Gaya Hidup Aiptu Ikhwan yang Fitnah Pedagang Es Kue, Beda Jauh dengan Suderajat yang di Rumah Reyot
January 29, 2026 08:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kehidupan Bhabinkamtibmas Rawa Selatan Aiptu Ikhwan Mulyadi ternyata sangat kontras dengan sosok Suderajat (50), pedagang es kue yang menjadi korban fitnahnya.

Ikhwan dikenal hidup berkecukupan dan memiliki gaya hidup yang tergolong mapan.

Di waktu luangnya, ia kerap terlihat bermain tenis dan bowling sebagai bentuk hiburan.

Saat bertugas pun, Ikhwan sering tampil dengan gaya nyentrik yang mencuri perhatian warga.

Namun di balik itu, Aiptu Ikhwan bersama Babinsa Serda Herda terlibat dalam tindakan memfitnah Suderajat saat berjualan di wilayah Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Sabtu (24/1/2026).

Dalam video yang beredar, Ikhwan menuding es kue yang dijual Suderajat dibuat dari bahan berbahaya.

"Kita dapat es kue jadul, nah sekarang harap hati-hati karena ini sudah rekayasa bukan bahan kue lagi atau puding melainkan bahan spons yah. Ini bahayanya spons, kalau dibakar meleleh," kata Ikhwan.

Tak berhenti sampai di situ, Serda Heri Purnomo bahkan memaksa Suderajat untuk memakan es kue dagangannya sendiri.

"Makan nih, makan, abisin. Kamu telen, yang modar biar kamu yah jangan anak-anak kecil yah, kasihan itu," katanya.

Baca juga: Setelah Dipermalukan & Dianiaya Aparat, Penjual Es Kue di Bogor Dihadiahi Motor, Anak Bisa Sekolah

VIRAL ES KUE - Akhirnya oknum aparat yang fitnah penjual es kue asal Bogor minta maaf secara langsung. Nasib Suderajat mujur usai kisahnya viral.
VIRAL ES KUE - Akhirnya oknum aparat yang fitnah penjual es kue asal Bogor minta maaf secara langsung. Nasib Suderajat mujur usai kisahnya viral. (YouTube)

Tindakan tersebut dilakukan setelah mereka menerima laporan melalui call center 110 dari M Arief Fadillah (43), warga Utan Panjang III, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Arief menuduh Suderajat menjual es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat meses yang mengandung polyurethane foam (PU Foam) atau bahan busa seperti spons.

Belakangan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengungkapkan bahwa Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya telah melakukan pemeriksaan terhadap produk yang dijual Suderajat.

Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat meses tersebut aman dan layak untuk dikonsumsi masyarakat.

"Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah. Kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensi Polri," katanya.

Minta Maaf

Setelah terbukti fitnah, Ikhwan dan Heri sama-sama datang ke rumah Suderajat.

Jajat sapaan akrabnya, dia tinggal di rumah yang nyaris roboh di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Dia memiliki istri dan lima anak.

Setiap hari sejak subuh Jajat sudah keluar rumah menjajakan es kue dari pemasok di Depok.

Mulai dari Depok, lalu Jakarta, dia berkeliling sampai sore demi makan istri dan anak.

WS GABUS - Video viral memperlihatkan dua pria berseragam TNI dan Polri menuding pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, menjual produk berbahan spons. Dari pemeriksaan sementara Polres Metro Jakarta Pusat, es gabus tersebut dipastikan aman dikonsumsi. (Instagram/feedgramindo)

Baca juga: Difitnah, Suderajat Penjual Es Kue Kini Banjir Rezeki Dapat Uang Segepok, Istri Nangis: Kami Susah

Dia sudah 30 tahun menjalani profesi tersebut.

Beda dengan Jajat, Aiptu Ikhwan Mulyadi justru hidup berkecukupan.

Dilihat dari akun TikTok Bhabin Kampung Rawa, tampak Ikhwan pernah memposting video ketika bermain bowling.

Pernah juga mengunggah video saat bermain tenis.

Selain itu ada pula video ketika dirinya selfie di dalam mobil.

Akun tersebut berisi kegiatan Ikhwan ketika turun ke masyarakat.

Setiap kali bekerja, dia tampak selalu mengenakan kacamata, cincin hingga gelang.

Meski sudah minta maaf, namun Jajat tetap trauma.

"Saya sih mau dagang es kue lagi, takutnya saya 3 kali 4 kali takut digebug pake kayu pake apa, entar saya mati konyol," katanya.

Ia merasa takut menjadi incaran saat dagang es kue lagi di Kemayoran.

"Takutnya saya diincer sama di Kemayoran. Ada es racun, es racun, gimana. Takutnya," katanya.

Atas tindakannya pada Jajat, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Ikhwan akan diperiksa Bid Propam Polda Metro Jaya.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui adanya unsur kesengajaan atau tidak.

"Artinya apabila seorang anggota polri melakukan pelanggaran baik itu kode etik pidana pasti ada sanksinya," di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026), dikutip dari Tribunnews.com.

"Tapi kami minta waktu karena Bid Propam Polda Metro Jaya masih mendalami, apakah ada unsur kesengajaan, apakah ada penganiayaan," terangnya.

Terkait adanya dugaan penganiayaan terhadap pedagang es kue, Kombes Budi belum memastikan secara lugas. 

Menurut informasi yang diperoleh bahwa belum ditemukan unsur penganiayaan tersebut.

"Tapi mungkin cara yang dilakan oleh petugas tadi salah sehingga membuat suatu tindakan yang kontroversial," tukasnya.

(Tribunnewsmaker.com/ TribunnewsBogor)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.