Bukan Jepang, Turis China Pilih Liburan di Korsel Saat Imlek
GH News January 29, 2026 08:10 PM
Seoul -

Tahun Baru Imlek 2026 sedikit berbeda untuk Korea Selatan. Turis China berbondong-bondong ke Korea Selatan imbas travel warning ke Jepang.

Perkiraan pemesanan dan data penerbangan dari China ke Korea Selatan terlihat bersinar. Sekitar 230.000 hingga 250.000 pengunjung dari Tiongkok daratan diperkirakan akan tiba di Korea Selatan untuk liburan sembilan hari mulai 15 Februari, menurut peneliti pasar China Trading Desk, yang mengkhususkan diri dalam analisis perjalanan, seperti dikutip dari pada Kamis (29/1/2026).

Angka itu merupakan peningkatan hingga 52% dibandingkan liburan tahun lalu, di mana masa liburan lebih pendek satu hari.

Sementara perkiraan kedatangan turis Tiongkok ke Jepang diperkirakan anjlok hingga 60% dari liburan tahun lalu, menurut China Trading Desk. Pergeseran ini mencerminkan meningkatnya gesekan diplomatik antara Beijing dan Tokyo.

Melihat kesempatan ini, Korea Selatan melonggarkan visa untuk kelompok wisatawan China. Nilai tukar yang menguntungkan antara yuan China dan won Korea juga telah menambah daya tarik Korea Selatan, bersamaan dengan penyebaran budaya popnya secara global. Destinasi populernya Seoul, kedua Busan, dan pusat pariwisata Pulau Jeju.

"Won yang lemah membuat Seoul, Busan, dan Jeju terasa seperti pilihan yang hemat untuk berbelanja dan bersantap, sama seperti perdagangan yen yang lemah di Jepang yang diperumit oleh politik," kata Subramania Bhatt, kepala eksekutif China Trading Desk.

Perbedaan ini menggarisbawahi betapa cepatnya angin geopolitik dapat membentuk kembali peta pariwisata Asia senilai $500 miliar.

China pertama kali mengeluarkan peringatan perjalanan yang melarang kunjungan ke Jepang pada bulan November setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi membuat pernyataan kontroversial tentang Taiwan.

Pada hari Senin, China kembali memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Jepang, dengan media pemerintah menyebutkan risiko keselamatan yang parah selama liburan.

Keamanan Korsel juga dibandingkan dengan Thailand. Banyak wisatawan dari China daratan juga membatalkan perjalanan ke Thailand setelah seorang aktor Tiongkok diculik di sana dan kemudian diselamatkan dari pusat penipuan di negara tetangga Myanmar, sementara konflik perbatasan berdarah dengan Kamboja menghalangi wisatawan lainnya.

Seoul bergerak cepat untuk mengisi kekosongan tersebut, memperpanjang kebijakan bebas visa untuk rombongan wisatawan China hingga Juni.

Maskapai penerbangan bergegas menyesuaikan kapasitas. Penerbangan antara China daratan dan Korea Selatan telah melonjak hampir 25% dari tahun lalu menjadi lebih dari 1.330 untuk liburan ini, menurut data penerbangan Cirium. Sebaliknya, penerbangan terjadwal dari China ke Jepang telah merosot sebesar 48% menjadi hanya sedikit di atas 800.

Maskapai penerbangan utama Tiongkok telah memperpanjang penghapusan biaya pembatalan untuk penerbangan ke Jepang hingga akhir Oktober.

Lisa Zhang, seorang mahasiswi berusia 20 tahun dari wilayah Guangxi di Tiongkok selatan, termasuk di antara banyak pengunjung dari Tiongkok daratan yang akan menuju Seoul bulan depan. Ia ingin pergi ke Jepang untuk bermain ski, tetapi nilai tukar won yang lebih murah dan ketegangan geopolitik mendorongnya untuk melakukan kunjungan lima hari pertamanya ke Korea Selatan.

"Orang tua saya mungkin akan khawatir jika saya pergi ke Jepang untuk berlibur. Saya pikir sentimen anti-Tiongkok di Jepang relatif kuat sekarang, dan mereka akan khawatir hal itu dapat menimbulkan ancaman terhadap keselamatan pribadi saya," katanya.

Lebih dari 7 juta wisatawan dari Tiongkok daratan diperkirakan akan mengunjungi Korea Selatan pada tahun 2026, meningkat 15% dari tahun lalu, menurut Yanolja Research, sebuah lembaga think tank yang dikelola oleh perusahaan perjalanan Korea Selatan, Yanolja.

Bonauli
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.