TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Leluhur Presiden ke- 8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bernama Raden Tumenggung Yudanegara II merupakan sosok penting di Kabupaten Banyumas.
RT Yudanegara II merupakan Bupati ke-7 Banyumas yang memimpin di era tahun 1707-1745.
Sosok RT Yudanegara II jugalah yang mendirikan kantor pemerintahan dan pendopo lama di Kota Lama Banyumas.
Saat ini, pusat pemerintahan lama itu digunakan sebagai Kantor Camat Banyumas.
Pendirian pendopo lama tersebut awalnya karena melihat tanda atau tenger sumur mas.
Baca juga: Dibangun Leluhur Presiden Prabowo, Ini Sejarah Kota Lama Banyumas
Camat Banyumas, Jakarta Tisam mengatakan, RT Yudanegara II juga dijuluki sebagai Adipati Seda Pandapa.
Julukan ini erat kaitannya dengan Kerajaan Mataram.
"Jadi, kantor bupati yang berada di kawasan Kota Lama Banyumas ini didirikan di era kepemimpinan RT Yudanegara II, Bupati ke-7 Banyumas," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (27/1/2026).
Jek, sapaan akrabnya mengungkapkan, leluhur Presiden Prabowo itu memindahkan pusat pemerintahan yang awalnya ada di Desa Kalisube.
RT Yudanegara II mendirikan pusat pemerintahan yang berada di Desa Sudagaran karena melihat keberadaan sumur mas.
Sumur mas tersebut saat ini masih ada di belakang kantor Kecamatan Banyumas dengan kedalaman 2 meter.
Hanya saja, kondisi saat ini tidak ada airnya.
Namun, terkadang, sumur itu mengeluarkan air.
"Beliau melihat ada sumur mas di sini, (itu sebabnya) beliau memindahkan pusat pemerintahan ke sini."
"Di sini, beliau mendirikan kantor dan pendopo," ungkapnya.
Baca juga: 3 Alasan Kenapa Kamu Wajib Coba Trans Banyumas Koridor 4 ke Kota Lama
Jek mengatakan, sebelum masa RT Yudanegara II, pusat pemerintahan berada di Desa Kalisube, didirikan oleh Bupati pertama Banyumas, Joko Kahiman.
Joko Kahiman mendirikan pusat pemerintahan di Kalisube karena ada pohon tembaga.
Joko Kahiman memerintah Banyumas pada 1582-1583.
"Joko Kahiman yang dijuluki Adipati Mrapat, Bupati Banyumas pertama, mendirikan pusat pemerintahan di Desa Kalisube."
"Persis dekat dengan pohon tembaga."
"Saat ini, pohonnya masih ada," katanya. (*)