Intip Cara Warga Lombok Mengolah Nyale Menjadi Hidangan Gurih
January 29, 2026 03:20 PM

TRIBUNLOMBOK.COM - Perayaan Bau Nyale di pesisir selatan Lombok tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga pesta kuliner bagi masyarakat suku Sasak.

Hasil tangkapan cacing laut yang berwarna-warni ini menjadi hidangan istimewa yang sangat dinanti.

Meski sebagian orang memilih mengonsumsinya secara langsung, teknik pengolahan tradisional tetap menjadi primadona di meja makan warga lokal.

Salah satu cara favorit masyarakat di wilayah Pujut, Lombok Tengah, untuk menikmati hasil laut ini adalah dengan teknik pepes.

Berbeda dengan pepes pada umumnya, warga menggunakan media alami berupa pelepah daun kelapa muda.

Daun tersebut dibentuk menyerupai wadah silinder dengan bagian bawah yang meruncing, lalu dikunci menggunakan lidi.

Sebelum dimasukkan ke dalam wadah, nyale harus melalui proses pembersihan yang teliti. Semua kotoran dan rumput laut yang terbawa saat proses penangkapan harus dipisahkan agar cita rasa aslinya tetap terjaga.

Setelah bersih, nyale dimasukkan ke dalam bungkusan daun kelapa untuk siap melalui proses pemanggangan.

Proses Pembakaran yang Khas Keunikan lain terletak pada bara api yang digunakan.

Masyarakat lokal biasanya memanfaatkan kulit daun kelapa kering sebagai bahan bakar karena sifatnya yang cepat terbakar dan menghasilkan panas yang stabil.

Nyale kemudian dibakar hingga daun kelapa berubah warna menjadi hitam kekuningan, yang menandakan isi di dalamnya telah matang sempurna.

Hasil olahan ini menghasilkan tekstur yang gurih dan aroma yang sangat menggugah selera. Hidangan ini paling nikmat disantap bersama sambal terasi khas Lombok dan perasan jeruk purut segar.

Selain dipepes, nyale juga sering diolah menjadi masakan gorengan atau dimasak dengan kuah santan yang kental.

Khasiat dan Kepercayaan Mistis Bagi masyarakat Sasak, nyale bukan sekadar bahan makanan. Ada kepercayaan kuat mengenai khasiat kesehatan yang terkandung di dalamnya, sehingga sebagian orang masih memakannya mentah-mentah sebagai obat alami.

Bahkan, air sisa tangkapan nyale sering digunakan sebagai sembeq (tanda di dahi) yang dipercaya dapat memberikan perlindungan dari gangguan roh jahat selama perayaan berlangsung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.