AMERIKA DALAM BAHAYA! Iran Siapkan 7 Rencana Balasan Jika Donald Trump Gempur Teheran!
January 28, 2026 10:42 PM

- Sejumlah analis militer menilai Iran kini menjadi salah satu “negara ancaman” paling serius bagi kepentingan geopolitik AS dan sekutunya di Asia Barat Daya, termasuk Israel.

Di tengah wacana serangan cepat dan langsung ke Iran, perhatian dunia tertuju pada kemampuan Teheran untuk melancarkan serangan balasan, termasuk kemungkinan menjangkau daratan Amerika Serikat.

Namun, sejumlah kajian menyebut ancaman paling realistis dari Iran saat ini bukan berasal dari rudal jarak jauh, melainkan dari operasi siber dan perang asimetris.

Ulasan tersebut menyebutkan bahwa kelompok peretas yang terkait dengan Iran, seperti “Charming Kitten” dan “Mint Sandstorm”, telah mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan operasionalnya.

Jika AS lebih dulu menyerang Teheran, serangan siber dinilai menjadi respons paling mungkin dalam jangka pendek.

Berikut tujuh skenario balasan Iran yang diperkirakan analis militer jika Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan lebih dulu ke ibu kota Iran:

1. Status “Ambang Batas” ICBM

Hingga kini, Iran belum memiliki rudal balistik antarbenua (ICBM) operasional yang terkonfirmasi mampu menjangkau daratan AS. Namun, program luar angkasa Iran—melalui kendaraan peluncur seperti Simorgh dan Zuljanah—dinilai memiliki teknologi fungsi ganda.

Analis menilai transisi dari peluncur satelit ke rudal jarak jauh sangat bergantung pada penguasaan teknologi kendaraan masuk kembali atmosfer.

Meski belum menjadi ancaman langsung, Iran dinilai berada pada status “ambang batas” yang lebih maju dibanding satu dekade lalu.

2. Serangan Siber ke Infrastruktur Vital AS

Sebagai respons langsung terhadap serangan militer, Iran diperkirakan akan mengaktifkan operasi siber yang menargetkan infrastruktur penting AS, seperti jaringan listrik, instalasi pengolahan air, dan sektor keuangan.

Tujuan utama serangan ini adalah menciptakan dampak psikologis dan gangguan luas di dalam negeri AS tanpa konfrontasi militer terbuka.

3. Proksi dan Serangan “Zona Abu-abu”

Lembaga keamanan AS seperti FBI dan Department of Homeland Security (DHS) telah lama memperingatkan potensi keberadaan sel tidur atau proksi Iran di Amerika Utara.

Meski serangan besar-besaran dianggap kecil kemungkinannya, aksi sabotase terbatas atau pembunuhan terarah terhadap target bernilai tinggi tetap menjadi kekhawatiran utama.

4. Drone Lintas Samudra

Iran dikenal sebagai salah satu produsen utama drone jelajah berbiaya rendah, termasuk drone bunuh diri.

Walau jangkauan drone Iran saat ini belum mampu menyeberangi Atlantik, para analis memperingatkan kemungkinan penggunaan platform peluncuran alternatif.

5. Peluncuran Rudal Langsung

Skenario paling ekstrem adalah peluncuran langsung rudal Iran ke daratan AS. Namun, langkah ini dinilai berisiko sangat tinggi bagi Teheran.

6. “Benteng Terapung” dan Kapal Induk Drone

Analis juga menyoroti penggunaan kapal tanker komersial yang dimodifikasi oleh Iran, seperti IRINS Makran, yang berfungsi sebagai pangkalan laut bergerak.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.