SERAMBINEWS.COM, BANYUWANGI – Agenda mediasi atas gugatan dugaan penelantaran anak yang diajukan Ressa Rizky Rossano (24) terhadap artis Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan berakhir buntu.
Mediasi yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi pada Kamis (29/1/2026) itu tidak mencapai kesepakatan.
Dalam sidang mediasi tersebut, Denada kembali tidak hadir dan hanya diwakili oleh kuasa hukumnya.
Ketidakhadiran Denada membuat proses mediasi dinyatakan gagal, sehingga persidangan akan dilanjutkan ke tahap pokok perkara.
Usai sidang, kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, mengakui status Ressa sebagai anak kandung kliennya.
“Ya, memang anaknya,” kata Iqbal kepada awak media.
Iqbal juga menegaskan bahwa Denada selama ini tidak pernah mengingkari status Ressa sebagai anaknya.
Menurutnya, Denada telah menjalankan kewajiban sebagai orang tua dengan membiayai kebutuhan Ressa, termasuk biaya pendidikan, fasilitas, serta memberikan kasih sayang sebagaimana mestinya.
“Terkait pembiayaan dikirim ke siapa, nanti silakan ditanyakan langsung ke pihak Ressa,” ujarnya.
Namun, pernyataan kuasa hukum Denada tersebut bertolak belakang dengan pengakuan Ressa sebelumnya.
Ressa mengklaim tidak pernah mendapatkan kasih sayang maupun perhatian sebagaimana anak pada umumnya.
Kepada Kompas.com, Ressa mengungkapkan bahwa pesan-pesan yang ia kirimkan kepada Denada tidak pernah mendapat balasan.
“Enggak pernah, Mbak Dena satu kali pun tidak pernah membalas pesan saya. Silakan lihat sendiri,” ucap Ressa sambil menunjukkan riwayat percakapan di ponselnya, meski ia menolak untuk didokumentasikan.
Hingga kini, agenda sidang lanjutan belum ditetapkan.
Kedua belah pihak masih menunggu panggilan resmi dari Pengadilan Negeri Banyuwangi untuk melanjutkan proses hukum ke tahap berikutnya.
Baca juga: Konflik Keluarga Denada Mencuat, Pengakuan Anak hingga Dugaan Penelantaran Jadi Sorotan
Di tengah polemik dugaan penelantaran anak yang menyeret nama penyanyi Denada, Ressa Rizky Rosano menyampaikan harapan yang sederhana, bukan soal materi atau proses hukum, melainkan pengakuan dan komunikasi yang baik dengan ibu kandungnya.
Ressa mengaku telah mengetahui asal-usulnya sejak remaja.
Meski demikian, ia memilih menahan perasaan dan tidak langsung membuka persoalan tersebut ke ruang publik.
Ressa mengatakan doa terbesarnya selama ini adalah diakui sebagai anak oleh Denada.
Pengakuan ini muncul saat Ressa diajak Denny Sumargo membayangkan jika Denada mengakuinya setelah menonton video pengakuannya, tanpa harus melanjutkan proses hukum.
“Doaku yang mulai dulu terkabul berarti,” ujar Ressa, dikutip dari video YouTube Curhat Bang Denny Sumargo yang diunggah pada Senin (26/1/2026).
Ia menegaskan tidak menyimpan kebencian, meski merasa sedih dengan situasi yang terjadi.
“Enggak benci. Bagaimanapun itu tetap ibu,” katanya.
Pesan Ressa untuk Denada
Kepada Denada, Ressa berpesan agar persoalan ini tidak diperpanjang dan berharap ada pengakuan secara terbuka.
“Bu, kan ini masalahnya, biar enggak tambah panjang Resa mintanya ya cepat diakuin,” ujarnya.
Ressa juga mempertanyakan perlakuan yang ia terima, terutama saat melihat perhatian Denada terhadap putrinya, Aisyah.
“Kenapa yang sakit dibela sampai sejatuh-jatuhnya. Aku sih enggak iri atau gimana. Cuma lihat dari posisi Aisyah sama Resa sendiri kan berbeda,” ujarnya.
“Kenapa kok Resa ini ya seharusnya jelas sebagai kakaknya Aisyah bisa juga masalah dulu Aisyah sakit bisa juga Resa yang bantuin atau ngejagain. Kenapa Resa kok yang dibuang?” tambahnya.
Hingga kini, persoalan ini masih menjadi sorotan publik, sementara Ressa tetap berharap komunikasi yang baik dapat terjalin dengan Denada tanpa harus melibatkan jalur hukum.
Baca juga: Ini Penjelasan Denada Soal Gugatan Anak Tak Diakui, Siapkan Langkah Hukum
Ressa menegaskan dirinya tidak menuntut bantuan materi. Ia menyebut sudah terbiasa bekerja dan berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.
"Masalah uang, Resa enggak minta uang. Resa bisa kerja sendiri, cari uang sendiri," katanya.
Meskipun berharap diakui oleh Denada, Ressa mengaku ibu Ratih yang telah banyak berjasa untuk hidupnya.
"Kalau enggak ada mama, Ressa bukan apa-apa," ujar Ressa, menegaskan ikatan emosionalnya dengan Ratih.
Sementara itu, Ratih Puspita Dewi, menggambarkan Ressa sebagai anak yang tumbuh dengan kasih sayang penuh di dalam keluarganya.
Ia merupakan adik Emilia Contessa sekaligus perempuan yang membesarkan Ressa sejak bayi.
Dalam perbincangan tersebut, Ratih menyebut Ressa tidak pernah kekurangan perhatian dan tumbuh menjadi pribadi yang penyayang.
Ia mengaku membesarkan Ressa sejak usia kurang dari 10 hari dan memperlakukannya seperti anak kandung sendiri.
Ratih juga menyebut kedekatannya dengan Ressa begitu kuat hingga sang anak kerap tidur bersamanya hingga usia remaja.
Ia menegaskan, selama ini Ressa dibesarkan tanpa pernah merasa menjadi beban.
Pihak keluarga menyebut, kesedihan Ressa melihat ibunya didatangi orang-orang tak dikenal terkait persoalan cicilan mobil menjadi salah satu pemicu kuat dibukanya jalur hukum.
Sebagai anak, Ressa mengaku tidak tega melihat kondisi tersebut.
Meski demikian, keluarga menegaskan harapan utama tetap pada komunikasi dan penyelesaian secara tertutup serta kekeluargaan, bukan konflik berkepanjangan di ruang publik.(*)
Baca juga: Pemerintah Salurkan 68 Ton Benih Padi untuk Petani Terdampak Banjir di Bireuen
Baca juga: VIDEO - Teluk Persia Memanas: Kapal Induk Drone Iran Hadang Aktivitas Pengintai Udara AS