TRIBUNBATAM.id, KARAWANG - Anak bunuh ayah kandung di Kabupaten Karawang mengungkap fakta terkait motif.
Pelaku yang masih SMA menikam ayah kandungnya R (44) di rumahnya di Perumahan Peruri, Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang.
Pelaku membacok ayahnya dengan pisau hingga tewas.
Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan menyebut, motif anak dibawah umur itu melakukan penganiayaan menggunakan pisau karena menyimpan rasa sakit hati dikarenakan korban ini kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada dirinya maupun ibunya.
"Dalam kejadian ini motifnya karena anak iji menyimpan rasa sakit hati yang disebut kerap melakukan KDRT dan bersikap kasar kepada keluarga," kata Wildan saat dikonfirmasi pada Kamis (29/1/2026).
Wildan melanjutkan, untuk motif lainnya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.
Adapun pelaku masih dibawah umur dan berstatus sebagai pelajar SMA.
Wildan menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB di Perumahan Dinas Peruri Desa Telukjambe.
Korban diketahui berinisial RA mengalami sejumlah luka serius akibat serangan senjata tajam.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, terduga pelaku yang masih duduk di bangku SMA, yang merupakan anak korban sendiri.
Pelaku diduga melakukan penyerangan menggunakan sebilah pisau dapur.
Berdasarkan keterangan sementara, kejadian bermula saat pelaku terbangun dari tidurnya dan mengalami mimpi buruk yang melibatkan korban dan ibunya.
Pelaku kemudian merasa takut mimpi tersebut menjadi kenyataan, lalu mengambil pisau dapur dan mendatangi kamar korban yang saat itu sedang tertidur.
"Dalam kondisi kamar yang gelap, pelaku diduga langsung menyerang korban dengan membacok bagian bawah telinga hingga ke belakang leher. Korban yang terbangun dalam kondisi bersimbah darah sempat keluar kamar dan meminta pertolongan sebelum akhirnya terkapar di depan rumah," beber dia.
Saksi yang mendengar keributan kemudian mendatangi lokasi dan mendapati korban mengalami luka robek di bagian wajah hingga leher, dada, serta kaki sebelah kiri.
Korban segera dilarikan ke RS Primaya untuk mendapatkan penanganan medis, sementara terduga pelaku diamankan oleh warga dan diserahkan kepada pihak kepolisian.