TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Belitung terus mematangkan persiapan pembukaan penerbangan langsung atau direct flight maskapai Scoot ke Belitung. Sebelumnya, pemerintah sempat menyampaikan maskapai anak perusahaan Singapore Airlines itu akan melayani penerbangan langsung Belitung-Singapura pada Juni 2026.
Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat mengatakan, pihak maskapai Scoot telah secara resmi bersurat kepada pemerintah Indonesia, dan rencana tersebut juga sudah mendapatkan persetujuan awal. "Scoot sudah bersurat ke Pemerintah Indonesia dan pemerintah kabupaten juga sudah mendapat ACC-nya," ujar Djoni Alamsyah pada Rabu (28/1).
Ia mengungkapkan, pihak Scoot belum lama ini juga telah berkunjung langsung ke Belitung bersama pemerintah daerah untuk meninjau kesiapan Bandara H AS Hanandjoeddin, termasuk fasilitas bandara dan hanggar. "Hasil peninjauan kemarin memang masih ada beberapa outstanding minor, bukan yang mayor. Itu yang harus kita benahi bersama," jelasnya.
Djoni Alamsyah menegaskan, pembenahan yang diperlukan bersifat ringan dan tidak krusial. Pemerintah daerah bersama pihak terkait akan segera melakukan perbaikan terhadap catatan-catatan kecil tersebut agar seluruh persyaratan penerbangan internasional dapat terpenuhi.
Dirinya juga mengajak peran media dan masyarakat dalam mengawal kesiapan tersebut. "Media juga tolong beri informasi di zona-zona mana yang memang betul-betul harus kita perbaiki. Ini kebanggaan kita bersama. Kerja ini bukan kerja satu orang, tapi kerja tim, kerja masyarakat, dan kerja media juga," katanya.
Ia menilai kehadiran direct flight Scoot nantinya akan menjadi momentum penting bagi sektor pariwisata Belitung, sehingga seluruh elemen harus terlibat aktif dalam proses persiapannya.
Djoni Alamsyah menyebut persiapan masih terus berjalan, namun tidak memerlukan waktu terlalu lama. "Persiapannya masih ada, tapi minor sedikit. Fokus utama kita memang dari sisi bandaranya," ujarnya.
Selain itu, Pemkab Belitung juga berencana menggelar audiensi bersama para pelaku usaha pariwisata untuk menyamakan persepsi dan memetakan kebutuhan pendukung lainnya. "Kami akan lakukan audiensi dengan pengusaha pariwisata untuk membreakdown item-item mana yang memang perlu dibenahi agar saat penerbangan dibuka, semuanya sudah siap," katanya. (dol)