BANJARMASINPOST.CO.ID - Sumber kekayaan Indra Priawan yang kini dinikmati artis Nikita Willy menjadi sorotan sang tante.
Ini terjadi setelah sengketa keluarga suami Nikita Willy, Indra Priawan yang belum juga berakhir.
Sampai kini, Mintarsih Abdul Latief, tante dari Indra Priawan masih geram dengan sebagian keluarganya karena merasa dikhianati dan hak-nya belum terealisasi terkait sengketa kepemilikan saham di perusahaan taksi besar, Blue Bird.
Dia bahkan sampai menyoroti kehidupan glamor sang keponakan dan istrinya, Nikita Willy yang diklaimnya kerap flexing di sosial media.
Menurutnya harta kekayaan yang kini dinikmati Indra Priawan dan Nikita Willy diduga berasal dari hak miliknya yang hingga kini belum ia terima.
Ia menegaskan kepemilikan sahamnya sebesar 21,67 persen tidak pernah lenyap, melainkan diduga telah berpindah ke tangan saudara serta keponakannya, termasuk Indra Priawan.
Baca juga: 1 Fakta Lula Lahfah yang Selama Ini Ditutupi dari Keluarga Terungkap Usai Kematian, Picu Sesal Ayah
Baca juga: Satu Firasat di Pernikahan Boiyen dan Rully Anggi Berujung Gugatan Cerai, Insiden Ijab Kabul Disorot
"Saham saya diambil, ikut diambil oleh mereka. Sekarang lihat kekayaan mereka berapa? Bisa diterka sendiri dengan flexing-nya," kata Mintarsih ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026).
Sangking geramnya, Mintarsih menegaskan adanya hukum karma yang akan berimbas terhadap bisnis transportasi umum tersebut, terlebih ia menyoroti persaingan bisnis dari luar negeri.
Di sisi lain, baik Indra Priawan dan Nikita Willy belum menanggapi terkait persoalan tersebut.
"Saya pikir lebih baik mereka jujur aja, kan ada hukum karma, kalau benar mereka habis juga, liat juga saingannya, saingannya ada luar negeri, apakah mereka sanggup menyaingi," tegas Mintarsih.
Lebih lanjut, Mintarsih mengaku kecewa melihat Indra Priawan dan Nikita Willy kerap mempertontonkan kemewahan di media sosial.
Namun ia sendiri sudah bertahun-tahun hingga saat ini masih berjuang menuntut hak yang ia perkirakan bernilai hingga triliunan rupiah.
Ia meyakini sebagian keuntungan yang dinikmati pasangan tersebut berasal dari saham yang seharusnya menjadi miliknya.
"Saham saya bukan hilang, saham saya pindah ke tangan mereka. Jadi mereka dibagi," jelas Mintarsih.
Sebagaimana diketahui, perkara ini bermula dari pengunduran diri Mintarsih dari jabatannya sebagai Wakil Direktur CV Lestiani perusahaan yang turut berperan dalam pendirian Blue Bird, pada 2001.
Meski demikian, Mintarsih menegaskan pengunduran dirinya sebagai pengurus perusahaan tidak serta-merta menghapus hak kepemilikan sahamnya di PT Blue Bird Taxi.
Ia kemudian melayangkan gugatan terhadap keluarga Purnomo Prawiro, yang merupakan saudaranya, serta mendiang Chandra Suharto Djokosoetono, ayah dari Indra Priawan.
Mintarsih menilai kepemilikan sahamnya sebesar 21,67 persen telah dihapus atau dialihkan tanpa persetujuan hukum yang sah.
Tak hanya soal saham, ia juga menuntut pembayaran gaji yang tidak diterima selama belasan tahun, serta dividen yang menurutnya tak pernah dibagikan kepadanya.
Akibat hal tersebut, Mintarsih mengklaim mengalami kerugian finansial dengan nilai mencapai triliunan rupiah.
Sengketa ini telah bergulir di pengadilan selama bertahun-tahun, dan dalam sejumlah putusan sebelumnya, posisi hukum Mintarsih kerap tidak berpihak padanya.
Sementara itu, pihak Blue Bird menyatakan Mintarsih telah keluar dari struktur perusahaan dan seluruh hak serta kewajibannya telah diselesaikan sesuai dengan prosedur korporasi yang berlaku saat itu.
Namun, Mintarsih menilai terdapat kejanggalan serta dugaan manipulasi data dalam pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), termasuk pada RUPS 2013 dan 2015.
Indra Priawan sendiri merupakan putra dari Chandra Suharto Djokosoetono, kakak Mintarsih sekaligus salah satu pendiri Blue Bird.
Setelah Chandra meninggal dunia, kepemilikan saham dan asetnya diwariskan kepada para ahli waris, termasuk Indra Priawan.
Pada 2023, Mintarsih telah melaporkan dugaan penggelapan saham tersebut ke Bareskrim Polri.
Selain laporan pidana, ia juga tengah menempuh jalur hukum lain dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung atas gugatan yang dilayangkan Blue Bird terhadap dirinya.
Setelah polemik ini juga, hubungan keluarga antara Mintarsih dan Indra Priawan pun disebut telah benar-benar renggang.
Bahkan, Mintarsih mengungkapkan dirinya tidak mendapat undangan saat Indra Priawan dan Nikita Willy melangsungkan pernikahan.
Di sisi lain, Nikita Willy ramai dihujat usai viral buku Broken Strings yang ditulis Aurelie Moeremans terekam.
Dalam buku Broken Strings memuat kisah masa lalu traumatik Aurelie Moeremans viral di media sosial.
Bukan cuma kisah terkait child grooming, ada bagian naskah yang memuat cerita tentang pengalaman tak menyenangkan yang dialami Aurelie Moeremans saat terjun ke dunia hiburan.
Ia mendapat perlakuan tak mengenakkan dari artis yang lebih senior darinya.
Walau dalam bukunya Aurelie hanya menggunakan nama alias, namun perhatian netizen tertuju pada sosok Nikita Willy.
Jejak digital mencatat, Nikita dan Aurelie memang pernah terlibat dalam satu judul sinetron yang sama yakni 'Putri yang Ditukar'.
Hal ini membuat banyak netizen menyerbu akun media sosial Nikita Willy.
Situasi ini lantas disadari oleh Aurelie dan Ia langsung membuat imbauan untuk netizen.
Berdasarkan pantauan Banjarmasinpost.co.id melalui postingan Threads Aurelie, Sabtu (17/1/2026) ia buka suara dan memberikan klarifikasi singkat.
Ia meminta netizen untuk tidak menyerang karakter-karakter yang ada dalam buku tersebut apalagi bila masih sebatas menebak.
“Tolong jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada dalam buku, apalagi kalau masih sebatas tebak-tebakan,” ujarnya.
Aurelie Moeremans mengaku tak enak hati membaca asumsi-asumsi warganet yang bergerak liar dan menyerang beberapa artis di media sosial.
Ia meminta netizen untuk fokus pada cerita yang disajikan dan mengambil pesan tentang bagaimana perjalanan panjangnya demi bisa sepenuhnya bangkit dari kenangan pahit itu.
“Fokus dari cerita ini bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok. Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur,” katanya.
Sebelumnya, aktor Roby Tremonti juga jadi bulan-bulanan netizen, sebab Ia diduga merupakan orang yang melakukan grooming dalam kisah di buku karya Aurelie.
Terkait Roby Tremonti yang sibuk memberikan klarifikasi, Aurelie tak terlalu ambil pusing. Namun Aurelie meminta netizen untuk tidak menyerang artis lainnya.
Aurelie Moeremans juga menanggapi aksi Roby Tremonti yang muncul ke publik dan meminta penegasan terkait karakter ‘Bobby’ dalam buku tersebut.
“Kalau ada orang yang mengaku sendiri itu urusan masing-masing. Kalian bebas berpendapat soal itu. Tapi kalau hanya menebak-nebak lalu menyerang please jangan,” imbuhnya.
Aurelie Moeremans menegaskan, dirinya menulis Broken Strings bukan untuk menciptakan sasaran perundungan.
Dia hanya berharap, buku tersebut bisa membuka mata, memantik kepekaan, dan membantu korban lain yang mengalami hal serupa dengannya.
“Let’s keep this space kind, aman, dan penuh empati,” ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)