Ini Titik-titik Lokasi Rehab Tebing Sungai dan Jalan Terdampak Banjir Sudah Diusulkan PUPR Pidie
January 30, 2026 08:03 AM

 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Musibah banjir melanda Aceh pada akhir November 2025 masih menyisakan rasa trauma mendalam bagi korban merasakannya.

Selain itu juga dampak dirasakan terjadi kerusakan infrastruktur di sejumlah lokasi.

Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Pidie telah mengajukan usulan rehabilitasi tebing sungai dan jalan terdampak bencana.

"Ya benar, kami sudah mengajukan usulan rehab tebing dan juga jalan," ujar Plh Kepala Dinas PUPR Pidie, Muntahar, Rabu pekan lalu.

Menurutnya tebing sungai di sejumlah titik kritis tergerus, sementara beberapa ruas jalan penghubung antar-gampong rusak dan berlubang, mengancam akses dan keselamatan warga. Seluruhnya kini telah diusulkan untuk penanganan.

Disebutkan, ada 10 titik tebing sungai kritis yang diajukan untuk direhabilitasi, terutama di Krueng Baro dan Krueng Tiro, akibat erosi parah pascabanjir bandang.

“Sebetulnya banyak usulan tebing sungai bisa kita usulkan. Total ada 10 titik dalam dua paket pekerjaan,” kata Muntahar.

Untuk Krueng Baro, penanganan diusulkan agar ditangani oleh Balai, mencakup wilayah Kecamatan Pidie, Keumala, dan Sakti. Sementara Krueng Tiro meliputi kawasan Kembang Tanjong, Mutiara, hingga Tiro, yang telah diajukan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I.

PUPR Pidie juga telah mengusulkan rehabilitasi sejumlah ruas jalan yang terdampak langsung banjir bandang. 

Ruas-ruas tersebut antara lain Bungi–Kumangan, Gampong Gajah–Lamkawe, Beureueh–Kuta Baro–Kembang Tanjong, Beureueh-en–Kembang Tanjong, serta Jojo–Simpang Empat Geumpueng.

“Selain tebing sungai kita juga usulkan rehab jalan. Kalau jalan, sudah kita usulkan untuk direhab. Namun pemeliharaan rutin secara swakelola dalam beberapa tahun terakhir memang tidak ada anggaran,” katanya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.