TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menyala di Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau pada Kamis (29/1/2026).
Padahal api sudah sempat berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari berbagai instansi.
Karhutla muncul sejak tiga hari yang lalu di wilayah Tanjung Raya Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Pangkalan Kerinci.
Kebakaran membesar dan meluas sampai ke wilayah Simpang Kualo, Pangkalan Kerinci yang masih satu hamparan.
"Sebenarnya sudah padam sore kemarin yang di arah Tanjung Raya, tinggal pendinginan. Tapi pagi tadi, naik lagi apinya," beber Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Masih Ada Api di Tengah Lahan, Karhutla di Teluk Meranti Pelalawan Mulai Terkendali
Baca juga: Dua Titik Karhutla Bengkalis Berhasil Dikendalikan, BPBD: Sudah Proses Pendinginan
Diterangkannya, dalam penanggulangan Karhurla di Pangkalan Kerinci, puluhan personil gabungan dari berbagai instansi diterjunkan.
Pasalnya, kasus kebakaran lahan itu menjadi atensi karena dekat di ibukota kabupaten sebagai pusat perekonomian dan pemerintahan.
Proses pemadaman dibagi dalam beberapa tim dengan mengepung titik api, baik dari arah Tanjung Raya maupun dari Simpang Kualo.
Api sempat merempet dan hampir mendekati jalan aspal berjarak 50 meter.
Menggunakan berbagai peralatan dan tim gabungan yang juga melibatkan perusahaan swasta, api berhasil dikuasai dan dipadamkan.
Namun sebagian masih mengeluarkan asap, mengingat lahan tersebut merupakan lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar dan sawit milik masyarakat.
"Makanya hari ini fokus pendinginan di bagian Tanjunh Raya. Semua personil difokuskan ke sana, agar api tidak meluas lagi," ujar Zulfan.
Lahan yang telah hangus dilalap api diperkirakan lebih dari dua hektar.
Upaya pemadaman hampir tidak ada kendala, sebab stok air banyak da personil Damkar tidak sedikit.
"Cuaca tampaknya sudah mulai hujan. Mudah-mudahan bisa padam total," pungkasnya.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)