TRIBUNTRENDS.COM - Kasus pilu yang menimpa Suderajat, penjual es gabus yang viral karena dituduh menjual es busa kasur, kini memasuki babak baru yang kian memanas.
Jika sebelumnya publik mengecam aksi represif oknum aparat, kini amarah warganet bergeser pada satu titik, sosok perempuan misterius yang diduga menjadi sumbu awal munculnya fitnah keji tersebut.
Keriuhan ini bermula saat akun TikTok @buyathomyofficial mengunggah sebuah video yang langsung menyita perhatian publik.
Dalam unggahan tersebut, ia memperlihatkan foto seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai orang pertama yang menyebarkan narasi keliru bahwa es gabus milik Suderajat berbahan spons atau polyurethane foam.
Narasi keliru inilah yang kemudian berujung pada penyiksaan fisik dan trauma mendalam bagi sang pedagang kecil.
"Nih, kalian masih inget ga dengan foto perempuan yang ada di belakang layar gue ini? Ini perempuan adalah awal dari timbulnya siksa dan trauma yang dialami oleh penjual es kue," ujar sang TikToker dengan nada geram.
Ia juga mengajak warganet untuk menggunakan kekuatan media sosial guna melacak keberadaan perempuan tersebut agar bertanggung jawab secara hukum.
"Coba nih, cari perempuan ini. The Power of TikTok. Bagikan share sebanyak-banyaknya agar si perempuan ini juga ikut serta diseret... Mulutnya yang enggak tahu dan enggak ngerti es itu adalah es kue," tambahnya lagi.
Baca juga: Ketulusan Hati Penjual Es Gabus, Pilih Damai dengan Oknum TNI & Polisi yang Sempat Fitnah dan Aniaya
Gelombang pencarian ini ternyata sampai ke telinga tim hukum papan atas.
Putri Maya Rumanti, asisten pribadi pengacara kondang Hotman Paris sekaligus kuasa hukum Vina Cirebon, turut membagikan foto perempuan tersebut melalui Instagram Story-nya pada Rabu (28/1/2026).
"Bisa minta info tentang mbak ini?" tulis Putri singkat namun tegas, mengisyaratkan bahwa pihak hukum mulai serius menelusuri akar masalah ini.
Baca juga: Pasal Penyiksaan Mengintai: Oknum Aparat Penganiaya Penjual Es Gabus Terancam 7 Tahun Penjara
Sementara itu, Hotman Paris secara terbuka menyatakan pembelaannya terhadap Suderajat.
Dengan gaya khasnya yang lugas, ia memastikan akan memberikan pendampingan hukum total tanpa biaya sepeser pun demi alasan kemanusiaan.
"Bapak korban penjual es kue yang lagi rame di medsos, ribuan orang minta tolong ke Hotman untuk membantu. Saya sudah posting, silakan korbannya atau keluarganya menghubungi Hotman 911," tegas Hotman Paris.
Tak main-main, Hotman berjanji akan menerjunkan tim besar untuk mengawal kasus ini.
"Saya akan langsung kirim 10 orang pengacara untuk menemui bapak hari ini juga. Kalau para naga (pengusaha) bayar saya mahal, tapi kalau rakyat susah seperti ini, sudah ribuan orang kita tolong dan nggak ada munafik-munafikan mencari nama," pungkasnya.
Baca juga: Rezeki Suderajat Penjual Es Gabus: Rumah Diperbaiki, Anak Sekolah Lagi, Jaminan Kesehatan di Tangan
Ingatan publik kembali mundur pada kejadian kelam Sabtu (24/1/2026) di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Suderajat mengisahkan bagaimana dirinya diperlakukan secara tidak manusiawi oleh oknum aparat hanya berdasarkan laporan warga tanpa bukti laboratorium.
“Saya (diperlakukan) kayak anjing. Kaki disuruh diangkat-angkat. Saya disabet pakai selang air. Ada 10 orang yang menganiaya saya,” ungkap Suderajat dengan nada pedih, Selasa (27/1/2026).
Meski sempat dibebaskan dengan kompensasi Rp 300.000, nilai tersebut dirasa tak sebanding dengan hancurnya dagangan, rasa sakit fisik, hingga trauma psikis yang dialaminya.
Terlebih, tuduhan "es berbahaya" itu terpatahkan total setelah Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya menyatakan seluruh sampel dagangan Suderajat aman dan layak konsumsi.
Kini, fokus publik tertuju pada pertanggungjawaban pihak-pihak yang memulai fitnah tersebut.
Karena bagi seorang pedagang kecil seperti Suderajat, satu fitnah bukan sekadar kata-kata, melainkan pemutus rantai nafkah bagi anak dan istri.