Kadin Bangun 10 Unit Hunian Tetap di Kapalo Koto Padang dengan Anggaran Rp1,5 Miliar
January 28, 2026 10:46 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pasca hunian sehat dan layak (hunsela) dibangun dan ditempati korban galodo di Kampung Tanjung, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, hunian tetap (huntap) tengah dipersiapkan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar, Buchari Bachter saat ditemui di lokasi hunsela, Rabu (28/1/2026).

Dalam keterangannya, peletakan batu pertama pembangunan huntara bakal dilakukan Kamis (29/1/2026) esok.

Huntap di Kapalo Koto diinisiasi oleh Kadin Indonesia melalui Kadin Sumbar, dengan pembangunan sebanyak 10 unit.

Baca juga: Reboisasi dan Pengelolaan Sumber Daya Air, Solusi Jangka Panjang Kekeringan di Padang

RENCANA PEMBANGUNAN HUNTAP- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar, Buchari Bachter, memberikan keterangan di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (28/1/2026). Buchari sebut anggaran huntap capai Rp1,5 miliar. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Sementara untuk pendanaan, dianggarkan kurang lebih Rp1,5 miliar. Dana tersebut sudah mencakup segala fasilitas yang dibutuhkan di huntap.

"Insyaallah besok kita lakukan peletakan batu pertama, pukul 09.00 WIB. Nantinya akan dibangun 10 huntap dengan anggaran kurang lebih Rp1,5 miliar," ungkapnya.

Huntap tersebut ujar Buchari ditargetkan rampung sebelum lebaran Idul Fitri 2026, sehingga warga bisa menempati setelah selesai dibangun.

Diketahui, untuk sekarang sebanyak 11 kartu keluarga sudah menempati hunsela di Kapalo Koto, usai rumah mereka diterjang banjir bandang akhir November 2025 lalu.

Baca juga: Warga Kapalo Koto Keluhkan Minimnya WC dan Listrik Usai Huni Hunsela, 10 Unit MCK Segera Rampung

Buchari melanjutkan, setelah selesai dibangun nantinya, huntap segera diresmikan oleh Walikota Padang, Fadly Amran dan Direksi PT. Semen Padang.

"Target kita sebelum lebaran sudah siap," sebutnya.

Ia mengaku, huntap yang diinisiasi oleh Kadin baru perdana dilakukan di Sumatera Barat (Sumbar), khususnya di Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Sedangkan di daerah lainnya yang juga terdampak bencana masih dalam tahap perencanaan.

"Harapannya bisa juga kita bikin seperti ini di tempat-tempat bencana yang lain," pungkasnya. (Tribunpadang.com/Muhammad Iqbal)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.