Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Masyarakat Desa Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya mengaku kebun penduduk yang rusak akibat banjir bandang belum juga dibantu oleh pemerintah.
Warga berharap Satgas Penanggulangan Bencana Sumatra dan kementerian terkait agar memperhatikan nasib mereka, yakni luas ada sekitar 180 hektare kebun warga rusak.
Beberapa jenis tanaman warga rusak diterjang banjir bandang pada 26 November 2025 lalu dan kini sangat terkendala.
Keuchik Alue Wakie, Zakaria M kepada Serambinews.com, kemarin mengaku, penduduk di desanya sangat berharap agar kebun mereka yang rusak dibantu.
"Sejauh ini belum ada. Warga sangat berharap bisa kembali bangkit dari musibah banjir tersebut," ujarnya.
Ia mengaku sudah menyampaikan data soal itu kepada pihak terkait dan berharap semoga dibantu.
Baca juga: Petugas Puskesmas Beutong Ateuh Layani Korban Banjir Bandang di Desa
Data BPBD
Sementara itu, berdasarkan data diperoleh dari BPBD Nagan Raya menjelaskan, luas kebun warga yang menjadi korban banjir bandang rusak di empat kecamatan sebanyak 1.908 hektare, lahan pertanian 21 hektare, sawah 25 hektare, ternak mati/hilang mencapai 3.993 ekor dan kolam ikan 2.708 hektare.
Selain itu, jumlah jembatan rusak lima unit, sarana olahraga dua unit, objek wisata 2 unit, boc culvert 2 unit, jalan sebanyak 8 titik putus, PKM/Pustu/Poslindes sebanyak 12 unit, PAUD/KB/TK sebanyak 20 unit.
Kemudian kantor desa/keuchik yang rusak 25 unit dan masjid/meunasah 15 unit. (*)