Gayo Lues, Aceh (ANTARA) - Hunian sementara (huntara) untuk penyintas banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025 di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, ditargetkan rampung sebelum Ramadan 1447 Hijriah.

Huntara yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah setempat, serta bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat ini diperuntukkan bagi 283 kepala keluarga.

“Kita punya target sebelum puasa ini sudah selesai,” kata Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0113/Gayo Lues Letnan Kolonel Artileri Medan Fran Desiapan Eka Saputra kepada ANTARA di Agusen, Kamis.

Pembangunan huntara di Agusen sudah dimulai sejak akhir Desember 2025. Kemudian, pada pertengahan Januari 2026, personel TNI dilibatkan untuk mempercepat pembangunan agar dapat segera dihuni oleh warga yang saat ini masih mengungsi.

“Mulai pertengahan Januari karena kita kemarin ini terlambat terkait dengan menunggu terbukanya akses jalan karena memang logistik di Sumatera Utara itu adalah sumber dari logistik di wilayah Aceh sehingga kemarin kami terkendala pada saat jalan dari Kabupaten Gayo Lues ke wilayah Aceh Tenggara itu terputus,” tuturnya.

Dandim menjelaskan perkampungan di Desa Agusen terdampak hebat akibat bencana sehingga mayoritas keluarga mengungsi ke Balai Latihan Kerja Blangkejeren. Nantinya, para pengungsi akan direlokasi ke huntara yang tengah dibangun.

Adapun huntara tersebut dibangun di wilayah perbukitan yang masih berada di sekitar perkampungan yang terbawa arus saat bencana terjadi. “Relokasinya itu di atas desa ini yang relatif lebih aman,” ujar Fran memastikan keamanan lokasi huntara tersebut.

Selain hunian, imbuh Dandim, huntara akan dilengkapi dengan akses air dan listrik, termasuk kebutuhan dasar lainnya, seperti fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). “Di huntara ini setiap kebutuhan dasar hidup akan dipenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan vendor pelaksana pembangunan huntara di Desa Agusen, Said Juandi mengatakan luas hunian tersebut adalah 3,6 x 4,8 meter dan teras seluas 1,2 meter. Sementara itu, kamar mandi yang berukuran 1,2 x 1,2 meter ditempatkan di area luar hunian.

Hingga akhir Januari 2026, telah terbangun sebanyak enam kopel hunian. Pembangunan akan terus dikebut dengan bantuan TNI AD, ditambah tenaga kerja dari warga setempat, sehingga bisa dihuni pada pertengahan Februari mendatang.

“Mudah-mudahan target kita minimal, enggak pun semua siap nanti menjelang Ramadan, minimal sekitar seratus KK mudah-mudahan bisa nanti buka puasa di sini,” ucap Said saat ditemui ANTARA di lokasi yang sama.

Pekerja yang membangun hunian sementara atau huntara untuk penyintas banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025 di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten, Gayo Lues, Aceh, melanjutkan pekerjaan pada Kamis (29/1/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya​​​​​​​​​​​​​​