TRIBUN-TIMUR.COM - Panglima TNI 2017-2021 Marsekal TNI Purn Hadi Tjahjanto sudah berada di Makassar jelang kedatangan mantan Presiden, Jokowi.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Makassar, pada 29-31 Januari 2026.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) pada 2024 itu pamer sedang berada di Makassar lewat akun Instagram @hadi.tjahjanto, Rabu (28/1/2026).
Berikut unggahannya:
Tiba di Makassar, langkah pertama bukan kegiatan lain… tapi penghormatan dulu pada kuliner lokal 😌🐟
Singgah di RM Nelayan, menikmati nikmatnya Ikan Papa Kuluk. Lezat, segar, dan sukses membuat semua rencana “makan secukupnya” batal dengan terhormat 😂
Karena di Makassar, yang wajib itu bukan hanya agenda… tapi juga ikan bakar.
Jokowi bakal hadiri Rakenas PSI
Ketua Harian PSI Ahmad Ali menyebutkan, Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo dijadwalkan hadir dan memberi kuliah umum pada rakernas kali ini.
"Rencana hari kedua dia memberikan kuliah umum. Beliau akan hadiri hari kedua," ucap Ali kepada Kompas.com, Minggu (25/1/2026).
Kendati demikian, Ali belum mau membocorkan materi dari kuliah umum yang akan disampaikan Jokowi.
Ali juga menyebutkan bahwa PSI tidak mengundang tokoh eksternal lain, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Adapun Rakernas PSI kali ini mengambil tema 'PSI Rumah Bersama, Partai Terbuka, Bekerja Nyata Untuk Kebangsaan'.
Menurut Ali, tema tersebut diambil untuk menegaskan PSI sebagai partai yang inklusif bagi semua pihak.
"Jadi maksudnya, kita ingin rumah bersama, politik terbuka, kerja nyata untuk Indonesia. Jadi penegasan bahwa PSI ini adalah rumah untuk semuanya kan. Yang mana dulu PSI kita tahu seperti apa modelnya kan," kata dia.
"Jadi kita ingin partai ini jadi partai inklusif, tidak berdiri pada satu kelompok, tapi dia menjadi wadah untuk semua anak bangsa," ujar Ali.
"Kemudian dia partai terbuka, sebagai implementasi dari super tbk," imbuh dia.
Menurut rencana, rakernas akan diikuti seluruh DPW PSI dari berbagai wilayah Indonesia.
"Diperkirakan sekitar 3.500 sampai 5.000 orang, dilaksanakan di Makassar. Ketua panitia Ketua DPW Sulsel, Ferirae Gandi, anak Rusdi Masse," kata dia.
"Ketua Steering Ahmad Ali. Kita akan jadikan forum mendengar, para pengamat, peneliti, memberikan masukan kepada struktur partai sebagai satu masukan untuk bekerja secara struktural dan pemenangan," kata Ali.
Profil Hadi Tjahjanto
Hadi Tjahjanto lahir dari keluarga TNI AU.
Ayahnya Serka Tek (Purn.) Bambang Sudarso berpangkat Kopral dengan pangkat terakhir Sersan Mayor (Tek), sedangkan ibundanya Nur Sa'adah hanya penjual rujak cingur.
Pria kelahiran Malang, Jawa Timur pada 8 November 1963 itu merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986.
Hadi juga tercatat lulusan Sekolah Penerbang TNI AU tahun 1987.
Pria berkumis itu juga tercatat lulusan SMPN 3 di tahun 1979.
Kemudian, Hadi juga pernah bersekolah di SMAN 1 Lawang pada tahun 1982.
Lulus SMA, Hadi melanjutkan S1 di Ilmu Politik.
Saat mengeyam pendidikan SMP hingga SMA dengan mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ia dikenal sebagai siswa yang cerdas, hingga akhirnya ia memilih berkarir di TNI AU.
Di militer Hadi merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) (1986), Sekolah Penerbang TNI AU (1987), Seskoau, Sesko TNI, Lemhannas.
Setelah lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU), Hadi dilantik sebagai perwira TNI AU dengan pangkat Letda oleh Presiden Soeharto pada 20 September 1986.
Hadi mengawali kariernya di Skadron Udara 4 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur.
Tugas Skadron Udara 4 adalah mengoperasikan pesawat angkut ringan untuk Operasi Dukungan Udara, SAR terbatas, dan kursus penerbang pesawat angkut.
Adapun tugas Hadi saat itu adalah menjadi pilot pesawat angkut Cassa.
Pada tahun 1993, kariernya meningkat menjadi Kepala Seksi Latihan Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.
Selepas itu, tahun 1996, Hadi tidak lagi mengurusi pesawat angkut ringan.
Dia berganti memimpin pesawat angkut berat sebagai Komandan Flight Ops "A" Flightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.
Karir Hadi Tjahjanto di Angkatan Udara lumayan moncer.
Di tahun 1993, kariernya meningkat menjadi Kepala Seksi Latihan Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.
Selepas itu, tahun 1996, Hadi tidak lagi mengurusi pesawat angkut ringan.
Dia berganti memimpin pesawat angkut berat sebagai Komandan Flight Ops "A" Flightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.
Di periode pertama pemerintahan Jokowi, Hadi ditugasi menjadi Sekretariat Militer Presiden Republik Indonesia.
Saat itu pangkatnya naik menjadi Marsekal Muda.
Pada bulan November 2016, Hadi dilantik menjadi Irjen Kementerian Pertahanan.
Tiga bulan setelahnya, Hadi terpilih menjadi Kepala Staf Angkatan Udara, tepatnya pada 18 Januari 2017 menggantikan Agus Supriatna.
Pada masa ini banyak terbongkar kasus korupsi di Kemenhan, antara lain pengadaan pesawat dan helikopter.
Kemudian suami Nanik Istumawati itu dicalonkan oleh Jokowi menjadi Panglima TNI menggantikan Jendral Gatot Nurmantyo, pada tanggal 8 Desember 2017.
Masa Hadi menjadi Panglima TNI berakhir pada 17 November 2021.
Jabatannya di Panglima TNI kemudian digantikan Jenderal Andika Perkasa.
Setelah itu, Hadi Tjahjanto dilantik sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), menggantikan posisi Sofyan Djalil pada Rabu (15/6/2022) siang.
Riwayat Pendidikan
Pendidikan Umum:
SMPN 3 Singosari (dulunya - SMPN 7 Malang), lulusan 1979
Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan (SMPP) Malang (SMAN 1 Lawang), angkatan 1982
S1 Ilmu Politik
Pendidikan Militer:
Akademi Angkatan Udara (AAU) (1986)
Sekolah Penerbang TNI AU (1987)
Seskoau
Sesko TNI
Lemhannas
Riwayat Karier Militer
Perwira Penerbang Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (1986-1993)
Kepala Seksi Latihan Skadron 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (1993)
Komandan Flight Ops "A" Flightlat Skuadron Udara 32 Wing 2 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (1996)
Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara Adi Soemarmo (1997)
Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Pangkalan Udara Adi Soemarmo (1998)
Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI (1998)
Instruktur Penerbangan Pangkalan Udara Adi Sucipto (1999)
Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Pangkalan Udara Adi Sucipto (2000)
Komandan Satuan Udara Pertanian Komando Operasi Angkatan Udara I (2001)
Kepala Departemen Operasi Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (2004)
Kepala Dinas Personel Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (2006)
Kepala Sub Dinas Administrasi Prajurit Dinas Administrasi Persatuan Angkatan Udara (2007)
Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI (2011)
Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional (2011-2013)
Komandan Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (2015)
Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (2016-2017)
Panglima Tentara Nasional Indonesia (2017-sekarang
Penghargaan
Berikut adalah beberapa penghargaan Hadi Tjahjanto selama berkarier di dunia militer, dikutip dari Wikipedia.
Bintang Dharma (2017)
Bintang Yudha Dharma Utama (2018)
Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama (2017)
Bintang Kartika Eka Paksi Utama (2018)
Bintang Jalasena Utama (2018)
Bintang Bhayangkara Utama (2017)
Bintang Yudha Dharma Pratama (2017)
Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama (2017)
Bintang Yudha Dharma Nararya (2017)
Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya (2017)
Pingat Jasa Gemilang (Tentera) (P.J.G.) - Singapura (2018)
Darjah Paduka Keberanian Laila Terbilang Yang Amat Gemilang Darjah Pertama (D.P.K.T.) - Brunei (2018)
Honorary Officer of The Order of Australia (Military Division) (A.O.) - Australia (2021)
Darjah Utama Bakti Cemerlang (Tentera) (D.U.B.C.) - Singapura (2021)
Commander of the Ordre national du Mérite - Prancis (2022)
Satyalancana Dharma Dirgantara
Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun
Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun
Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun
Satyalencana G.O.M VII
Satyalancana G.O.M IX
Satyalancana Dharma Nusa
Satyalancana Wira Nusa
Satyalancana Wira Dharma
Satyalancana Wira Siaga
Satyalancana Dwidya Sistha
Satyalancana Kebhaktian Sosial
Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (2019)
Brevet Kehoramatan
Brevet Komando Kopassus (2017)
Brevet Trimedia Intai Amfibi Korps Marinir (2017)
Brevet Denjaka (2017)
Brunei Wing (2017)
Pin Setia Waspada Paspampres (2019)
Brevet Hidro-Oseanografi/Surveyor "A" (2021). (*)