Satgas PRR: Jalan Nasional di Sumatera Sudah 100 Persen Berfungsi
kumparanNEWS January 29, 2026 04:19 PM
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) melaporkan perkembangan signifikan pemulihan konektivitas darat di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fokus utama saat ini berada pada penyelesaian jalan daerah dan jembatan yang masih dalam tahap konstruksi.
Juru bicara Satgas, Amran, menyampaikan bahwa di Provinsi Aceh seluruh jalan dan jembatan nasional telah berfungsi 100 persen.
Sementara jalan daerah telah berfungsi sebesar 90,68 persen dan jembatan baru mencapai 44,54 persen dari total seluruh jalan dan jembatan di Aceh.
“Untuk konektivitas darat di Provinsi Aceh, jalan dan jembatan nasional sudah berfungsi secara total 100 persen. Jalan (yang sudah berfungsi) sebesar 90,68 persen. Jalan ini tinggal sedikit ya,” kata dia dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat pada Kamis (29/1).
Kondisi serupa juga terjadi di Provinsi Sumatera Utara. Jalan dan jembatan nasional dilaporkan telah berfungsi sepenuhnya. Untuk jalan daerah, tingkat fungsionalitas mencapai 96,89 persen, sementara jembatan baru berfungsi 28,13 persen dan saat ini masih dalam tahap penyelesaian.
“Kemudian jalan daerah 96,89 persen berfungsi, jembatan 28,13 persen. Yang sementara saat sekarang ini dilakukan penyelesaian,” papar Amran.
Adapun di Provinsi Sumatera Barat, lanjut Amran, jalan nasional telah berfungsi 100 persen. Jalan dan jembatan daerah tercatat telah berfungsi 88,2 persen, sementara jembatan mencapai 54,93 persen dan masih menyisakan beberapa titik pekerjaan.
“Di Sumatera Barat, jalan nasional sudah berfungsi secara keseluruhan 100 persen. Jalan dan jembatan daerah sudah berfungsi 88,2 persen, sementara jembatan sudah berfungsi 54,93 persen,” tuturnya.

Progres Pembangunan Jembatan

TNI AD masih dalam progres pembangunan jembatan untuk menyambung kembali konektivitas warga terdampak bencana di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang hingga Rabu (28/1/2026). Foto: Dok. Bakom RI
zoom-in-whitePerbesar
TNI AD masih dalam progres pembangunan jembatan untuk menyambung kembali konektivitas warga terdampak bencana di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang hingga Rabu (28/1/2026). Foto: Dok. Bakom RI
Terkait pembangunan jembatan, Amran menjelaskan bahwa di Aceh terdapat progres signifikan pada 18 titik, sementara 30 titik lainnya masih dalam tahap persiapan.
Sejumlah jembatan menunjukkan perkembangan beragam, antara lain Bandara Rembele dengan progres 75 persen, Bener Pepanyi 85 persen, di Wisata Laut Jangka 68 persen, Peudada Angkup 55 persen, Matang Serdang 20 persen, serta Kuning Baro yang baru dimulai dengan progres 10 persen.
Di Sumatera Utara, pembangunan jembatan Armco dan Bailey di beberapa lokasi telah selesai 100 persen. Jembatan Armco adalah jembatan yang dibangun dengan gorong-gorong tipe Armco, struktur pipa berbahan dasar lembaran baja galvanis.
“Di Sumatera Utara, ini di beberapa tempat untuk pembangunan Jembatan Armco dan Bailey sudah 100 persen. Kemudian ada 21 titik baru dalam tahap rencana yang sementara proses konstruksi. Baik di Aceh, maupun Sumatera Utara, ini dibangun oleh TNI,” ujar Amran.
Pekerja Dinas PUPR Sumut dan prajurit TNI menyelesaikan pembuatan jembatan gantung di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (27/1/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja Dinas PUPR Sumut dan prajurit TNI menyelesaikan pembuatan jembatan gantung di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (27/1/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
Sementara di Sumatera Barat, progres pembangunan jembatan rata-rata telah mendekati penyelesaian. Jembatan Sungai Lasi mencapai 97 persen, Sampia Sungai Rangeh 98 persen, Bancah Maninjau 98 persen, Serange Bayua 90 persen, Muaro Busuap 90 persen, dan Air Tanganan 93 persen.
“Tinggal di Hujan Gagak yang 15 persen tahap penyelesaiannya,” lanjut Arman.
Selain oleh TNI, pembangunan jembatan juga dilakukan oleh Polri. Di Aceh terdapat 11 lokasi pembangunan jembatan dengan lima di antaranya telah selesai. Di Sumatera Utara, dari tiga lokasi, dua jembatan telah rampung. Sementara di Sumatera Barat, dari 10 lokasi pembangunan, empat jembatan telah selesai dikerjakan.
Amran menyatakan, perkembangan perbaikan sarana jalan dan jembatan di wilayah terdampak bencana tersebut akan terus dilaporkan secara berkala seiring berjalannya proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.