Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Pada tahun 2025, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menempati urutan pertama atau sebanyak 6.509 kasus yang mendominasi masyarakat di wilayah endemik Malaria yaitu 5 kampung di Distrik Mimika Tengah.
Lima kampung itu adalah Atuka yang merupakan ibu kota distrik, Kampung Tiwaka, Kampung Keakwa,Kampung Aikawapuka, Kampung Kamora merupakan kawasan endemik malaria sebab berada di wilayah pesisir.
Disebut endemik malaria sebab kondisi geografis dan lingkungannya merupakan surga bagi perkembangbiakan nyamuk Anopheles.
Kepala Puskesmas Atuka, Julia Tahitu, mengatakan ISPA menempati urutan pertama dari 10 besar penyakit yang banyak dialami masyarakat lima kampung. Sementara itu, penyakit malaria berada di posisi kedua.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Papua Besok, Jumat 30 Januari 2026: Mamberamo Raya Hujan Sedang di Siang Hari
“Dari sepuluh besar penyakit, ISPA paling tinggi, disusul malaria,” ujar Julia di Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah, Kamis, (29/1/2026).
Sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 6.509 kasus ISPA. Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan, kondisi cuaca, serta pola hidup masyarakat.
Meski demikian, pihak Puskesmas Atuka terus melakukan berbagai upaya promotif dan preventif, salah satunya melalui promosi kesehatan yang dilakukan secara rutin di Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
“Setiap bulan petugas turun langsung ke pustu, posyandu, dan Puskesmas untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: HIV-AIDS di Kabupaten Jayapura Tembus 6.248 Kasus Seiring Krisis Anggaran
Pada tahun yang sama, pihak puskesmas mencatat tren kasus malaria adalah sebanyak 2.876 kasus. Tingginya angka tersebut, juga dipengaruhi oleh pemeriksaan darah yang dilakukan berulang pada pasien yang sama sehingga banyak kasus terdeteksi.
Dalam penanganannya, Puskesmas Atuka tetap melakukan pengobatan dengan melibatkan Pengawas Minum Obat (PMO). Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Program Kampung Sehat untuk memantau pasien malaria, mulai dari pemeriksaan hingga memastikan obat diminum sampai tuntas.
"Kami tetap melakukan pengobatan dengan pendampingan PMO dan bekerja sama dengan Program Kampung Sehat agar pasien patuh minum obat,"ujarnya.
Meskipun ISPA dan malaria cukup tinggi, jumlah kasus pada tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024. Penurunan tersebut dinilai sebagai hasil dari upaya promotif dan preventif yang terus digencarkan oleh tenaga kesehatan.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Nabire-Biak Februari 2026, Ada KM Dobonsolo
Selain pelayanan kesehatan umum, Puskesmas Atuka juga rutin melaksanakan layanan posyandu bagi ibu hamil, bayi dan balita. Saat ini, Puskesmas Atuka telah dilengkapi dengan alat USG portable untuk melayani ibu hamil.
“Alat USG portable ini tidak hanya digunakan di Atuka, tetapi juga bisa dibawa keliling ke empat kampung lainnya untuk menjangkau ibu hamil,” tutur Julia.
Adapun wilayah pelayanan Puskesmas Atuka meliputi lima kampung, yakni Kampung Atuka, Keakwa, Timika Pantai, Aikawapuka dan Mioko.(*)