Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Ketegangan sempat terjadi di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Minggu malam (25/1/2026), setelah seorang pemuda diduga melakukan tindakan menantang warga.
Namun, kepolisian memastikan peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas kelompok kriminal jalanan.
Kepolisian Resor Jombang menyatakan pemuda yang diamankan warga itu merupakan bagian dari rombongan konvoi komunitas pencak silat, bukan anggota gangster seperti yang sempat dikhawatirkan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, usai dilakukan pemeriksaan mendalam.
Menurut AKP Dimas, aparat kepolisian mengambil langkah pengamanan karena aksi rombongan pemotor dinilai mengganggu ketertiban umum dan berpotensi memicu keresahan warga.
"Mereka bukan gangster. Sebagian mengatasnamakan perguruan atau komunitas tertentu. Penindakan dilakukan karena perilakunya meresahkan," ucapnya dalam keterangan yang diterima Tribunjatim.com pada Rabu (28/1/2026).
Dari hasil penggeledahan, polisi tidak menemukan barang berbahaya pada pemuda yang diserahkan warga ke Polres Jombang.
Tidak ada senjata tajam maupun minuman keras yang dibawa. Pemuda tersebut diketahui masih berusia muda dan aktif di salah satu perguruan pencak silat.
Baca juga: Satpam Arpan Babak Belur Dianiaya Siswa SMP usai Tegur Bolos Sekolah, Diteriaki hingga Dimaki
Meski tidak ditemukan unsur pidana serius, Polres Jombang tetap melakukan pendataan dan pembinaan.
Polisi memutuskan tidak menahan yang bersangkutan, namun menerapkan mekanisme pemulangan dengan syarat ketat sebagai bentuk efek jera dan pembelajaran.
Pemuda tersebut hanya diperbolehkan pulang setelah dijemput oleh sejumlah pihak terkait, yakni orang tua kandung, pihak sekolah bagi yang masih berstatus pelajar, ketua ranting perguruan silat, serta kepala desa setempat.
"Kami ingin ada tanggung jawab bersama dalam pembinaan karakter anak-anak muda ini," tegas AKP Dimas.
Baca juga: Konvoi Pemotor Meresahkan di Diwek Jombang, Satu Pemuda Dikepung Warga
Kronologi Awal
Ketenangan warga Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, terusik oleh ulah sekelompok pemotor yang beraksi pada Minggu (25/1/2026) dini hari.
Kericuhan tersebut berujung pada diamankannya seorang pemuda yang diduga menjadi bagian dari rombongan tersebut.
Insiden terjadi di sekitar perlintasan kereta api setempat. Dari informasi yang dihimpun, puluhan pemotor melintas secara bergerombol dan memicu ketegangan di jalan.
Situasi memanas ketika salah satu pengguna jalan diduga mendapat ancaman, sehingga memicu kepanikan dan teriakan minta pertolongan.
Respons cepat warga sekitar membuat rombongan pemotor tersebut berpencar meninggalkan lokasi. Namun, satu orang pemuda justru turun dari kendaraannya dan memancing emosi warga, hingga akhirnya diamankan di tempat kejadian.
Baca juga: Desa di Jombang Sempat Bingung Biaya Wifi Rakyat, Pemkab Pastikan Aktif Lagi Dibiayai APBD
Peristiwa tersebut sempat terekam kamera ponsel dan menyebar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat pemuda tersebut dikepung warga dengan kondisi wajah mengalami luka.
Aksi pelampiasan emosi warga juga tampak dalam rekaman lain saat pelaku hendak dibawa menggunakan mobil.
Sementara itu, Sekretaris Desa Jatipelem, Mujahid, mengungkapkan insiden bermula saat sekelompok pemotor melintas di sekitar perlintasan kereta api dengan cara yang dianggap mengintimidasi. Warga yang merasa terancam kemudian bereaksi dan meminta pertolongan.
Ketika warga mulai berdatangan, sebagian besar rombongan pemotor langsung melarikan diri. Namun, satu pemuda justru berhenti dan melakukan provokasi hingga akhirnya diamankan warga sebelum diserahkan ke pihak kepolisian.
Pemerintah desa bersama kepolisian berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi para pemuda agar tidak melakukan aksi konvoi atau tindakan lain yang dapat memicu keresahan masyarakat.