30 Tahun Hidupi Keluarga Suderajat, Segini Harga Es Gabus yang Dituduh Berbahan Spons
January 29, 2026 02:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM - Sosok Suderajat (49), warga Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, belakangan viral di media sosial usai es gabus yang ia jual difitnah berbahan spons.

Sudah 30 tahun Suderajat menghidupi keluarganya dengan berjualan es gabus.

Saat diperiksa, Suderajat mengaku mengambil es gabus di sebuah pabrik rumahan di Depok, Jawa Barat.

Suderajat menjual es gabus di sejumlah sekolah serta perkampungan di Kemayoran.

Dalam sehari, rata-rata penjualan Suderajat sebanyak 150 es gabus yang dihargai Rp2500.

Sebagian uang penghasilan disetorkan ke bos pabrik es gabus di Depok.

Sebagian lagi untuk menghidupi istri serta keempat anaknya.

Suderajat mendapat intimidasi saat berjualan di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (24/1/2026) lalu.

Baca juga: Deretan Pengakuan Suderajat setelah Diintimidasi Aparat, Alami Trauma dan Kotak Es Dirusak

Ia didatangi anggota polisi dan TNI hingga dituduh menggunakan bahan spons di dalam es gabus.

Penganiayaan dialami Suderajat yang sehari-hari berkeliling membawa kotak es gabus.

Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, es gabus tidak mengandung bahan berbahaya.

Oknum polisi dan TNI telah membuat video permintaan maaf karena menuduh Suderajat.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menerangkan pabrik es gabus di Depok telah didatangi untuk diambil sampel makanannya.

Kandungan dalam es gabus akan ditelusuri Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

"Pabrik di Depok. Untuk saat ini kita tidak melihat hal yang aneh. Komposisi yang disampaikan dan cara membuat yang disampaikan oleh pabrik es itu masih terlihat normal atau makanan biasa," jelasnya.

Baca juga: Momen Suderajat Isyaratkan Kelaparan saat Jualan Es Gabus, Kini Trauma Usai Dituduh Pakai Spons

Suderajat Dianiaya

Suderajat sempat dibawa ke Mapolsek Kemayoran dan mendapat kekerasan fisik.

Setelah interogasi, Suderajat diberi uang Rp300 ribu untuk pulang ke Bogor.

"(Dikasih uang) sama Polisi atasannya Rp300 ribu. Sudah bonyok, baru dikasih," tukasnya.

Hingga kini, oknum polisi dan TNI yang melakukan penganiayaan belum mendatangi rumahnya untuk meminta maaf.

"Boro-boro (dibawa ke rumah sakit) engga. Pas bonyok baru dikasih duit, pulang aja. Engga ada yang minta maaf. Biar Allah Maha Kuasa yang balas," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Ajat itu masih merintih kesakitan akibat penganiayaan yang dilakukan aparat.

Dagangan es gabus yang dibawa dengan jalan kaki juga dihancurkan di depan matanya.

“Muka saya dilempar pake es kue, saya luka nih goresan berdarah.”

“Saya ditendang juga pakai sepatu bot sampai mental, disuruh bangun lagi, bangun lagi,” bebernya, dikutip dari TribunnewsDepok.com.

Sejumlah petugas kelurahan serta kecamatan juga terlibat dalam intimidasi.

Suderajat sempat membantah menggunakan bahan berbahaya dalam es gabus, tetapi tak digubris.

“Mereka enggak minta maaf, saya dicuekin. Sempat dibawa mobil polisi, buat jelasin es kue ini asli atau palsu,” terangnya.

Anggota Polri-TNI Minta Maaf

Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo menemui pedagang es gabus, Suderajat (49) di mushala, Bojonggede, Bogor, Selasa (27/1/2026) malam. 

Dalam pertemuan itu, Aiptu Ikhwan dan Serda Heri meminta maaf kepada Suderajat usai menuduh es gabus memakai spons dan menganiaya di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (24/1/2026). 

Mereka hadir dengan didampingi Dandim 0501/JP, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Danramil 04 Bojonggede Mayor Arm Ruwijo, Danramil Kemayoran Mayor CPN M. Firdaus, Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful, Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Syafei, dan Kades Rawa Panjang Mohammad Agus. 

Berdasarkan video yang diterima Kompas.com, mereka bertemu di salah satu mushala dekat kontrakan Suderajat. 

Ikhwan dan Heri terlihat berdiri mengapit Suderajat. 

“Izin saya Ikhwan bersama Pak Heri datang kemari didampingi teman-teman, kami ingin memohon maaf sebesar-besarnya atas yang terjadi, tidak ada niat sengaja untuk melukai bapak,” ucap Ikhwan kepada Suderajat. 

Lalu, Ikhwan juga mendoakan keberkahan dan mengharapkan tidak ada masalah lagi di kemudian hari. 

Saat itu, ia terlihat menjabat tangan Suderajat yang juga didampingi sang istri.

Setelahnya, Heri juga bersalaman dengan Suderajat dan memohon maaf. 

“Saya minta maaf dari dalam hati yang paling dalam ke pak Suderajat. Saya minta maaf yang paling dalam ya pak, sehat selalu,” ujar Heri ke Suderajat. 

Atas pertemuan itu, Roby turut mengkonfirmasi bahwa kehadirannya bersama Ikhwan dan Heri adalah mengungkapkan permintaan maaf secara langsung. 

“Kami mewakili unsur pimpinan meminta maaf langsung kepada bapak Suderajat atas kesalahan dalam perlakuan anggota saat penanganan dugaan es dari spons,” ungkap Roby saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu. 

“Alhamdulillah beliau memaafkan dan ikhlas, menganggap permasalahan sudah selesai,” tambahnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.