Sedih! Kedai Yong Tau Foo Legendaris Ini Tutup Setelah 40 Tahun
GH News January 29, 2026 09:09 PM
Jakarta -

Belakangan banyak tersiar kabar penutupan tempat makan legendaris di negeri Singa. Selain warung nasi Padang, ada kedai yong tau foo berusia 40 tahun yang tutup.

Kedai legendaris Hup Chong Yong Tau Foo resmi menutup usahanya pada 28 Januari 2026. Berlokasi di Toa Payoh, Singapura, kedai ini telah melayani pelanggan selama lebih dari 4 dekade dan menjadi bagian dari keseharian banyak keluarga.

Melansir (28/1), hari terakhir operasional kedai tersebut dipenuhi suasana haru dari pemilik dan pelanggan setia yang datang untuk menikmati hidangan terakhir.

Beberapa hari sebelum penutupan, jumlah pelanggan yang datang meningkat. Banyak yang sengaja menyempatkan diri untuk kembali mencicipi yong tau foo yang telah menemani berbagai fase hidup mereka.

Tak sedikit pula yang datang hanya untuk berpamitan dan mengenang masa lalu. Bagi pelanggan setia, Hup Chong bukan sekadar tempat makan, tetapi ruang nostalgia.

Pemilik generasi ke-4, Tang Mei Woon, mengungkapkan perasaan campur aduk saat kedai harus ditutup. "Saya harap pemilik kedai kopi akan mengambil alih kedai ini dan mempekerjakan saya sebagai pegawai," katanya.

Ia mengatakan usaha keluarga ini telah membesarkan tiga generasi, sehingga keputusan tersebut terasa sangat berat.

Sedih! Kedai Yong Tau Foo Legendaris Ini Tutup Setelah 40 TahunSalah satu menu di kedai yong tau foo legendaris Singapura yang berujung tutup. Foto: Facebook/Hup Chong Yong Tau Foo Blk 203

Setelah hari terakhir berjualan, ia berencana beristirahat sejenak dan menikmati waktu luang di Singapura, sesuatu yang jarang bisa dilakukan selama bertahun-tahun mengelola kedai. "Saya bisa jalan-jalan besok," sahutnya.

Menjelang penutupan, Hup Chong sempat menjadi perbincangan setelah muncul kritik soal harga makanan. Dalam unggahan yang beredar pada akhir Desember 2025, disebutkan seporsi yong tau foo dibanderol S$9,20 (sekitar Rp110 ribu).

Kritik tersebut memicu diskusi hangat, terutama karena muncul di saat keluarga pemilik tengah bersiap mengakhiri perjalanan usaha mereka.

Keluarga pemilik menegaskan bahwa harga tersebut mencerminkan kenaikan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan operasional yang terus meningkat.

Mereka juga menyebut kondisi ini menjadi tantangan besar bagi banyak usaha kuliner tradisional di Singapura. Meski demikian, dukungan dari pelanggan justru mengalir deras, dengan banyak yang menyebut harga tersebut sepadan dengan kualitas dan sejarah panjang kedai.

Yong tau foo sendiri merupakan hidangan khas Tionghoa yang berasal dari komunitas Hakka. Hidangan ini populer di Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Bahan utamanya adalah aneka tahu dan sayuran yang diisi adonan ikan. Lalu dimasak dengan cara direbus, digoreng, atau disajikan berkuah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.