Agus Salim: Istri Saya Terjepit, Kecelakaan Truk vs Truk lalu Hantam Warung di Muaro Jambi
January 30, 2026 10:11 AM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas Sumatera kilometer 13, Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Sebuah mobil boks dan truk pengangkut batu bara yang melaju dari arah berlawanan, bertabrakan.

Selain dua kendaraan, kecelakaan juga berdampak ke sebuah kios es kelapa muda di pinggir jalan ikut tertabrak hingga rusak parah. Seluruh barang dagangan berserakan dan tidak dapat digunakan.

Pemilik kios, Agus Salim, menjadi salah satu korban dalam kejadian tersebut. Saat insiden terjadi, ia bersama istri dan seorang rekannya tengah berada di dalam kios. Akibat benturan keras, Agus mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Bagaimana peristiwa itu terjadi dan apa dampaknya? Berikut petikan wawancara Agus Salim, pemilik warung, bersama Jurnalis Tribun Jambi, Syrillus Krisdianto , dalam program Saksi Kata.

Tribun: Halo Tribuners, kembali lagi bersama saya, Syrillus Krisdianto, dalam program Saksi Kata Tribun Jambi. Tribuners, telah terjadi kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera kilometer 13, Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Kecelakaan ini melibatkan sebuah mobil boks dan truk pengangkut batu bara. Akibatnya, sebuah kios es kelapa muda ikut tertabrak dan pemilik kios menjadi korban.

Saat ini telah hadir bersama kita Bapak Agus Salim, pemilik kios es kelapa muda. Selamat siang, Bang Agus. Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa Abang.

Agus Salim: Iya, Bang. Terima kasih.

Tribun: Bang Agus, sebelumnya bisa diceritakan sudah berapa lama Abang berjualan di lokasi ini?

Agus Salim: Kurang lebih baru dua bulan, Bang. Kami mulai jualan sejak akhir November.

Tribun: Berarti memang masih baru ya, Bang. Bisa diceritakan kronologi kejadian kecelakaan tersebut?

Agus Salim: Waktu itu malam hari. Kami biasanya buka sampai jam satu malam. Saat kejadian, saya, istri, dan satu orang kawan sedang duduk di dalam kios.

Tribun: Lalu apa yang terjadi?

Agus Salim: Tiba-tiba terdengar suara tabrakan mobil. Kami baru mau berdiri, tiba-tiba mobil langsung menyeruduk warung kami.

Tribun: Berarti kejadiannya setelah jam satu malam?

Agus Salim: Iya, sekitar jam setengah dua dini hari.

Tribun: Bagaimana kondisi jalan saat itu, Bang? Ramai atau sepi?

Agus Salim: Tidak terlalu ramai. Tapi memang ada beberapa mobil yang parkir di pinggir jalan.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Muaro Jambi Motor Tabrak Mobil Truk, Warga Tebing Tinggi Tewas di Lokasi Kejadian

Tribun: Kalau boleh tahu, kendaraan yang terlibat berasal dari arah mana?

Agus Salim: Truk batu bara dari arah Tempino menuju Jambi. Kalau mobil boks dari arah Jambi menuju Tempino.

Tribun: Selama dua bulan Abang berjualan di sini, apakah sebelumnya pernah terjadi kecelakaan?

Agus Salim: Kalau sejak kami jualan di sini, belum pernah. Kalau sebelumnya kami tidak tahu.

Tribun: Bang Agus, akibat kejadian ini, kerugian apa saja yang Abang alami?

Agus Salim: Kerugiannya lumayan besar, Bang. Karena penghasilan kami sehari-hari dari kios itu semua. Barang dagangan habis, etalase rusak, kulkas rusak, rokok, semua berserakan dan kotor.

Tribun: Untuk etalase saja, kira-kira berapa biayanya, Bang?

Agus Salim: Kalau etalase baru sekitar Rp800 ribu. Itu belum termasuk kulkas, showcase, kursi, meja, kipas angin, bahkan handphone juga ikut rusak.

Tribun: Kios ini milik pribadi atau sewa, Bang?

Agus Salim: Kiosnya kami sewa, Bang. Milik orang.

Tribun: Apakah total kerugian sudah dihitung?

Agus Salim: Belum semua. Masih dicatat dan dirinci satu per satu.

Tribun: Selain kerugian materi, apa dampak lain yang Abang rasakan?

Agus Salim: Kami jadi tidak bisa berdagang sementara waktu. Harus berhenti dulu sampai warung diperbaiki. Entah beberapa hari lagi baru bisa buka kembali.

Tribun: Sudah berapa hari Abang tidak berjualan?

Agus Salim: Sudah tiga hari sampai hari ini.

Tribun: Kalau untuk korban fisik, bagaimana kondisinya, Bang?

Agus Salim: Kami bertiga waktu itu di dalam kios. Saya sendiri kena di kaki sampai harus dijahit 16 jahitan. Kawan saya luka di pelipis, delapan jahitan. Istri saya tidak luka berat, tapi memar karena sempat terjepit.

Tribun: Apakah sudah ada upaya penyelesaian dari pihak pengemudi?

Agus Salim: Kalau sampai kemarin belum ada. Rencananya hari ini sekitar jam satu siang kami akan ke Polsek untuk mediasi dengan sopir truk batu bara, sopir mobil boks, dan pihak terkait.

Tribun: Berarti akan dimediasi oleh pihak kepolisian?

Agus Salim: Iya, Bang.

Tribun: Bang Agus, sebagai penutup, apa harapan Abang ke depan?

Agus Salim:Harapan kami masalah ini bisa cepat selesai, kami bisa berdagang lagi, dan semoga kejadian seperti ini tidak terulang.

Tribun: Baik, Tribuners. Demikian cerita dari Bapak Agus Salim, pemilik kios es kelapa muda yang menjadi korban kecelakaan di kawasan Mestong, Muaro Jambi. Semoga permasalahan ini segera terselesaikan dan Bapak Agus dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.

Saya Syrillus Krisdianto, pamit undur diri. Sampai jumpa di program Saksi Kata Tribun Jambi berikutnya. Terima kasih. (Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)

Baca juga: Kesaksian Nelayan Pesisir Timur Jambi Lihat Angin dan Ombak Tinggi Tak Menentu Januari 2026

Baca juga: Basarnas Jambi Berpacu dengan Arus Sungai Batanghari, Warga Loncat dari Jembatan Aur Duri I

Baca juga: Ibu MS Minta Perlindungan DPRD Jambi, Anak Perempuannya Diduga Diperkosa 2 Oknum Polisi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.