BMKG Tetapkan Status Siaga, Hujan Lebat Mengintai Jakarta Utara dan Barat pada Jumat 30 Januari 2026
January 29, 2026 11:35 PM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi mengguyur wilayah Jabodetabek pada Jumat (30/1), seiring meningkatnya aktivitas atmosfer yang memicu cuaca ekstrem di kawasan barat Pulau Jawa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan level peringatan tertinggi SIAGA untuk wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat, menyusul potensi dampak serius berupa banjir, banjir bandang, hingga gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat dan infrastruktur perkotaan.

Dalam peringatan dini yang dirilis BMKG, sejumlah wilayah lain di Jabodetabek berada pada status WASPADA, yakni hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Wilayah tersebut meliputi Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, serta Kota Depok.

Kondisi ini berpotensi memicu genangan air, luapan sungai, hingga longsor, terutama di kawasan dengan sistem drainase terbatas dan daerah rawan pergerakan tanah.

Sementara itu, Jakarta Utara dan Jakarta Barat yang berstatus SIAGA diperkirakan menghadapi hujan lebat hingga sangat lebat dalam durasi cukup panjang.

BMKG menilai risiko banjir di dua wilayah tersebut relatif lebih tinggi, mengingat kombinasi curah hujan ekstrem, pasang air laut, serta beban aliran sungai yang bermuara di pesisir utara Jakarta.

Selain hujan intens, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk wilayah Jakarta Utara, yang berpotensi menimbulkan gangguan tambahan seperti pohon tumbang dan hambatan transportasi laut maupun darat.

BMKG memastikan tidak ada wilayah di Jabodetabek yang masuk dalam level AWAS, namun masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala.

Perubahan kondisi atmosfer yang cepat dapat menyebabkan peningkatan intensitas hujan dalam waktu singkat, khususnya pada sore hingga malam hari.

Dampak cuaca ekstrem telah dirasakan sejak Kamis (29/1). Hujan dengan level WASPADA dan SIAGA memicu banjir di sejumlah titik serta kemacetan lalu lintas di berbagai ruas jalan utama.

Aktivitas warga terganggu, sementara beberapa kawasan permukiman harus bersiaga menghadapi kemungkinan genangan susulan.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara serta pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah hingga 1 Februari 2026.

Kebijakan ini diambil untuk meminimalkan mobilitas warga, mengurangi risiko keselamatan, serta memberi ruang bagi upaya penanganan dampak banjir dan cuaca ekstrem di lapangan.

 

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga mengintensifkan kesiapsiagaan, mulai dari pemantauan pintu air, pengerahan petugas lapangan, hingga koordinasi dengan wilayah penyangga di Bogor dan Bekasi yang berperan penting terhadap debit air sungai menuju Jakarta. Warga diimbau menghindari aktivitas di sekitar bantaran sungai, daerah rawan banjir, dan wilayah pesisir, serta segera melapor kepada pihak berwenang jika terjadi kondisi darurat.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.