TRIBUNTORAJA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengingatkan masyarakat Tana Toraja dan Toraja Utara untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pasalnya, intensitas hujan diperkirakan kembali meningkat mulai Jumat (30/1/2026) dan berpotensi berlangsung hingga sepekan ke depan.
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Asriani Idrus, mengatakan pada Kamis (29/1/2026) intensitas hujan di Sulawesi Selatan cenderung menurun. Namun kondisi tersebut bersifat sementara.
“Besok hujan relatif menurun, tetapi mulai Jumat intensitasnya kembali meningkat dan diperkirakan berlangsung hingga 5 Februari,” ujar Asriani, Rabu (28/1/2026).
BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan meluas di sejumlah wilayah, termasuk Tana Toraja dan Toraja Utara.
Selain Toraja, wilayah lain yang terdampak meliputi Luwu, Palopo, sebagian Luwu Utara, Bulukumba, Sinjai, serta sepanjang pesisir barat Sulawesi Selatan dari Pinrang hingga Jeneponto.
Kondisi cuaca basah tersebut diperkirakan berlanjut hingga akhir pekan.
BMKG juga mengingatkan adanya peningkatan potensi angin kencang yang umumnya terjadi bersamaan dengan hujan lebat.
“Angin kencang berpotensi menyertai hujan, terutama di wilayah pesisir barat dan selatan Sulsel,” kata Asriani.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor.
Wilayah pegunungan seperti Tana Toraja dan Toraja Utara dinilai memiliki risiko lebih tinggi terhadap longsor seiring meningkatnya curah hujan.
“Semakin tinggi curah hujan, maka potensi longsor juga semakin besar,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menyebut curah hujan di Sulawesi Selatan pada Januari hingga Februari diperkirakan cukup tinggi, dengan akumulasi mencapai lebih dari 400 milimeter dalam satu bulan.
Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer, seperti aktivitas gelombang Rossby dan penguatan Monsun Asia yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
BMKG meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor, bantaran sungai, dan kawasan perbukitan.
“Masyarakat diimbau terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca resmi dari BMKG,” pungkas Nasrol.(aminah)