Api Lalap Lahan di 3 Desa Parigi Moutong, Peristiwanya Hampir Bersamaan
January 28, 2026 08:08 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi hampir bersamaan di tiga desa di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (28/1/2026) siang.

Ketiga lokasi terdampak adalah Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, serta Desa Jono Nunu dan Desa Binangga, Kecamatan Parigi Tengah.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong, kejadian pertama dilaporkan pada pukul 13.29 WITA di Desa Jono Nunu.

Kemudian disusul Desa Baliara pada pukul 13.39 WITA, dan Desa Binangga pada pukul 13.49 WITA.

Baca juga: Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Kabupaten Parigi Moutong di Tahun Ini

BPBD mencatat, Kebakaran di Desa Jono Nunu diduga bersumber dari kebun masyarakat.

Sementara penyebab Kebakaran di Desa Baliara dan Binangga masih dalam pendalaman.

“Ketiga lokasi hampir bersamaan kejadiannya,” kata Kepala BPBD Parigi Moutong, Mohammad Rivai, saat dikonfirmasi TribunPalu.com, Rabu sore.

Dalam penanganan di lapangan, BPBD melibatkan Damkar Parigi Moutong, TNI, Polri, TRC BPBD, aparat desa, serta masyarakat setempat untuk melakukan pemadaman dan kaji cepat.

KEBAKARAN HUTAN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi hampir bersamaan di tiga desa di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (28/1/2026) siang. Ketiga lokasi terdampak adalah Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, serta Desa Jono Nunu dan Desa Binangga, Kecamatan Parigi Tengah.

Data dampak korban jiwa, kerusakan rumah, fasilitas umum, dipastikan tidak ada karena jauh dari pemukiman.

Sementara dampak lahan pertanian masih dalam pendataan.

Rivai memastikan, seluruh titik api berhasil dipadamkan pada sore ini.

“Alhamdulillah, sekitar pukul 16.00 WITA api di ketiga lokasi sudah berhasil dipadamkan oleh Damkar,” ujarnya.

BPBD Parigi Moutong mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat potensi karhutla masih mengintai dan dapat meluas jika tidak terkendali.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.