Mahasiswa Asing Belajar Batik dan Gamelan di Nation Star Academy Surabaya
January 29, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Surabaya, Jawa Timur (Jatim), menjadi saksi antusiasme puluhan mahasiswa dan dosen mancanegara saat mereka menyelami kekayaan budaya Indonesia. Bertempat di Nation Star Academy (NSA) Surabaya, Kamis (29/1/2026), para peserta dari berbagai negara ini tidak sekadar menonton, melainkan terjun langsung mempraktikkan kesenian tradisional Jawa Timur dan nasional.

Kegiatan ini, merupakan inisiatif kolaboratif untuk memperkenalkan identitas bangsa ke kancah global melalui pengalaman sensorik yang nyata.

Pengalaman Langsung Membatik hingga Menari Gandrung

Menurut pengamatan SURYA.co.id di lokasi, para peserta yang berasal dari latar belakang budaya berbeda, tampak antusias mengikuti setiap sesi. 

Mereka diajak untuk memahami filosofi di balik setiap karya seni yang mereka pelajari. 

Berikut adalah rincian aktivitas dan elemen budaya yang dipelajari para mahasiswa asing:

  • Seni Musik Tradisional: Praktik langsung memainkan instrumen gamelan, angklung, dan kulintang bersama siswa NSA.
  • Seni Tari: Mempelajari gerakan khas Tari Gandrung, kesenian ikonik asal Jawa Timur.
  • Seni Batik: Praktik membatik motif Kawung, motif klasik tertua yang melambangkan keseimbangan hidup dan empat arah mata angin.
  • Asal Peserta: Mahasiswa dan dosen berasal dari Filipina, China, Malaysia, hingga Rusia.

Sinergi NSA dan ITS untuk Internasionalisasi Budaya

Kepala Sekolah SMP NSA Surabaya, Ingriette Liany Widyasari, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari program internasional jangka panjang. 

Program ini terselenggara berkat kerja sama strategis antara NSA Surabaya dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), melalui Direktorat Kemitraan Global (DKG).

"Selain melatih kemampuan literasi dan komunikasi pelajar kami, program ini bertujuan mengenalkan budaya tradisional Indonesia ke kancah internasional dengan cara yang lebih personal," ujar Ingriette kepada SURYA.co.id

Ia menambahkan, bahwa kegiatan ini menjadi wadah akulturasi yang memperkuat pemahaman lintas budaya bagi siswa lokal maupun tamu asing.

Kesan Mendalam Mahasiswa Rusia

Pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Illya Muhin, mahasiswa asal Rusia, mengaku sangat terkesan karena bisa berinteraksi langsung dengan objek budaya yang dipelajari.

"Saya sangat menikmati budaya di sini. Hal yang menarik adalah kami tidak hanya melihat, tetapi juga mencoba melakukannya sendiri. Menjelajahi budaya di sini benar-benar sangat menyenangkan bagi saya yang belum pernah ke Indonesia sebelumnya," ungkap Illya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.