Terbongkar Pihak yang Pertama Kali Laporkan Suderajat Es Gabus, Telepon Call Center Polisi 110
January 30, 2026 06:32 AM

TRIBUNNEWS.COM - Kasus seorang pedagang es gabus Suderajat (49) yang diintimidasi oknum aparat masih menyita perhatian publik.

Suderajat sebelumnya menjadi bahan perbincangan karena dituduh menjual es gabus berbahan spons.

Belakangan terungkap, sosok yang pertama kali melaporkan Suderajat ke polisi adalah pria bernama M. Arief Fadillah. 

Dikutip dari Kompas.com, Arief merupakan pria kelahiran 1983‬ atau kini berusia 43 tahun.

Ia sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta.

Arief tercatat sebagai warga Utan Panjang III, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dirinya diketahui menelpon call center polisi di nomor 110 pada Sabtu (24/1/2026).

Arief melaporkan dugaan es gabus milik Suderajat terbuat dari spons.

Ia sebelumnya membeli es gabus sebelum menelpon layanan 110.

Dikutip dari polri.go.id, Kehadiran Layanan Contact Center 110 POLRI ditujukan untuk memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat terhadap terselenggaranya layanan keamanan publik. 

Dalam penyelenggaraan layanan contact center, disiapkan sebuah sistem aplikasi yang dapat memungkinkan pencatatan/perekaman setiap interaksi Polri dan masyarakat, sehingga dimungkinkan pengendalian response kebutuhan masyarakat terhadap Polri.

Laporan dari Arief lantas ditindak lanjuti oleh polisi. 

Suderajat Diperlakukan Seperti Binatang

Suderajat menceritakan kronologi dirinya didatangi anggota polisi, pada Sabtu (24/1/2026). 

Lokasinya di kawasan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Awalnya ia didatangi seorang pembeli, yang ketika itu belum diketahui sebagai aparat.

Bukan dimakan, pembeli itu malah diremas kemudian dilemparkan ke arah Suderajat.

"Dia (polisi) beli es kue gabus ke saya. Tapi, sama polisi dibejek-bejek dikira es kapas (berbahan spons)," katanya dikutip dari TribunJakarta.com.

Suderajat melanjutkan, ia mengaku mendapat kekerasan fisik.

Bahkan, ia diperlakukan seperti bukan manusia.

"Saya (diperlakukan) kayak anjing. Kaki disuruh diangkat-angkat. Saya disabet, pakai selang air. Ada 10 orang yang menganiaya saya," katanya. 

Video Intimidasi Viral

PEDAGANG ES GABUS - Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras memberikan sepeda motor dan modal usaha kepada Suderajat, pedagang es gabus yang dituduh pakai spons, di rumahnya, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1/2026). Bantuan ini diberikan setelah tudingan tersebut dipastikan tidak benar dan dagangan Suderajat dinyatakan aman dikonsumsi.
PEDAGANG ES GABUS - Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras memberikan sepeda motor dan modal usaha kepada Suderajat, pedagang es gabus yang dituduh pakai spons, di rumahnya, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1/2026). Bantuan ini diberikan setelah tudingan tersebut dipastikan tidak benar dan dagangan Suderajat dinyatakan aman dikonsumsi. (Kompas.com)

Video detik-detik Suderajat diintimidasi oknum aparat viral.

Tampak dalam video, Suderajat didatangi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Utan Panjang, Jakarta Pusat, Serda Heri Purnomo dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Aiptu Ikhwan Mulyadi.

Kedua oknum aparat tersebut mendatangi Sudrajat dengan menuduh es gabusnya terbuat dari bahan spons.

Pada video yang viral, Aiptu Ikhwan menyebut, es gabus ini terbuat dari bahan berbahaya.

"Harap hati-hati karena ini sudah direkayasa bukan bahan kue lagi atau puding, melainkan berbahan spons," katanya.

Rekaman dilanjutkan dengan aksi Serda Heri Purnomo.

Ia dengan garang memaksa Sudrajat memakan es gabus.

"Makan nih. Habisin, habisin. Telen. Yang modar (meninggal) biar kamu. Jangan anak-anak kecil kasihan itu," ucapnya dengan tegas.

Hingga Kamis (29/1/2026), video intimidasi kepada Sudrajat sudah ditonton lebih dari ratusan ribu kali.

Warganet ikut meramaikan dengan berbagai komentarnya.

Termasuk menyayangkan aksi yang dilakukan oleh kedua aparat tersebut. 

Cium Tangan usai Viral

Usai viral, Aiptu Ikhwan dan Serda Heri Purnomo menemui penjual es gabus, Sudrajat.

Kedua belah pihak bertemu di mushala, Bojonggede, Bogor, Selasa (27/1/2026) malam.

Dikutip dari YouTube KompasTV, Serda Heri Purnomo meminta maaf secara langsung ke Sudrajat.

"Saya minta maaf dari hati yang paling dalam ke Pak Sudrajat," katanya.

Serda Heri Purnomo mengaku, dirinya khilaf karena menuduh es gabus terbuat dari spons.

Sudrajat menerima permintaan maaf.

"Iya," katanya sambil menganggukan kepala.

Serda Heri Purnomo kemudian mencium tangan dan memeluk Sudrajat.

Hadir dalam pertemuan itu Dandim 0501/JP, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Danramil 04 Bojonggede Mayor Arm Ruwijo, Danramil Kemayoran Mayor CPN M. Firdaus, Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful, Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Syafei, dan Kades Rawa Panjang Mohammad Agus.

Baca juga: Menteri Yusril Soroti Kasus Suderajat Pedagang Es Gabus: Polisi Bisa Saja Salah saat Bertugas

Kena Sanksi Disiplin

VIDEO VIRAL - Pedagang es gabus bernama Suderajat (49) yang dituduh aparat menggunakan spons, ditemui di rumahnya daerah Rawa Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1/2026).
VIDEO VIRAL - Pedagang es gabus bernama Suderajat (49) yang dituduh aparat menggunakan spons, ditemui di rumahnya daerah Rawa Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1/2026). (KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY)

Komandan Distrik Militer (Dandim) Kodim 0501/Jakarta Pusat, Letkol Inf Harry Ismail sudah turun tangan.

Ia memberikan sanksi disiplin kepada Serda Heri Purnomo.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Penerangan (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono.

"Memberikan hukuman disiplin kepada Serda Heri, Babinsa Kelurahan Utan Panjang sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku," katanya, dikutip dari Kompas.com.

Selain itu, Dandim akan melakukan evaluasi internal dan memberikan jam komandan kepada seluruh anggota Kodim 0501/Jakarta Pusat.

Dikutip dari pasmar1.tnial.mil.id, Jam Komandan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan sebagai sarana untuk berkomunikasi langsung antara pimpinan (komandan) dan prajuritnya, yang bertujuan untuk menyampaikan arahan, informasi, kebijakan, dan penekanan penting.

Selain itu, Jam Komandan ini juga berfungsi untuk menjaga kedisiplinan dan mencegah pelanggaran prajurit. 

(Tribunnews.com/Endra)(TribunJakarta.com /Satrio Sarwo Trengginas)(Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.