TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan dengan menanam 4.000 bibit pohon secara serentak di wilayah Kabupaten Merangin, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Merangin H M Syukur, didampingi Wakil Bupati H Abdul Khafidh, jajaran kepala OPD, serta unsur Forkopimda. Penanaman bibit pohon secara simbolis dipusatkan di halaman Kantor Bupati Merangin.
Aksi penghijauan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi, yang dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota melalui sambungan Zoom Meeting.
Kegiatan “Hijaukan Bumi Jambi” dipimpin Gubernur Jambi H Al Haris dan diikuti seluruh kepala daerah se-Provinsi Jambi. Program ini juga merupakan bagian dari atensi nasional dalam pelibatan generasi muda terhadap pelestarian lingkungan.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) turut memantau kegiatan tersebut. Hadir mewakili KLHK, Staf Ahli Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Noer Adi Warjojo.
Dalam laporannya kepada Menteri LHK dan Gubernur Jambi, Bupati Merangin H M Syukur menegaskan pentingnya kolaborasi lintas generasi, khususnya keterlibatan generasi muda dan civil society sebagai garda terdepan pelestarian lingkungan.
“Hari ini jajaran OPD, TNI, dan Polri bersama-sama menanam hampir 4.000 bibit pohon. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud semangat kolektif untuk mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi masa depan Jambi,” ujar H M Syukur.
Penanaman bibit pohon tidak hanya terpusat di kawasan perkantoran, tetapi juga menyasar sejumlah titik strategis di berbagai kecamatan. Di antaranya Kecamatan Pamenang Selatan (Desa Tambang Emas), Pamenang Barat (Desa Pulau Tujuh), Renah Pembarap (Desa Merkeh), Renah Pamenang (Desa Meranti), serta Kecamatan Jangkat dan Jangkat Timur di Desa Pematang Pauh, Tanjung Benuang, Gedang, Pulau Tengah, dan Rantau Kermas.
Pemilihan jenis bibit dilakukan secara cermat dengan mengombinasikan tanaman pelindung dan tanaman produktif, sehingga diharapkan memberikan manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.
Adapun jenis bibit yang ditanam meliputi tanaman konservasi dan industri seperti kayu manis dan durian. Selain itu, tanaman konsumsi dan bernilai ekonomi seperti alpukat, manggis, rambutan, dan petai, serta tanaman kopi yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Harapannya, selain menjadikan lingkungan lebih hijau, tanaman produktif seperti kopi dan kayu manis ini nantinya dapat menopang perekonomian masyarakat,” tutup H M Syukur. (Tribunjambi.com/Frengky Widarta)
Baca juga: Antar Warga Berobat, Mobil Ambulans asal Merangin Jambi Kecelakaan di Sijunjung
Baca juga: Basarnas Jambi Berpacu dengan Arus Sungai Batanghari, Warga Loncat dari Jembatan Aur Duri I