Pemkab Belitung Terima Penghargaan UHC Awards 2026
January 29, 2026 08:40 PM

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Belitung menjadi salah satu kabupaten yang menerima penghargaan pada ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026. Penghargaan diterima langsung oleh Asisten 1 Setda Kabupaten Belitung Salman Alfarizi didampingi Kepala BPJS Kesehatan Belitung, Laili Kusuma Aradani pada Selasa (27/1). 

"Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras bersama yang sebagian besar telah menyadari arti penting sikap antisipatif bidang kesehatan yang dikombinasikan dengan penegakan kembali salah satu sikap luhur bangsa Indonesia berupa kegotong-royongan untuk kemaslahatan bersama," ujar Salman Alfarizi, Rabu (28/1). 

Ia menjelaskan, JKN sebagai salah satu program layanan utama negara merupakan upaya perlindungan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh warga negara Indonesia mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang komprehensif, terjangkau, dan berkualitas melalui prinsip gotong royong.

Menurutnya, Pemkab Belitung pada tahun 2025 kembali berhasil mencapai 4 dari 5 kategori target. Di antaranya, 100,03 persen cakupan, 91,91 persen keaktifan peserta, 36 persen penduduk yang didaftarkan pemda telah aktif status UHC Priotitas dan pembayaran iuran PBPU Pemda telah lunas semua sampai dengan Desember 2025.

"Semoga penghargaan ini dapat sama-sama kita pertahankan sembari mengupayakan terus pemenuhan kategori target yang masih belum tercapai guna peningkatan menjadi Kriteria UHC Utama di masa mendatang," katanya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti menyampaikan, capaian tersebut mencerminkan keberhasilan kolaborasi lintas sektoral dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.

Menurutnya, Program JKN menjadi instrumen negara dalam memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang adil dan merata. Keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen kuat pemerintah daerah.

"Hingga 31 Desember 2025, jumlah kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen. Capaian tersebut sekaligus melampaui target nasional yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029," tegas Ghufron. (dol)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.