BANGKAPOS.COM -- Teka-teki siapa ayah kandung Ressa Rizky Rossano perlahan mulai terbongkar.
Ressa, pria berusia 24 tahun yang menyebut dirinya belum pernah mendapatkan pengakuan sebagai anak.
Perhatian publik terhadap Denada kian menguat seiring berlarutnya perkara dugaan penelantaran anak yang hingga kini belum menemui kepastian hukum.
Kisah Ressa mencuat setelah pernyataannya disampaikan dalam podcast Denny Sumargo.
Dalam perbincangan itu terungkap Ressa bahkan tidak mengetahui secara pasti siapa ayah biologisnya.
Kondisi tersebut telah ia alami sejak kecil, meski tumbuh dalam pengasuhan keluarga dekat Denada.
Baca juga: Sosok Bu Budi, 30 Tahun Jadi Guru Dipolisikan Gegara Nasihati Murid, Dapat 25 Ribu Petisi Keadilan
Ratih Puspita Dewi, perempuan yang membesarkan Ressa sejak kecil, ikut hadir dalam podcast tersebut.
Ratih diketahui merupakan adik ipar dari almarhumah Emilia Contessa, ibu kandung Denada.
Saat Denny Sumargo menanyakan langsung soal identitas ayah Ressa, Ratih memberikan respons singkat sambil tersenyum.
"Saya tidak tahu," kata Ratih.
Denny kemudian kembali menegaskan pertanyaannya.
"Tahu tetapi tidak mau tahu atau memang benar-benar tahu," kata Denny.
Ratih menjawab sambil menganggukkan kepala.
"Tahu, tapi nggak..." kata Ratih sembari menganggukkan kepala.
Pengakuan ini semakin memperjelas kebingungan yang dialami Ressa selama bertahun-tahun.
Anak Ratih yang juga menjadi kuasa hukum Ressa menyebut, kliennya sudah berulang kali mencoba mencari tahu asal-usul ayah kandungnya, namun tak pernah memperoleh jawaban pasti.
"Belum, tetapi dengar-dengar siapa orangnya sudah," kata Ressa.
Bagi Ressa, persoalan pengakuan bukan berkaitan dengan status Denada sebagai figur publik.
Ia menegaskan keinginannya hanya sebatas diakui sebagai anak dan menemukan sosok ibu kandung yang selama ini ia rindukan.
"Saya di sini nggak minta uang sepeserpun," kata Ressa.
Hubungan antara Denada Tambunan dan Al Ressa Rizky Rossano kembali menjadi sorotan publik karena konflik yang kian terbuka.
Dari sisi keluarga, suara kekecewaan datang dari Ratih Puspita Dewi yang dikenal sebagai Mama Ratih.
Ia merupakan tante Denada sekaligus sosok yang selama ini membesarkan Ressa.
Baca juga: Kronologi Awal Mula Suderajat Dicecar dan Dipaksa Oknum Aparat Makan Es Gabus Jualannya Sendiri
Mama Ratih mencurahkan isi hatinya saat hadir di podcast YouTube milik Denny Sumargo pada Selasa (27/1/2026).
Dalam perbincangan tersebut, ia menggambarkan luka batin akibat sikap Denada yang dianggap menjauh dari keluarga.
Selama 24 tahun, Mama Ratih mengasuh Ressa Rizky, anak kandung Denada, dengan penuh kasih tanpa berharap balasan apa pun.
Namun, pengabdian panjang itu justru berujung pada rasa dikucilkan.
Ia dengan tegas membantah pernyataan kuasa hukum Denada yang menyebut hubungan komunikasi masih berjalan baik.
Menurutnya, tidak pernah ada kabar atau perhatian yang datang dari Denada.
"Enggak ada komunikasi, enggak ada. Barang kali tante, 'gimana kabar anak saya, gimana kabar Ressa tante?', kalau nggak mau dengar orang ya sudah WA aja, itu nggak ada," ungkap Mama Ratih.
Kekecewaan itu semakin terasa saat ia menyadari bahwa nomor teleponnya telah diblokir.
Ia bercerita pernah lebih dulu menghubungi Denada untuk sekadar memberi ucapan.
"Pernah kontak. Saya duluan kayak ngucapin selamat ulang tahun tapi enggak pernah mengucapkan terima kasih," jelas Ratih.
Tak berhenti di situ, ia juga sempat mencoba menitipkan Ressa karena merasa usia sudah tidak muda lagi.
"Saya sudah tua kan, 'Mbak titip Ressa ya'. Enggak ada (balasan). Baru ketahuan kalau itu kena blokir," kenangnya.
Mama Ratih meyakini pesan WhatsApp yang ia kirim sama sekali tidak pernah diterima.
Hal itu terlihat dari tanda ceklis satu yang terus muncul di setiap pesannya.
"Belum kebaca sama dia karena sudah kena blokir. Jadi, sampai sekarang dia belum baca WA saya," ucapnya.
Kemarahan juga datang dari Ronald Armada, menantu Mama Ratih sekaligus kuasa hukum Ressa.
Ia mengaku kecewa dengan sikap Denada yang memutus komunikasi begitu saja.
"Saya pikir kok orang ini nggak punya adab," geram Ronald.
Ia menilai sikap tersebut tidak pantas, mengingat Mama Ratih dan suaminya, Dino Rossano Hansa, telah merawat Ressa puluhan tahun.
Ronald menegaskan keluarga besar paman Denada tidak pernah menuntut imbalan apa pun.
"Kalau pernah, nanti dibuktikan di persidangan! Kita akan malu kalau semua terbukti sebaliknya," tutupnya dengan nada tegas.
Luka keluarga semakin menganga ketika Ronald menceritakan insiden saat Mama Ratih dan Dino membawa Ressa untuk menemui Denada di Jakarta.
"Dua hari berturut-turut dibiarkan berdiri di depan rumahnya 3,5 jam, itu dua kali. Padahal Papa (Dino) sudah komunikasi dengan Denada, tapi nggak dibuka pintu," paparnya.
Mama Ratih berharap hubungan keluarga bisa kembali harmonis.
Ia hanya ingin Denada setidaknya menanyakan kabar Ressa dan keluarga besarnya, meski hanya sesekali.
"Datang kek barang kali, namanya emak pengin ketemu anaknya, ini kagak ada," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, Ressa Rizky diwakili tim kuasa hukumnya menggugat perdata kepada Denada ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi sejak 26 November 2025.
Langkah hukum ini ternyata tidak hanya dilakukan oleh Ressa.
Ratih Puspita Dewi dan Dino Rossano Hansa, juga mengajukan gugatan serupa terhadap Denada yang terdaftar pada 28 November 2025.
Baca juga: Berawal Temuan Nota Kosong, Nasib Ketua dan Sekretaris KONI Terseret Dugaan Mark Up Dana Hibah
Dalam perkara yang tercatat dengan nomor 288 tersebut, Ressa Rizky menuntut ganti rugi kepada pihak Denada.
Sejauh ini, Pengadilan Negeri Banyuwangi telah berupaya memfasilitasi kedua belah pihak melalui agenda sidang mediasi.
Tercatat, proses sidang mediasi tersebut sudah digelar sebanyak tiga kali.
Namun, dalam seluruh agenda mediasi yang telah dijadwalkan, Denada telah tiga kali mangkir atau tidak hadir secara langsung di persidangan.
Selama jalannya proses mediasi dengan Ressa Rizky dan keluarga besar pamannya, Denada hanya mengutus tim kuasa hukum sebelumnya, Muhammad Ikbal, untuk mewakili dirinya di pengadilan.
Ketidakhadiran Denada secara berturut-turut ini membuat proses mediasi belum membuahkan hasil kesepakatan di antara kedua belah pihak.
Di tengah simpang siur informasi yang beredar, pihak Denada akhirnya menyampaikan sikap resmi melalui akun Instagram sang manajer, @risna_ories, pada Minggu (12/01/2026).
Manajemen menyatakan keprihatinan atas polemik yang berkembang di ruang publik.
Risna Ories menegaskan bahwa perkara tersebut sejatinya merupakan persoalan keluarga yang bersifat sensitif dan seharusnya tidak dikonsumsi secara berlebihan oleh publik.
"Sangat prihatin atas isu publik yang berkembang, yang sebenarnya ini adalah ranah keluarga. Karena bagaimanapun juga semua keluarga memiliki privasi, setiap keluarga punya cerita," ujar Risna Ories dalam pernyataan resminya.
Baca juga: Cerita Hogi Minaya Sempat Pakai Gelang GPS di Kaki, Jadi Tersangka Kejar Penjambret Tas Istrinya
Terkait gugatan materiil senilai Rp7 miliar yang telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Banyuwangi, manajemen menyatakan tidak ingin bersikap tergesa-gesa.
Denada bersama tim kuasa hukum saat ini masih mempelajari substansi gugatan tersebut.
"Agar tidak bergulir terlalu berlebihan, kami sampaikan bahwa saat ini Denada dan tim hukum sedang mempelajari dan menelaah secara cermat berkaitan dengan gugatan, sebagai bagian dari proses hukum yang harus dihormati bersama," lanjut Risna.
Pihak manajemen juga meminta pengertian dari media dan masyarakat agar Denada diberikan ruang untuk menyelesaikan persoalan ini secara tenang dan proporsional.
"Kami mohon pengertian agar diberikan ruang dan waktu bagi Denada untuk menelaah perkara ini secara proporsional dan tetap mempertimbangkan kebaikan semua pihak," tutupnya.
Denny Sumargo tersentuh mendengar kisah Ressa Rizky Rosano.
Masih berlinang air mata, Ressa hanya meminta diakui sebagai anak oleh Denada.
“Ibu (Denada), kan ini masalahnya biar enggak tambah panjang, Ressa mintanya ya cepat diakuin gitu,” ujar Ressa, dikutip Tribunnews, Selasa (27/1/2026).
Ia kemudian menyinggung bagaimana Denada membela A (nama anak Denada) ketika sakit leukimia, yang menurutnya berbanding terbalik dengan perlakuan yang ia terima.
“Kenapa kok maksudnya, A yang ada sakit kayak gitu, dibelain Ibu sampai Ibu sejatuh-jatuhnya.”
Meski demikian, Ressa menegaskan perasaan yang ia rasakan bukanlah bentuk kecemburuan.
“Aku sih enggak iri atau gimana, cuman lihat dari posisi A sama Ressa sendiri kan berbeda gitu,” ucapnya.
Ressa juga menyoroti posisinya yang seharusnya bisa hadir sebagai kakak bagi A, terutama di masa-masa sulit.
“Kenapa kok Ressa ini ya seharusnya jelas sebagai kakaknya A, bisa juga masalah dulu A sakit, bisa juga Ressa yang bantuin atau ngejagain.”
Namun, menurut Ressa, hal paling mendasar yang ia perjuangkan adalah pengakuan.
“Kenapa Ressa kok nggak diakuin, itu aja,” katanya.
Baca juga: Harta Kombes Edy Setyanto, Kapolresta Sleman Jadikan Hogi Minaya Tersangka Kini Dipanggil DPR RI
Ia pun menepis anggapan gugatan tersebut semata-mata soal materi.
“Kalau masalah yang minta uang, Ressa nggak minta uang,” tegasnya.
Ressa mengaku terluka dengan situasi yang ia alami selama ini.
“Cuman ya gimana ya, kok sampai, maaf, kok sampai sejahat ini, gitu aja.”
Lebih lanjut, Ressa menegaskan dirinya mampu hidup mandiri tanpa bergantung pada pelantun lagu Pitik Gemoy tersbeut.
“Ressa bisa cari uang sendiri, bisa kerja sendiri. Cuma untuk ketenangan hati selama ini.”
Ia menutup pernyataannya dengan mengungkapkan penantian panjang yang selama ini ia jalani.
“Ressa, tunggu dari dulu. Mulai terpuruknya Ressa sampai detik sekarang pun ibu (Denada) enggak mau ngakuin," pungkasnya.
(TribunNewsmaker/TribunBogor/SriwijayaPost/TribunSeleb/Bangkapos.com)