TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Keterbatasan armada yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, tidak menyurutkan semangat personel untuk tetap siaga dan merespons cepat setiap aduan masyarakat.
Meski hanya didukung dua unit armada tua, Damkar Pasangkayu mampu mencatatkan waktu respons di bawah 30 menit sejak laporan diterima hingga tiba di lokasi kejadian.
Kepala Dinas Damkar Pasangkayu, Syamsuddin, mengakui kondisi armada saat ini jauh dari ideal. Namun, ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak menjadi alasan untuk mengendurkan pelayanan.
Baca juga: Keterbatasan Armada, Damkar Pasangkayu Hanya Jangkau 6 dari 12 Kecamatan
Baca juga: Damkar Pasangkayu Klarifikasi Dinilai Lambat Tangani Kebakaran di Desa Pedanda
“Armada Damkar saat ini hanya dua unit dan usianya sudah cukup tua. Meski begitu, kami tetap berupaya semaksimal mungkin untuk merespons seluruh aduan masyarakat secepat mungkin,” ujar Syamsuddin saat ditemui di kantor Damkar Pasangkayu, Kamis (29/1/2026).
Menurut Syamsuddin, kunci respons cepat bukan hanya ketersediaan sarana, tetapi juga kesiapsiagaan dan kedisiplinan personel.
Seluruh anggota selalu diingatkan bahwa tugas Damkar adalah pekerjaan darurat yang menuntut kecepatan dan ketepatan.
Fokus utama Damkar Pasangkayu adalah memastikan setiap laporan kebakaran atau keadaan darurat lain dapat ditangani dengan cepat, tanpa program parsial yang bersifat terbatas.
Sebagai solusi atas keterbatasan armada dan luasnya wilayah jangkauan, Syamsuddin menyebut bahwa Damkar sedang membangun kerja sama dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Pasangkayu.
Perusahaan-perusahaan ini diharapkan memiliki armada pemadam kebakaran sendiri yang dapat membantu penanganan awal saat terjadi kebakaran di area operasional perusahaan maupun pemukiman warga terdekat.
“Perusahaan diwajibkan memiliki armada Damkar, sehingga dapat membantu mewujudkan ketepatan waktu penanganan kebakaran,” ujar Syamsuddin.
Selain itu, Damkar Pasangkayu gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait nomor layanan Damkar, agar laporan kebakaran atau keadaan darurat lain bisa segera diterima dan ditindaklanjuti.
Kondisi geografis dan jarak antarwilayah menjadi tantangan tersendiri.
Dari 12 kecamatan, armada Damkar saat ini hanya mampu menjangkau secara optimal lima kecamatan: Pasangkayu, Pedongga, Tikke Raya, Bambalamotu, dan Bambaira, dengan rata-rata waktu tempuh sekitar 30 menit, padahal idealnya hanya 15 menit.
Dengan adanya kerja sama bersama perusahaan, Syamsuddin berharap pelayanan penanganan kebakaran semakin maksimal dan merata.
Kolaborasi ini dinilai saling menguntungkan, karena keberadaan perusahaan memberi manfaat bagi masyarakat, sementara Damkar terbantu dalam mempercepat penanganan di lapangan.
“Keberadaan perusahaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan di sisi lain Damkar juga terbantu dalam mempercepat penanganan di lapangan,” tutupnya.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan