TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan menjelaskan penyebab cuaca panas yang terasa menyengat di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Utara (Kaltara), dalam beberapa pekan terakhir.
Forecaster On Duty BMKG Tarakan, Hatta Rachim, mengatakan suhu udara maksimum harian di wilayah Kalimantan Utara pada akhir Januari 2026 tercatat mencapai 34 hingga 35 derajat Celsius.
“Peningkatan suhu udara ini dipengaruhi oleh minimnya gangguan atmosfer, seperti Madden Julian Oscillation (MJO) dan konvergensi massa udara di wilayah Kalimantan Utara, sehingga kondisi cuaca menjadi sangat cerah dan terik,” ujar Hatta Rachim.
Selain itu, BMKG Tarakan juga memantau adanya beberapa bibit siklon yang terbentuk di wilayah selatan Indonesia.
Baca juga: Cuaca Panas Terik, BPBD Kaltara Ingatkan Warga untuk Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan
Kondisi tersebut menyebabkan pergerakan massa udara dari Kalimantan Utara menuju pusat tekanan rendah di selatan Indonesia.
“Akibatnya, aktivitas pembentukan awan hujan justru lebih dominan terjadi di wilayah selatan Indonesia," lanjutnya.
Sementara itu wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Utara, cenderung berada dalam kondisi cuaca cerah dengan intensitas penyinaran matahari yang sangat tinggi.
Hatta menambahkan, kondisi tersebut membuat potensi terbentuknya awan hujan di Kalimantan Utara menjadi sangat rendah. Dampaknya, suhu udara terasa lebih panas dan menyengat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
BMKG Tarakan juga mencatat adanya beberapa titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Kalimantan Utara.
Baca juga: Cuaca Panas di Tana Tidung Kaltara, Dagangan Penjual Es Pinggir Jalan Semakin Laris
Hal ini dipicu oleh suhu udara yang tinggi, kondisi lahan yang semakin kering, serta kelembapan udara yang lebih rendah dibandingkan beberapa bulan lalu.
“Dalam beberapa minggu terakhir, kombinasi faktor tersebut menyebabkan suhu udara di Kalimantan Utara terasa lebih panas,” katanya.
Meski demikian, BMKG memprediksi kondisi suhu panas ini akan berangsur mereda dalam beberapa hari ke depan seiring dengan pergeseran pola cuaca regional.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi tubuh, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengurangi aktivitas berat di luar ruangan, terutama pada siang hari saat terik matahari,” pungkas Hatta.
(*)
Penulis: Andi Pausiah