TRIBUNJAMBI.COM – Menjelang sore, kawasan Danau Sipin mulai dipadati warga.
Suasana yang teduh, angin sepoi-sepoi, dan pemandangan danau yang membentang luas menjadikan kawasan ini pilihan utama masyarakat Kota Jambi untuk melepas penat setelah beraktivitas.
Terletak di Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Danau Sipin merupakan danau alami terbesar di kota ini dengan luas sekitar 80 hektare.
Kawasan yang dulunya dikenal sebagai lokasi memancing itu kini bertransformasi menjadi destinasi wisata keluarga yang ramai dikunjungi.
Pada sore hari, pengunjung tampak memanfaatkan jogging track yang mengelilingi danau untuk berjalan santai atau sekadar duduk menikmati pemandangan.
Tidak sedikit pula yang mengabadikan momen dengan latar belakang danau yang tenang dan cahaya matahari senja.
Kawasan wisata Danau Sipin di Kota Jambi memang menyuguhkan panorama yang menarik saat sore hari. Cuaca yang relatif sejuk membuat aktivitas bersantai dan berfoto terasa lebih nyaman. (Tribunjambi/Rara)
Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga dapat menjajal wisata air yang tersedia. Salah satu wahana yang paling diminati adalah perahu bebek dayung yang memungkinkan pengunjung berkeliling danau.
Sejak beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Jambi melakukan penataan kawasan Danau Sipin agar lebih tertata dan ramah wisatawan. Upaya tersebut berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar danau.
Saat ini, sekitar 100 unit perahu bebek beroperasi di Danau Sipin. Perahu-perahu tersebut dikelola oleh beberapa kelompok masyarakat yang masing-masing memiliki dermaga sederhana berbahan papan.
Untuk menikmati wahana perahu bebek, pengunjung cukup membayar Rp25.000. Dengan tarif tersebut, pengunjung dapat mengelilingi Danau Sipin selama kurang lebih 30 menit sambil menikmati suasana danau dari tengah perairan.
Selain perahu bebek, ketek wisata juga menjadi pilihan pengunjung. Salah seorang pengelola perahu, Wak Meng, mengaku aktivitas wisata di Danau Sipin memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi masyarakat sekitar.
“Kalau sore dan akhir pekan, ramai. Lumayan untuk menambah penghasilan,” ujarnya.
Sebelum berkembang sebagai destinasi wisata, Danau Sipin lebih dahulu dikenal sebagai spot memancing favorit. Berbagai jenis ikan air tawar hidup di kawasan perairan yang terhubung dengan Sungai Batanghari tersebut.
Hingga kini, aktivitas memancing masih berlangsung dan menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, beberapa perlombaan memancing kerap menjadikan Danau Sipin sebagai lokasi kegiatan.
Perpaduan antara keindahan alam, fasilitas wisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadikan Danau Sipin tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga ruang hidup bersama yang terus berkembang di jantung Kota Jambi.
Baca juga: Danau Letang, Wisata Air Berbasis Swadaya Masyarakat di Kabupaten Batang Hari