Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Rabu (28/1/2026) malam mengakibatkan sejumlah pintu air berstatus Siaga 3.
Dampaknya, sebanyak 18 Rukun Tetangga (RT) terendam banjir dan puluhan rute Transjakarta terpaksa mengalami penyesuaian pada Kamis (29/1/2026) pagi.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, melaporkan bahwa hingga pukul 06.00 WIB, banjir merendam wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akibat luapan Kali Ciliwung.
“Kenaikan muka air terjadi di Bendung Katulampa hingga Pintu Air Manggarai yang seluruhnya berada pada status Waspada atau Siaga 3,” ujar Yohan di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Wilayah Jakarta Timur menjadi daerah terdampak paling parah dengan 14 RT terendam banjir. Kelurahan Cawang, Kampung Melayu, Bidara Cina, dan Cililitan menjadi wilayah terparah dengan ketinggian air mencapai 110 hingga 150 cm.
Sementara di Jakarta Selatan, ada 4 RT terdampak yang tersebar di Kelurahan Pejaten Timur dan Rawajati dengan ketinggian genangan air 30 hingga 60 cm.
"BPBD telah mengerahkan personel lintas dinas untuk melakukan penyedotan air dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi," ucap Yohan.
Dampak Terhadap Layanan Transjakarta
Selain pemukiman, banjir dan kepadatan lalu lintas juga mengganggu mobilitas warga. Sebanyak 28 rute Transjakarta harus mengalami penyesuaian jadwal hingga pengalihan jalur demi keamanan.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa keterlambatan armada terjadi merata di titik-titik krusial seperti Koridor 13 (Petukangan) dan wilayah Cawang Sentral.
“Layanan Transjakarta mengalami penyesuaian terutama di wilayah yang terdampak genangan dan kemacetan. Keselamatan penumpang dan armada menjadi prioritas utama kami,” jelas Ayu.
Beberapa wilayah yang mengalami keterlambatan layanan antara lain Petukangan–Kolong Tol JORR yang berdampak pada Koridor 13, rute 13B, L13E, dan JAK 107.
Selain itu, keterlambatan juga terjadi di wilayah Cawang Sentral–Halim yang memengaruhi Koridor 7, 9, dan 10, serta sejumlah rute seperti 4K, 5C, 7D, 7P, 7W, 9C, dan JAK 22.
Sementara itu, genangan air dan kepadatan lalu lintas di kawasan Pulo Nangka arah Monas turut memengaruhi layanan Koridor 3 serta rute 2A, 3E, dan 3F.
Transjakarta juga mencatat sebanyak 28 rute mengalami penyesuaian akibat genangan banjir. Dari jumlah tersebut, 22 rute terdampak langsung, yang terdiri dari 19 rute Mikrotrans, dua Angkutan Umum Integrasi, dan satu layanan BRT.
Untuk layanan BRT, Koridor 10 rute PGC 2–Tanjung Priok dilakukan pengalihan.
Sementara Angkutan Umum Integrasi yang terdampak antara lain rute 1M Blok M–Meruya dan rute 3E Sentraland Cengkareng–Puri Kembangan yang juga dialihkan.
Pada layanan Mikrotrans, sebagian besar rute dilakukan pengalihan dan perpendekan rute.
Namun, satu rute yakni JAK.112 Terminal Tanah Merah–Pulogadung terpaksa dihentikan sementara atau stop operasi akibat kondisi genangan yang belum memungkinkan untuk dilalui.
Ayu menambahkan, Transjakarta terus memantau kondisi lapangan secara berkala agar layanan dapat kembali beroperasi normal secepat mungkin.
“Transjakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Keselamatan penumpang dan armada menjadi prioritas utama kami,” tandasnya.
Transjakarta mengimbau pelanggan untuk memantau informasi terkini melalui aplikasi TJ: Transjakarta serta kanal media sosial resmi, yakni akun X @pt_transjakarta dan Instagram @infotije, guna mendapatkan pembaruan penyesuaian rute dan layanan secara real time.