Suderajat Penjual Es Gabus Dipanggil Dedi Mulyadi ke Lembur Pakuan, Beri Bantuan, Berapa Nominalnya?
January 29, 2026 02:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Kisah pilu yang dialami Suderajat, seorang penjual es kue yang diduga difitnah oleh oknum aparat di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, menyita perhatian publik.

Peristiwa tersebut memunculkan empati dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Suderajat yang merupakan warga Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, akhirnya mendapat undangan langsung dari orang nomor satu di Jawa Barat itu.

Ia diminta datang ke kediaman pribadi Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat.

Perjalanan Suderajat menuju Lembur Pakuan dilakukan pada Selasa (27/1/2026) malam.

Ia tiba di lokasi pada Rabu (28/1/2026) dini hari dan bermalam di sana sebelum akhirnya bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat pada pagi harinya.

Baca juga: Garang Fitnah Suderajat Penjual Es Gabus, Kehidupan Aiptu Ikhwan, Flexing hingga Ngonten saat Tugas

Pertemuan tersebut turut didampingi oleh Ketua RW tempat Suderajat tinggal, M. Ali Akbar.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya secara langsung mengantarkan Suderajat untuk bertemu dengan Dedi Mulyadi.

"Alhamdulillah, kemarin saya sendiri yang mengantarkan untuk ketemu Pak Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi," ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Pria yang akrab disapa RW Boim itu menuturkan, selama berada di Lembur Pakuan, Suderajat mendapat banyak wejangan dan motivasi agar tetap tegar menghadapi cobaan hidup yang dialaminya.

Tak hanya memberikan nasihat, Dedi Mulyadi juga memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada Suderajat, yang diketahui merupakan ayah dari lima orang anak.

"Diberikan masukan, motivasi, karena kan beliau ini warganya juga. Motivasi, sabar, dalam menjalankan beban. Intinya beliau memberikan semangat. Alhamdulillah ada, difasilitasi ada, ada bantuan juga ada, tapi kita gak bisa nunjukkan nominalnya," katanya.

Polisi Minta Suderajat Kembali Berjualan Es Gabus, Janji Tak Akan Digebuk Lagi: Saya Jamin

Nama Suderajat (49) sempat menjadi perbincangan luas publik setelah video dirinya dituding menjual es gabus berbahan spons viral di media sosial.

Tuduhan tersebut bukan hanya mengguncang kehidupannya sebagai pedagang kecil, tetapi juga meninggalkan luka fisik dan trauma mendalam. 

Namun seiring berjalannya waktu, perhatian publik yang mengalir deras justru membuka jalan bagi datangnya berbagai bentuk bantuan.

Salah satu bantuan tersebut datang dari Polres Metro Depok. Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras secara langsung mendatangi rumah kontrakan Suderajat di kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Selasa (27/1/2026) sore.

Baca juga: Rahasia di Balik Hadiah Motor untuk Pedagang Es Gabus, Bukan Permintaan Maaf, Rogoh Kocek Pribadi

Dalam kunjungan itu, Abdul Waras menyerahkan satu unit sepeda motor serta uang tunai yang diperuntukkan sebagai modal usaha.

“Dan hari ini, kami hadir di sini untuk bisa sedikit memberikan bantuan kepada Beliau.

Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk usaha beliau. (Berikan) motor dengan sedikit modal usaha untuk beliau,” ujar Abdul di lokasi.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi titik awal bagi Suderajat untuk bangkit kembali, melanjutkan usaha berjualannya, dan memenuhi kebutuhan keluarganya yang sempat terguncang akibat peristiwa tersebut.

Jaminan Keamanan untuk Kembali Berjualan

Abdul Waras juga memastikan bahwa Suderajat dapat kembali berdagang dengan aman tanpa rasa takut. Ia menegaskan bahwa hasil pemeriksaan telah memastikan dagangan Suderajat tidak berbahaya.

“Enggak (digebuk), kan sudah ada dijamin. (Tenang), kan enggak ada racunnya,” kata Abdul.

Saat ini, Suderajat bersama istri dan kelima anaknya masih tinggal sementara di sebuah rumah kontrakan.

Mereka terpaksa meninggalkan rumah sendiri karena bangunan tersebut tengah direnovasi setelah plafonnya ambruk.

PEDAGANG ES GABUS - Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras memberikan sepeda motor dan modal usaha kepada Suderajat, pedagang es gabus yang dituduh pakai spons, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa (27/1/2026).
PEDAGANG ES GABUS - Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras memberikan sepeda motor dan modal usaha kepada Suderajat, pedagang es gabus yang dituduh pakai spons, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa (27/1/2026). (via Kompas)

Keinginan Berdagang yang Dibayangi Trauma

Meski berniat kembali berjualan es gabus, Suderajat mengaku rasa takut masih menghantuinya. Pengalaman pahit yang dialaminya membuat ia khawatir kejadian serupa akan terulang.

“Saya sih mau dagang es kue lagi, takutnya saya dua kali, empat kali, takut digebuk pakai kayu atau apa itu. Entar saya mati konyol,” tutur Suderajat.

Tak hanya ancaman fisik, ia juga merasa cemas dengan stigma negatif yang terlanjur melekat pada dagangannya akibat viralnya tuduhan tersebut.

“Takutnya diincar, takut dibilang es racun gitu. Takutnya, kan bocah-bocah begitu,” ungkapnya.

Baca juga: Cerita Suderajat Disiksa Oknum Aparat usai Difitnah Jual Es Spons, Hotman Paris Tak Tega

Pengakuan Penganiayaan oleh Oknum Aparat

Perhatian publik terhadap Suderajat bermula dari peristiwa yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) saat ia berjualan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam pengakuannya, Suderajat menyebut dirinya mengalami penganiayaan fisik dan intimidasi oleh oknum aparat TNI dan Polri.

“Saya (diperlakukan) kayak anjing. Kaki disuruh diangkat-angkat. Saya disabet, pakai selang air.

Ada 10 orang yang menganiaya saya,” kata Suderajat, Selasa (27/1/2026), dikutip dari Tribunjakarta.com.

Ia menambahkan, hingga kini belum semua aparat yang diduga melakukan kekerasan tersebut menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepadanya.

“Polisi sama TNI yang mukulin saya belum minta maaf sama saya. Kayak (seperti) anjing, saya diseret-seret, disabet apa semuanya. Trauma. Pusing pala saya pak,” ujarnya.

Suderajat sempat ditahan sebelum akhirnya dilepaskan. Ia menyebut pihak kepolisian telah menyampaikan permintaan maaf serta memberikan kompensasi sebesar Rp 300.000.

Namun, menurutnya, jumlah tersebut tak sebanding dengan kerugian yang dialami, mulai dari dagangan yang rusak hingga luka akibat kekerasan fisik.

Awal Mula Kontroversi Es Gabus

Kasus ini bermula dari laporan seorang warga ke call center 110 yang menuding es gabus yang dijual Suderajat mengandung Polyurethane Foam (PU Foam), bahan yang lazim digunakan sebagai busa kasur atau spons cuci.

Tak lama setelah laporan tersebut, video interogasi terhadap Suderajat viral di media sosial.

Dalam video itu, aparat menuding es gabus berbahaya bagi kesehatan, meski saat itu belum ada hasil uji laboratorium.

“Kenapa kamu jual?” tanya Heri kepada Suderajat dalam video tersebut.

“Kalau berhenti (jualan) anak bini makan apa?” jawab Suderajat.

“Ya kamu gimana, ini kalau dimakan sama anak-anak kecil ini bikin penyakit,” kata Heri dengan nada keras.

Baca juga: Kakek Pedagang Es Gabus Kemayoran Dianiaya: Wajah Dilempar Es hingga Pipi Terluka Gegara Isu Spons

Hasil Laboratorium Membantah Tuduhan

Menindaklanjuti laporan dan polemik yang berkembang, Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap seluruh barang dagangan Suderajat.

Hasilnya, seluruh sampel es gabus, es kue, agar-agar, dan cokelat meses dinyatakan aman dan layak dikonsumsi.

“Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas: Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya,” jelas Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.

Roby menambahkan bahwa sampel tersebut juga dikirim ke Dinas Kesehatan serta Laboratorium Forensik Polri guna memastikan hasil pemeriksaan yang lebih ilmiah dan komprehensif.

Polisi turut menelusuri lokasi produksi di Depok untuk memastikan tidak adanya penggunaan bahan berbahaya.

“Namun untuk menjamin ketenangan publik dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah, kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri,” kata Roby.

Hingga kini, proses uji laboratorium lanjutan masih terus berlangsung.

Sementara itu, Suderajat mengaku masih menyimpan trauma mendalam atas perlakuan yang ia terima, meski dagangan es gabusnya telah dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

(TribunTrends/TribunBogor/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.