TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menegaskan dirinya tidak pernah mengajak Rusdi Masse Mappasessu bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia.
Ali menyebut keputusan Rusdi Masse meninggalkan NasDem dan berlabuh ke PSI lahir dari komitmen pribadi mereka berdua: “Kami sudah janji tak saling meninggalkan.”
Dalam pembukaan Rakernas I DPP PSI di Makassar, Kamis (29/1/2026), Ahmad Ali menegaskan hubungan dirinya dengan Rusdi Masse lebih dari sekadar saudara.
“Saya enggak pernah mengajak dia untuk bergabung di PSI, tapi memang kami, ini saya katakan tadi, dia bukan saudara sedarah saya, tapi kami berdua melebihi hubungan saudara sedarah,” ujarnya.
Ali menambahkan, komitmen itu sudah lama terbangun.
“Jadi kami berdua berkomitmen bahwa ketika saya keluar dari Partai NasDem, bagi kami berpolitik, kami berjanji untuk tidak saling meninggalkan,” kata Ali.
Kehadiran Rusdi Masse di Rakernas PSI menjadi sorotan. Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menyambutnya dengan pantun, lalu memakaikan jaket PSI berwarna putih di hadapan peserta Rakernas.
Momen itu menandai resmi bergabungnya Rusdi Masse ke PSI setelah mengundurkan diri dari NasDem.
Kepada kader PSI, Rusdi menyatakan tekadnya untuk berkontribusi membesarkan partai di Sulawesi Selatan.
“Mudah-mudahan dengan kehadiran saya di PSI bisa berbuat banyak supaya PSI jauh lebih bagus daripada yang pernah saya lalui,” ucapnya.
Baca juga: Syamsul Jahidin Laporkan Anwar Usman dan Adies Kadir ke MKMK
Rusdi Masse bukan satu-satunya elite NasDem yang kini berlabuh ke PSI.
Sebelumnya, sejumlah tokoh seperti Bestari Barus juga resmi bergabung. Perpindahan ini menambah dinamika politik menjelang tahun-tahun penting bagi PSI di tingkat nasional maupun daerah.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana komitmen personal bisa menjadi alasan kuat dalam pergeseran politik. Janji “tak saling meninggalkan” menjadi simbol ikatan yang melampaui sekadar kepentingan partai.