Gairahkan Pasar Properti di Awal 2026, BCA Gelar BCA Expoversary di CWS Surabaya
January 29, 2026 07:32 PM

 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menggelar pameran BCA Expoversary 2026 di Ciputra World Surabaya mulai Jumat (6/2/2026) mendatang.

Event rutin setahun dua kali ini diikuti sekitar 43 pengembang dengan 70 proyek yang tersebar di Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan sekitarnya.

Baca juga: Tawarkan Kesempatan Pendidikan Gratis, BCA Buka Batch 2 Pendaftaran Beasiswa BCA PPTI 2026

Senior Vice President Credit Consumer Loan BCA, Handy Weriko, mengatakan, tahun ini pihaknya yakin kondisi pasar properti akan lebih baik dari tahun lalu.

"Selain karena demand rumah masih tinggi, juga didorong adanya kebijakan pemerintah, PPN-DTP. Program PPN DTP sudah diumumkan sejak awal tahun ini dan masanya panjang sampai akhir tahun 2026 ini," kata Handy, Rabu (28/1/2026) malam.

Dia juga menyebut kebijakan yang berlaku selama satu tahun ini memang di satu sisi akan membuat konsumen menunda beli.

Namun di sisi lain kebijakan ini tetap menarik untuk masyarakat membeli properti.

Handy yakin, dalam BCA Expoversary 2026 pekan depan akan mendapat respon positif dari pengunjung.

Apalagi kegiatan ini telah dilakukan secara online sejak awal tahun ini.

Selama pameran, BCA menawarkan bunga KPR special 2,49 persen fixed 1 tahun dan 3,95 persen fixed 33 tahun.

"Hal ini tentu akan semakin memantik minat beli konsumen terhadap berbagai produk properti terutama rumah yang sesuai dengan kebutuhanya. Itu belum termasuk berbagai promo menarik dari para developer yang cukup banyak dan beragam," tambah Handy.

Ada Program Menarik

Diakuinya pameran BCA Expo sangat ditunggu oleh pengembang maupun masyarakat atau calon konsumen.

Karena selalu ada program menarik baik bunga KPR maupun promo dari pengembang.

Saat ini di wilayah Surabaya, sekitar 40 persen pengajuan KPR berasal dari refinancing.

Selain itu, konsumen juga lebih suka bunga berjenjang terutama untuk KPR dengan nilai di atas Rp 5 miliar.

Karena mereka umumnya sudah memiliki dana.

"Namun untuk segmen menengah, terutama rumah dengan harga sekitar Rp 2 miliar, mereka lebih suka bunga yang fix karena bisa mengatur spending-nya,” terang Handy.

Dalam kesempatan yang sama, Meliani Tjondro, Vice President Consumer Loan BCA Surabaya, menambahkan, tahun lalu secara nasional penyerapan KPR mencapai Rp 40 triliun.

"Sementara dari BCA Surabaya yang membawahi beberapa kota di Jatim menyumbang sekitar 15 persen," tambah Meliani.

Dari jumlah tersebut KPR dengan nilai Rp 2 miliar ke bawah menyumbang lebih dari 50 persen dari total portofolio.

Hal ini menunjukan bahwa cukup banyak masyarakat middle yang membututhkan hunian terutama kalangan muda.

“Kami optimis tahun ini tetap ada growth sekitar 2-5 persen. Kami moderat saja ditengah ekonomi yang masih menghadapi tantangan ini,” ujar Meliani.

Dalam BCA Expoversary 2026, jumlah pesertanya leibih banyak 43 developer dan 70 proyek yang tersebar di Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan sekitarnya.

“Biasanya dalam pameran seperti ini bisa membukukan sekitar 50 persen aplikasi KPR baru. Saat ini kami juga ada program KPR Sejahtera untuk melayani pembiayaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah melalui FLPP dari pemerintah. Suku bunga flat 5 persen selama 20 tenor dengan plafon maksimal Rp 350 juta,” pungkas Andryan Liputra, Assistant Vice President Credit Consumer Loan, yang mendampingi keduanya dalam pertemuan tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.