Irigasi Rusak Pascabanjir, BWS Pompa Air Sungai Atasi Kekeringan di Koto Panjang Ikua Koto
January 29, 2026 07:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Balai Wilayah Sungai (BWS) mengambil langkah darurat untuk mengantisipasi kekeringan yang melanda sejumlah kawasan di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, dengan menyalurkan air sungai ke jalur irigasi menggunakan mesin pompa.

Upaya ini dilakukan menyusul rusaknya jalur dan pintu irigasi akibat banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Derasnya arus banjir menghancurkan infrastruktur irigasi sehingga aliran air yang selama ini mengairi sawah serta mengisi sumur warga tidak lagi berfungsi, memicu kekeringan berkepanjangan.

BWS Aliri Air Sungai ke Irigasi Pakai Mesin Pompa

PENANGANAN KEKERINGAN- Penampakan air sungai mengalir melalui pipa usai dinaikkan menggunakan mesin pompa di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (29/1/2026).
PENANGANAN KEKERINGAN- Penampakan air sungai mengalir melalui pipa usai dinaikkan menggunakan mesin pompa di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (29/1/2026). (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Sebagai langkah antisipasi awal, BWS memasang mesin pompa dan jaringan pipa untuk mengalirkan air langsung dari sungai menuju jalur irigasi yang terputus.

Salah seorang petugas BWS, Roni, mengatakan penyaluran air tersebut mulai dilakukan pada Kamis (29/1/2026).

“Karena jalur irigasi terputus dan posisi sungai cukup jauh dari saluran irigasi, sesuai arahan pimpinan kami melakukan pemompaan air dari sungai. Pipa sudah disambung sejak pagi dan sekitar pukul 13.30 WIB air mulai dialirkan ke irigasi,” ujarnya.

Baca juga: Pemulihan Pascabencana, Pemko Padang Prioritaskan Pembangunan Huntap dan Rehabilitasi Sungai

Roni menjelaskan, pipa yang dipasang memiliki panjang sekitar 185 meter agar air sungai dapat menjangkau saluran irigasi.

Mesin pompa yang digunakan memiliki kapasitas aliran sekitar 500 liter per detik.

Roni tidak bisa menyebutkan sampai kapan mesin tersebut akan beroperasi karena masih menunggu arahan dari pimpinannya.

“Untuk berapa lama pemompaan ini dilakukan masih menunggu arahan lebih lanjut. Mesin pompa standby di lokasi, namun jika malam hari biasanya mobil pompa kami amankan ke tempat yang lebih tinggi, mengantisipasi hujan lebat dan potensi banjir susulan,” jelasnya.

Warga Desak Pemerintah Perbaiki Irigasi Rusak

BWS atasi kekeringan di koto panjang ikua koto padang 2 29/1/2026
ENANGANAN KRISIS AIR- Petugas Balai Wilayah Sungai (BWS) melakukan pemompaan air dari aliran sungai menuju jalur irigasi yang rusak di kawasan Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (29/1/2026).

Sementara itu, warga setempat menyambut baik langkah yang dilakukan BWS.

Riki, salah seorang warga di sekitar lokasi, mengaku bersyukur dengan mulai mengalirnya kembali air ke jalur irigasi.

“Kalau sudah mengalir seperti ini tentu kami sangat bersyukur. Irigasi ini sangat bermanfaat bagi warga, terutama untuk sumur dan sawah,” kata Riki.

Ia menambahkan, sebagian besar warga di kawasan tersebut mengandalkan sumur yang bersumber dari air resapan jalur irigasi.

Sebelum banjir bandang, sumur warga umumnya hanya sedalam dua hingga tiga meter.

Namun setelah irigasi rusak dan wilayah mengalami kekeringan, warga terpaksa menggali sumur hingga lebih dari 10 meter untuk mendapatkan air.

“Dulu dua atau tiga cincin beton sudah keluar air. Sekarang harus menggali lebih dalam. Warga yang tidak mampu menggali sumur terpaksa mengandalkan bantuan air bersih dari toren yang disediakan pemerintah,” ujarnya.

Baca juga: Melawan Trauma Demi Nafkah, Korban Banjir Padang Murniati Kembali ke Rumah Lama Walau Berisiko

Riki berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah permanen untuk memperbaiki jaringan irigasi yang rusak, sehingga pasokan air bagi masyarakat dan lahan pertanian di kawasan tersebut dapat kembali normal dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, mengatakan bahwa Pemko Padang juga terus melakukan upaya pemulihan jaringan irigasi, seperti normalisasi sungai, pengangkatan sedimen, serta pemasangan pipa sementara agar aliran air kembali menjangkau permukiman warga.

“Debit air sungai saat ini sangat berkurang, sementara banyak bendungan rusak. Tantangan terbesarnya adalah menaikkan aliran air ke level saluran irigasi yang ada,” pungkas Tri. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.