SRIPOKU.COM - Di antara deretan gedung bertingkat dan hiruk-pikuk Tanah Abang, sebuah transformasi dramatis sedang berlangsung di Jalan Aipda Karel Satsuit Tubun.
Kamis (29/1/2026), jalan sepanjang 2,2 km ini tak lagi bising oleh klakson angkot M09 atau bus Transjakarta.
Alih-alih, kawasan ini disulap menjadi medan laga bagi megabintang global, Lisa BLACKPINK, yang tengah melakoni syuting film Extraction: Tygo.
Baca juga: Harga Boneka Labubu Mulai dari Rp1,5 Juta, Monster Kelinci Berbulu, Viral Gegara Lisa BLACKPINK
Kehadiran Lisa Blackpink di pusat Jakarta memang menyedot perhatian dunia.
Namun, di balik lampu sorot kamera dan set properti mobil-mobil ringsek, tanah yang dipijak sang bintang menyimpan memori kelam sekaligus heroik tentang seorang martir kepolisian yang namanya abadi menjadi nama jalan tersebut.
Antara Properti Film dan Monumen Keberanian
Mengutip Kompas.com, suasana di lokasi saat ini tampak steril.
Kru dari Big Punch Pictures dan Nova Film terlihat sibuk menata tumpukan karung kuning serta bangunan kayu di sekitar wilayah Petamburan.
Bagi penggemar global, lokasi ini mungkin hanyalah latar belakang estetis untuk aksi laga Lisa bersama Ma Dong-seok.
Namun bagi warga Jakarta, jalan ini adalah penghormatan bagi Karel Satsuit Tubun.
Lahir di Maluku Tenggara pada 1928, KS Tubun bukanlah perwira tinggi.
Dikutip dari berbagai sumber, KS Tubun adalah seorang Agen Polisi Kelas Dua yang mengemban tugas berat sebagai pengawal Wakil Perdana Menteri II, Dr. J. Leimena.
Keberaniannya diuji pada dini hari 1 Oktober 1965.
Ketika pasukan G30S/PKI mengepung kediaman Jenderal A.H. Nasution, KS Tubun yang berjaga di rumah sebelah (kediaman Dr. J. Leimena) tidak tinggal diam.
Ia memilih melawan meski kalah jumlah. KS Tubun gugur dalam baku tembak tersebut, menjadikannya satu-satunya anggota Polri yang menyandang gelar Pahlawan Revolusi.
Urat Nadi Strategis: Dari Markas Besar hingga Museum
Jalan yang kini ditutup demi kelancaran adegan film internasional ini memiliki peran vital dalam topografi Jakarta.
Membentang dari Persimpangan Slipi Petamburan hingga Kampung Bali, jalan ini membelah lima kelurahan dan menjadi saksi bisu perkembangan kota.
Beberapa landmark penting yang kini bertetangga dengan lokasi syuting Lisa BLACKPINK antara lain:
- Museum Tekstil: Sebuah bangunan bersejarah yang menyimpan kekayaan wastra.
- Rumah Sakit Pelni: Salah satu pusat kesehatan tertua yang melayani warga di sepanjang jalur arteri ini.
- TPU Petamburan: Pemakaman bersejarah yang menambah nuansa melankolis di kawasan tersebut.
Kawasan ini juga dikenal sebagai wilayah yang sangat dinamis, mulai dari keberadaan markas organisasi massa hingga pusat kuliner kaki lima yang melegenda.
Rekayasa Lalu Lintas dan Narasi Baru
Untuk mendukung produksi Extraction: Tygo, rekayasa lalu lintas besar-besaran telah diberlakukan di persimpangan utama seperti Blok G Tanah Abang dan Jati Baru.
Juno, salah seorang kru di lapangan, menegaskan bahwa penutupan ini baru sebatas persiapan setting tempat.
"Belum mulai syuting, baru nurunin properti. Ini baru persiapan," ujarnya dikutip dari Kompas.com.
Kehadiran Lisa BLACKPINK dan tim produksi mancanegara secara tidak langsung membawa narasi baru ke Jalan KS Tubun.
Jika dulu jalan ini diingat karena peristiwa tragis 1965 atau kemacetan arah Palmerah, kini mata dunia tertuju ke sana sebagai lokasi sinema kelas dunia.
Sinematografi modern kini berdiri di atas fondasi sejarah pahlawan bangsa.
Di saat Lisa melakukan adegan laga di depan kamera, ia berdiri di sebuah jalan yang namanya diambil dari seorang pria yang melakukan aksi laga nyata demi mempertahankan kedaulatan negaranya.