Tak Ada yang Diistimewakan, Wamenhaj Beberkan Faktor Calon Petugas Haji Bisa Gugur di Diklat
January 29, 2026 09:32 PM

 





TRIBUNSUMSEL.COM --
Wamen haji RI Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan aturan ketat menjadi alasan sejumlah calon petugas haji, termasuk Chiki Fawzi, dicopot menjelang keberangkatan. 

Ia mengungkapkan bahwa tidak semua peserta diklat dinyatakan lulus, karena ada yang dinilai mengganggu kekompakan tim, tidak disiplin, hingga terkendala masalah kesehatan.

 "Ada yang kecewa karena dicopot itu hal yang wajar tapi aturan harus ditegakkan," ujar Dahnil Anzar, Kamis, (29/1/2026).

Dahnil menjelaskan, sebagian peserta harus dihentikan atau dikeluarkan dari diklat karena berbagai alasan, seperti mengganggu kekompakan tim, menghambat proses pelatihan, atau tidak mematuhi aturan yang berlaku.

Ia mencontohkan, peserta dengan tingkat kehadiran di bawah 50 persen juga dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Dahnil menegaskan, para calon petugas haji memiliki status yang setera, meskipun mereka berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang seorang pejabat atau akademisi.

“Istilahnya itu tidak ada yang boleh diistimewakan,” kata dia.

Selain itu, ada pula peserta yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan berdasarkan hasil medical check-up (MCU), termasuk yang memiliki penyakit serius seperti gangguan jantung, sehingga dinilai berisiko jika tetap bertugas.

"Ada yang ternyata MCU-nya penyakit jantung, bahkan ada yang harus dipasang ring. Kemudian rekomendasi dokter itu tidak bisa ikut, kemudian dicopot. Setidaknya ada enam. Kurang lebih ada enam orang yang dicopot," ucap Dahnil.

 

PROFIL - Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj RI) menjadi sorotan terkait pencopotan Chiki Fawzi dari petugas haji
PROFIL - Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj RI) menjadi sorotan terkait pencopotan Chiki Fawzi dari petugas haji (Instagram/dahnil_anzar_simanjuntak)

 

Chiki Kecewa

Chiki mengakui keputusan tersebut membuatnya sedih dan kecewa, mengingat ia telah mempersiapkan diri secara serius selama tiga tahun terakhir.

Namun, ia memilih untuk menerima keadaan dengan lapang dada dan tidak memperpanjang polemik.

Bagi Chiki, berhaji baik sebagai jemaah maupun petugas adalah panggilan Tuhan.

Ia menyadari bahwa manusia hanya bisa merencanakan, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan Allah.

Lebih lanjut, Chiki menyebut bahwa keinginannya menjadi petugas haji sudah dipendamnya sejak 3 tahun silam. 

“Jujur sedih banget karena ini salah satu mimpi terbesar aku. Itu aku pengen banget dari 3 tahun yang lalu. Tapi aku percaya, kalau belum dipanggil sekarang, mungkin Allah punya waktu yang lebih tepat,” ucapnya.

Chiki Fawzi mengaku, pengalaman sebagai petugas haji bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan juga kesempatan untuk belajar tentang keikhlasan dan pengabdian. 

Chiki merasa mendapatkan banyak pelajaran berharga selama menjalani proses persiapan dan interaksi dengan sesama calon petugas. 

“Pengalaman itu luar biasa banget menurut aku. Aku banyak ketemu teman-teman baik, tulus-tulus, dan memang mempersiapkan diri mereka tuh jadi pelayan tamu Allah,” tutur Chiki.

Chiki berusaha tetap berpikir positif meski saat kenyataan pahit dialaminya. 

Ia menyadari bahwa setiap rencana manusia bisa berubah sewaktu-waktu dan percaya bahwa ada hikmah di balik kejadian ini. 

Chiki memilih fokus tetap menjaga niat baik untuk suatu hari bisa kembali mewujudkan impiannya melayani jemaah haji. 

Chiki mengatakan menjadi petugas haji adalah mimpinya agar bisa beribadah sambil melayani jemaah haji. 

"One of my dream berhaji sambil melayani, biar pahalanya dobel," pungkasnya.

Meski gagal berangkat sebagai petugas haji tahun ini, Chiki tetap menyampaikan doa bagi seluruh jemaah dan petugas haji 2026 agar ibadah berjalan lancar dan amanah dana umat dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Ia juga meminta doa agar suatu hari kelak kembali mendapatkan kesempatan untuk memenuhi panggilan ke Tanah Suci beribadah sambil melayani jemaah, seperti mimpi yang sejak lama ia simpan.

Namun setelah viral karena dipulangkan secara mendadak dari masa pelatihan Petugas Haji, muncul kabar terbaru bahwa ia diminta kembali bergabung.

Putri mendiang Marissa Haque ini mengaku sempat dihubungi oleh pihak terkait yang memintanya untuk kembali mengenakan seragam petugas.

Namun kini kabar terbarunya ia tidak jadi lagi dipanggil.

Hal ini diungkapnya lewat story Instagram miliknya @chikifawzi, Kamis (29/1/2026) yang mengungkapkan bahwa dirinya tidak jadi diminta kembali bergabung.

Padahal Chiki mengaku sudah mempersiapkan.

"Gak jadi lagi, padahal udah packing balik yaudah ya, udah saya juga bingung," kata Chiki Fawzi.

"Udah dari pas malam-malan diminta pulang dengan sebuah alasan yang "tidak ada hubungannya dengan kriteria dan pelanggaran", saya udah ikhlas karena itu perintah dari yang lebih atas dari Kemenhaj. Saya gak ada nyerang Kemenhaj sama sekali. Beberapa orang Kemenhaj juga sudah berusaha mempertahankan. I really appreciate that

"Yang pasti bisa dipastikan saya patuh dan tidak melanggar apapun. Yang ngefitnah-fitnah biarkan fitnah memakan amal-amal baik-baiknya," sambungnya.

Mengikhlaskan hal tersebut, Chiki kini mengaku sudah move on dan mendapatkan promo film.

"Udah ya, aku udah move on langsung isi dengan schedule lain, promo film @titipbundadisurgamu," tulisnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.