Alasan Polisi Dalami Kematian Lula Lahfah Meski Keluarga Tolak Otopsi, Aspri Rela Sewa Pengacara
January 29, 2026 02:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM  - Polisi tetap melanjutkan penyelidikan atas kematian mendadak selebgram Lula Lahfah, meski keluarga menolak proses autopsi. 

Kasus ini memicu sorotan publik karena sejumlah fakta yang masih belum terungkap. 

Sementara itu, Arra asisten pribadi (aspri) Lula Lahfah diketahui menyewa pengacara untuk mendampingi proses hukum yang sedang berjalan.

Baca juga: Unggahan Terakhir Istri Pesulap Merah Sebelum Meninggal, Marcel Mengurai Kesaksian Mengejutkan

Sampai kini polisi masih menunggu satu orang teman Lula yang tak kunjung datang untuk memberi klarifikasi.

Hingga kini polisi sudah memeriksa 10 orang saksi atas kasus kematian Lula Lahfah.

Lula ditemukan tak bernyawa dalam kamar lantai 25 Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan pukul 18.44 WIB, Jumat (23/1/2026).

10 saksi tersebut di antaranya 

1. Reza Arap, 

2. Arra asisten pribadi, 

3. Sopir pribadi MRP,

4. Asisten rumah tangga Asiah

5. Dokter pribadi R,

6. Teknisi apartemen

7. Teknisi apartemen

8. Sekuriti

9. Dokter pemeriksa visum lua di RS Fatmawati

10. Dokter Rumah Sakit Pondok Indah.

KEMATIAN LULA LAHFAH - Polisi terus selidiki kematian Lula Lahfah, meski keluarga tolak otopsi, asisten pribadinya kini sewa pengacara. (Instagram/Lula Lahfah/Youtube Reyben Entertainment)

Saksi akan terus bertambah

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan jumlah saksi akan terus bertambah.

Terlebih kini masih ada satu orang teman Lula yang belum memenuhi panggilan polisi.

"Pasti akan bertambah, seperti teman yang bersangkutan saudari V ini kan masih belum hadir," katanya.

Selain itu polisi akan meminta keterangan pada orang-orang yang datang ke apartemen setelah Lula meninggal.

"Termasuk orang yang datang setelah kejadian tersebut, ada pacarnya almarhum, dokter dari klinik yang di Depok yang mengeluarkan surat keterangan kematian, ada manajer. Nah ini kan kita juga harus melakukan pemeriksaan," katanya.

Menurut Budhi pemeriksaan tidak dilatari tujuan tertentu.

"Tidak ada maksud lain, kita ingin melihat secara runtun," katanya.

Ia menjelaskan tujuan polisi tetap melakukan pemeriksaan terhadap kasus kematian Lula.

Padahal diketahui bahwa keluarga sudah menolak melakukan otopsi.

"Karena ada pertanyaan kenapa pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan otopsi, nih kami sampaikan hasil keterangan dokter, tidak adanya tanda kekerasan, tanda-tanda penganiayaan sehingga pihak keluarga memutuskan menerima dan tidak ingin dilakukan otopsi," katanya.

Sementara Asisten Pribadi Lula Lahfah, Arrapunzel, sama sekali tidak berbicara perihal dengan informasi kematian Lula.

"Makasih yah. Minta doanya, pokoknya Lula orang baik," katanya.

Saat memenuhi panggilan klarifikasi, Arra membawa kuasa hukum, Muhammad Fikri Syarifudin.

Fikri menjelaskan polisi tetap melakukan penyelidikan terhadap kematian Lula karena masih mencari delik.

Menurutnya dalam surat panggilan Arra pun tidak dicantumkan pasal yang diterapkan.

"Belum ada (pasal yang dibahas) karena kan ini masih klarifikasi sehingga masih dicari dulu deliknya apa," katanya.

Ia memastikan, Arra tidak mengetahui kronologi kematian Lula karena tidak berada di apartemen.

"Gak, kan lagi di luar. Sehingga klien saya itu gak bisa memberi banyak keterangan, karena kan tidak ada di Jakarta," katanya.

Sebelumnya pernah ditulis Lula Lahfah pernah dirawat di RSPI karena mengalami sakit infeksi saluran kemih, radang usus, hingga GERD akut.

Saat ditemukan meninggal polisi, polisi menemukan obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI.

(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.