Anak Tantrum di Tempat Umum, Apa yang Sebaiknya Dilakukan Ibu?
Grid January 29, 2026 04:34 PM

NOVA.id -Anak tiba-tiba menangis keras, berteriak, atau menjatuhkan badan ke lantai saat di tempat umum sering membuat ibu panik.

Rasanya malu, bingung, dan takut dinilai orang lain. Padahal, tantrum adalah hal yang wajar, terutama pada anak usia balita.

Kenapa Anak Bisa Tantrum?

Perlu diingat, anak yang tantrum bukan berarti nakal.

Penyebab anak bisa tantrum biasanya karena merasa lapar, capek, keinginannya tidak dituruti, terlalu ramai dan berisik, atau ingin diperhatikan.

Di tempat umum, suasana yang ramai dan berisik juga bisa membuat anak lebih cepat kewalahan.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Ibu?

1. Ibu Tenang Dulu

Hal pertama yang perlu dilakukan ibu adalah menenangkan diri sendiri. Memang tidak mudah, tapi emosi ibu sangat berpengaruh pada anak.

Jika ibu ikut marah atau panik, anak justru bisa menangis lebih lama. Tarik napas sebentar dan yakinkan diri bahwa situasi ini bisa dilewati.

2. Jangan Dimarahi atau Dibentak

Saat anak sedang tantrum, sebaiknya ibu tidak membentak, mengancam, atau memarahi.

Anak yang sedang diliputi emosi tidak bisa diajak berpikir atau dinasihati.

Kalimat keras justru membuat anak merasa tidak aman.

3. Ajak ke Tempat Lebih Sepi

Jika memungkinkan, ajak anak ke tempat yang lebih sepi. Suasana yang lebih tenang bisa membantu anak menurunkan emosinya.

4. Akui Perasaannya

Setelah itu, ibu bisa berbicara dengan suara lembut dan mengatakan bahwa ibu mengerti perasaannya. Kalimat sederhana seperti "Mama tahu kamu lagi marah" sering kali sudah cukup membuat anak merasa dipahami.

5. Tunggu Sampai Tangisnya Reda

Tidak perlu memaksa anak langsung berhenti menangis. Biarkan emosinya keluar terlebih dahulu. Setelah tangisnya mulai reda, barulah ibu bisa mengajak bicara pelan-pelan dan menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Yang juga penting, ibu tidak perlu merasa malu berlebihan.

Tatapan orang lain tidak menentukan kualitas ibu sebagai orang tua. Setiap anak pernah tantrum, dan hampir semua ibu pernah mengalaminya.

Setelah anak benar-benar tenang, ibu bisa mengajaknya bicara singkat tentang apa yang terjadi dan memberikan pelukan jika anak menginginkannya.

Momen ini justru bisa menjadi waktu belajar yang baik bagi anak untuk mengenali emosinya.

Untuk ibu, ingat satu hal: tantrum bukan tanda ibu gagal.

Ibu yang mau sabar, belajar, dan tetap mendampingi anak di saat sulit adalah ibu yang hebat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.