkan Partai NasDem di hadapan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (64).
Langkah politik RMS itu dinilai bakal berdampak besar terhadap peta kekuatan partai di Sulawesi.
Ketua Harian PSI, Ahmad Ali (56), menilai keputusan RMS menjadi sinyal kuat perubahan arah politik di Sulawesi.
Ahmad Ali menyampaikan keyakinannya bahwa Pulau Sulawesi akan menjadi basis kekuatan utama PSI ke depan.
Keyakinan tersebut berangkat dari rekam jejak politiknya saat masih bernaung di Partai NasDem.
Ahmad Ali mencontohkan Sulawesi Selatan yang selama ini dikenal sebagai kandang kuat NasDem.
Disampaikan usai menghadiri pelantikan jajaran pengurus DPW dan DPD PSI se-Sulawesi Selatan.
Pelantikan digelar di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Rabu (28/1).
Ahmad Ali mengenang kiprahnya saat masih menjabat Wakil Ketua Umum DPP NasDem.
Kala itu, ia bersama RMS terlibat langsung membangun kekuatan partai di Sulawesi.
Bahkan, Sulawesi pernah menjadi salah satu wilayah kemenangan terbesar NasDem.
“Di rumah lama kami, Sulawesi pernah menjadi kandang partai biru. Itu bukan cerita, tapi sejarah politik yang pernah kami buktikan bersama,” ujar Ahmad Ali.
Kini, bersama PSI, Ahmad Ali meyakini sejarah tersebut dapat terulang.
Ia menegaskan Sulawesi berpotensi menjadi kandang baru partai berlambang gajah.
“Kalau sebelumnya saya berani mengatakan Depok sebagai kandang banteng dan Jawa Tengah sebagai kandang gajah, maka hari ini saya berani mengatakan Sulawesi akan menjadi kandang gajah. Insyaallah,” tegasnya.
Menurut Ahmad Ali, keyakinan itu ditopang oleh semakin solidnya struktur PSI di Sulawesi Selatan.
Masuknya sejumlah tokoh berpengaruh, termasuk kepala dan wakil kepala daerah, memperkuat optimisme tersebut.
Ahmad Ali juga menyinggung sosok RMS yang belakangan kerap dikaitkan dengan PSI.
Meski belum ada pernyataan resmi, kehadiran RMS dinilai akan menjadi kekuatan besar bagi PSI.
“Pak RMS hari ini belum menunjukkan sikap. Karena beliau belum menyatakan bergabung dengan PSI, kami belum bisa menyampaikan posisi resmi,” katanya.
“Namun tentu akan menjadi kehormatan besar bagi PSI jika Pak RMS bergabung,” Ahmad Ali menambahkan.
Ia menilai RMS sebagai figur strategis dengan pengalaman panjang dan jaringan politik kuat di Sulawesi Selatan.
Ia menyebut, bersama RMS, mereka pernah membuktikan Sulawesi mampu menjadi basis kemenangan NasDem.
“Bersama RMS, kami pernah menjadikan Sulawesi sebagai kandang kemenangan. Saya optimistis, sejarah itu akan terulang di PSI,” katanya.
PSI, kata Ahmad Ali, kini fokus membangun kekuatan dari daerah sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029.
Sulawesi disebut menjadi wilayah kunci dalam peta politik nasional PSI.
“Ini bukan sekadar optimisme. Ini pengalaman,” tegasnya.
“Insyaallah, dengan semangat baru dan rumah baru bernama PSI, Sulawesi akan kembali menjadi kandang kemenangan,” tegas Ahmad Ali.
Pidato Kaesang
Sementara itu, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep secara terbuka menargetkan dominasi NasDem di Sulsel pada Pemilu 2029.
Instruksi tersebut disampaikan Kaesang usai melantik DPW dan DPD PSI se-Sulsel.
Kaesang menanyakan langsung target kursi DPR RI kepada Ketua DPW PSI Sulsel, Muammar Gandi Rusdi.
Muammar menargetkan satu kursi di setiap daerah pemilihan.
Namun Kaesang meminta target tersebut dinaikkan.
“Masa cuma tiga kursi? Bisa lebih. Geser yang sebelah,” kata Kaesang.
Pernyataan itu merujuk pada NasDem sebagai pemenang Pemilu 2024 di Sulsel.
Kaesang menilai peta politik Sulsel mulai berubah.
Hal itu tak lepas dari hengkangnya RMS dari NasDem.
“Komandannya kan sudah bergeser soalnya,” ujar Kaesang, disambut sorak kader.
Kaesang juga memuji komposisi kader PSI Sulsel yang diperkuat sejumlah tokoh daerah.
Ia menyebut Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah dan Wakil Bupati Pinrang Sudirman sebagai kekuatan baru PSI.
Di hadapan pengurus PSI Sulsel, Kaesang menyampaikan satu permintaan tegas.
Ia ingin PSI tampil sebagai pemenang, bukan sekadar peserta.
“Khusus Sulsel, saya cuma satu permintaan. Kita menangkan PSI di 2029,” tegasnya.(*)