Buntut Salah Sasaran Beasiswa Pemuda Tangguh di Surabaya: Cak Eri Rotasi Pejabat
January 29, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi atau Cak Eri, mengambil langkah tegas dengan melakukan rotasi besar-besaran terhadap pejabat internal di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Menurut catatan SURYA.co.id, keputusan ini merupakan buntut dari temuan ketidakcermatan dalam proses seleksi Beasiswa Pemuda Tangguh, yang justru banyak meloloskan mahasiswa dari jalur mandiri.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Geram: Beasiswa Pemuda Tangguh Salah Sasaran, Ada Anak Mantan Pejabat

Cak Eri menegaskan, bahwa mahasiswa yang masuk melalui jalur mandiri secara finansial dianggap mampu, sehingga tidak seharusnya menerima bantuan beasiswa yang diperuntukkan bagi warga prasejahtera.

Berikut adalah poin-poin krusial hasil evaluasi Pemkot Surabaya:

  • Dominasi Jalur Mandiri: Ditemukan sekitar 70 persen dari total 3.000 lebih penerima beasiswa sebelumnya berasal dari jalur mandiri.
  • Ancaman Drop Out (DO): Terdapat sekitar 10.000 mahasiswa dari keluarga prasejahtera (desil 1–5) di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terancam putus kuliah karena tunggakan UKT.
  • Manipulasi Data: Ditemukan kasus pendaftar yang memanipulasi data penghasilan orang tua, hingga anak pensiunan pejabat mampu yang tetap mengajukan beasiswa.
  • Anggaran Tidak Tepat Sasaran: Tingginya biaya UKT jalur mandiri menyebabkan anggaran beasiswa tersedot habis, sehingga warga yang benar-benar membutuhkan justru tidak tercover.

Baca juga: Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya Dievaluasi: Hanya untuk Mahasiswa Desil 1-5

Sanksi Rotasi dan Ketegasan Wali Kota

Wali Kota Cak Eri menyatakan, bahwa meskipun secara aturan lama (Perwali) belum mendetailkan larangan bagi jalur mandiri, para pejabat terkait dinilai tidak memiliki kepekaan dan kecermatan dalam memilah prioritas penerima.

"Ya mereka (pejabat) tidak salah tapi tidak cermat. Ketika mandiri ini bukan prestasi, jangan diberi beasiswa meskipun masuk di dalam kampus negeri. Dan sanksinya apa? Wis rotasi to? Sudah rotasi kan? Ya wis," ujar Cak Eri kepada SURYA.co.id, Kamis (29/1/2026).

Rotasi ini menyasar sejumlah pejabat pada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya yang bertanggung jawab atas proses verifikasi dan validasi data penerima.

Baca juga: Eri Cahyadi Siapkan Rp 190 Miliar untuk Beasiswa Pemuda Tangguh di Surabaya

Reformasi Sistem: Fokus Keluarga Miskin

Ke depan, Pemkot Surabaya akan mengubah skema bantuan dengan memprioritaskan program "Satu Sarjana Satu Keluarga Miskin". 

Pemerintah ingin memastikan bahwa anggaran yang terbatas benar-benar digunakan untuk memutus rantai kemiskinan.

Langkah konkret yang diambil Pemkot meliputi:

  • MoU dengan Kampus: Menandatangani nota kesepahaman dengan PTN dan PTS untuk mempermudah administrasi pembayaran UKT secara langsung dari pemerintah ke kampus.
  • Penghapusan Jalur Mandiri: Menutup celah bagi mahasiswa jalur mandiri untuk mendapatkan beasiswa Pemuda Tangguh.
  • Validasi Data Berlapis: Memperketat pengawasan untuk mencegah manipulasi data ekonomi pendaftar.

Baca juga: Kuota Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya 2026 Naik Drastis, Uang Penunjang Kuliah Dihapus

Cak Eri berkomitmen, bahwa mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang saat ini sudah berkuliah, akan terus dibantu hingga lulus tanpa terbebani biaya administrasi.

"Cukup saya saja yang disalahkan, jangan anak-anak. Tapi sistemnya kami benahi. Ke depan tidak boleh lagi ada jalur mandiri masuk beasiswa. Kita harus memprioritaskan fakir miskin dan anak terlantar sebagai tanggung jawab negara," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.