Sinergi Listrik Daerah! PLN dan Pemprov Bengkulu Tancap Gas Tingkatkan Pelayanan-PAD
January 29, 2026 04:54 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM - Komitmen PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui penguatan sinergi lintas sektor. 

Melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bengkulu bersama seluruh Pemerintah Daerah se-Provinsi Bengkulu, telah dilaksanakan Forum Sinergi Kelistrikan Provinsi Bengkulu, di salah satu Ballroom Hotel di Bengkulu, Selasa (27/1/2026). 

Forum yang untuk kedua kalinya dilaksanakan setelah sebelumnya digelar pada semester II tahun 2025 menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi dan engagement antara PLN dan Pemda, khususnya dalam kemudahan pelayanan ketenagalistrikan.

Dukungan tertib bayar listrik, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT).

General Manager PLN UID S2JB Adhi Herlambang menegaskan, kolaborasi erat antara PLN dan pemerintah daerah merupakan kunci utama dalam menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan kesejahteraan masyarakat. Sinergi yang kuat dengan Pemda menjadi fondasi penting agar layanan kelistrikan berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD,” ujar Adhi.

Manajer PLN UP3 Bengkulu, Teguh Aang Harmadi, menambahkan bahwa forum ini menjadi sarana komunikasi yang efektif untuk memperkuat sinergi.

Baca juga: PLN UID S2JB-DPRD Bengkulu Perkuat Kolaborasi, Apresiasi Dedikasi Petugas di Lapangan

Mengingat PLN merupakan bagian dari sistem pelayanan publik yang membutuhkan dukungan aktif pemerintah daerah.

“Saat ini pasokan energi listrik di Provinsi Bengkulu dalam kondisi memadai untuk mendukung perkebangan industri. Ke depan akan ada penambahan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) serta pembangunan jaringan listrik yang cukup luas. Untuk itu, PLN membutuhkan dukungan Pemda, khususnya dalam kemudahan pembebasan jaringan,” jelas Teguh.

Sepanjang tahun 2025, PLN telah merealisasikan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi 2.029 pelanggan di Bengkulu sebagai bentuk komitmen pemerataan akses listrik bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Manajer Pengamanan Pendapatan PLN UID S2JB, Mukhlas Riyadhoh, memaparkan mekanisme pengumpulan PBJT yang dilakukan melalui penagihan kepada pelanggan dan penyetoran langsung oleh PLN Pusat ke rekening masing-masing Pemda. 

Ia juga menjelaskan pemanfaatan aplikasi Jaga.id yang dikembangkan oleh KPK sebagai upaya transparansi pengelolaan PBJT.

“PLN secara rutin melakukan penyetoran PBJT ke seluruh Pemda sebelum tanggal 15 setiap bulan. Pada Januari 2026, total PBJT yang disetorkan mencapai Rp11,0 miliar,” ungkap Mukhlas.

Pertumbuhan ekonomi sejalan dengan pertumbuhan konsumsi energi listrik. 

Oleh karena itu, PLN mengajak Pemda untuk bersinergi mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penerapan electrifying lifestyle termasuk penggunaan kendaraan listrik, serta mendorong pembayaran listrik tepat waktu guna percepatan dan peningkatan PAD melalui PBJT.

Sebagai bentuk apresiasi, PLN memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Kaur atas pembayaran listrik tepat waktu sebelum tanggal 20. 

PLN juga mengapresiasi tiga Pemda, yakni Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Kepahiang, dan Kabupaten Kaur, yang telah tertib membayar rekening listrik sebelum tanggal 20. 

Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu peningkatan disiplin pembayaran listrik oleh seluruh Pemda.

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, S.KM., menyampaikan, apresiasi kepada PLN atas terselenggaranya forum sinergi tersebut.

Termasuk respons cepat PLN dalam menangani permasalahan kelistrikan dan program listrik gratis di tengah keterbatasan APBD tahun 2025.

“Kami akan mendukung PLN dalam pembayaran listrik tepat waktu sebagai bagian dari upaya peningkatan PAD. Sekitar 90 persen PAD bersumber dari pajak, sehingga kami mengajak masyarakat untuk membayar listrik tepat waktu dan memanfaatkan energi listrik secara optimal guna mendukung peningkatan PAD melalui PBJT,” ujarnya.

Melalui forum ini, PLN berharap kemitraan strategis dengan Pemerintah Daerah di Provinsi Bengkulu dapat terus diperkuat demi mewujudkan sistem kelistrikan yang andal, efisien, dan berkelanjutan, serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.