SURYA.co.id – DJ Bravy menyatakan sikap tegas menyusul tudingan yang menyeret namanya dalam isu dugaan penyalahgunaan Whip Pink yang dikaitkan dengan meninggalnya Lula Lahfah.
Melalui kanal Instagram pribadinya, Bravy Baby, ia menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi informasi yang dinilainya menyesatkan dan berpotensi mencemarkan nama baik.
Isu tersebut mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial Threads memantik spekulasi publik dan menyeret sejumlah nama publik figur ke dalam perbincangan sensitif tersebut.
Menurut pantauan SURYA.co.id, nama DJ Bravy mulai ramai dibicarakan setelah akun Threads @syiifaachria mengunggah pernyataan yang menyebut dirinya diperiksa aparat penegak hukum terkait dugaan penyalahgunaan Whip Pink.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu berbagai reaksi warganet, termasuk asumsi dan tudingan yang dinilai Bravy telah melampaui batas.
Merespons tudingan yang beredar, Bravy menyampaikan reaksinya secara terbuka melalui Instagram.
Ia bahkan melibatkan para pengikutnya dengan membuat jajak pendapat terkait kemungkinan menempuh jalur hukum.
"Kasusin jgn?" tanya Bravy dikutip pada Kamis (29/1/2026).
Hasil polling menunjukkan mayoritas warganet mendukung langkah hukum sebagai bentuk klarifikasi dan perlindungan nama baik.
Namun, di saat yang sama, Bravy juga mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menghakimi.
Di tengah derasnya arus informasi, Bravy mengajak masyarakat untuk bersikap lebih empatik dan menghormati pihak-pihak yang paling terdampak atas peristiwa tersebut.
"Kita jangan jadi jurnalis dan detektif medsos ya guys," tulisnya.
"Respect tuh gak susah kok," imbuhnya.
Menurut Bravy, hanya keluarga dan orang-orang terdekat Lula Lahfah yang memiliki hak moral untuk mengetahui dan membicarakan secara utuh peristiwa tersebut, bukan publik yang bersandar pada asumsi media sosial.
Tak berselang lama, DJ Bravy mengungkap bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan tim kuasa hukum.
Ia memastikan langkah hukum akan ditempuh terhadap akun-akun yang menyebarkan informasi tidak benar maupun fitnah.
Ia juga meminta bantuan warganet untuk melaporkan akun-akun penyebar hoaks agar dapat ditindaklanjuti secara hukum oleh pihak berwenang.
Langkah ini menjadi bentuk perlawanan Bravy terhadap penyebaran informasi keliru yang mengaitkan dirinya dengan isu Whip Pink dan meninggalnya Lula Lahfah.
Sebagai informasi, Whip Pink merupakan tabung gas berisi Nitrous Oxide (N₂O) yang lazim digunakan sebagai pendorong pembuatan whipped cream.
Namun, dalam praktiknya, tabung tersebut kerap disalahgunakan dengan cara dihirup untuk memperoleh efek tertentu.
DJ Bravy memiliki nama asli Bravyson Vconk.
Ia adalah seorang DJ Indonesia kelahiran Jakarta pada 10 Desember 1988.
Saat ini usianya menginjak 37 tahun.
Adapun latar belakang pendidikannya, DJ Bravy memiliki gelar sarjana di bidang Desain Komunikasi Visual.
Ia dikenal dengan nama panggilan seperti Vconk dan membawakan musik dalam genre seperti R&B, Hip-Hop, dan Moombahton.
Bravy berafiliasi dengan Package Collective dan merupakan bagian dari grup Marapthon, dengan akun Instagram @bravyson.vconk.
Sebelum menjadi DJ, Bravy bekerja sebagai fotografer dan desainer grafis lepas, berkolaborasi dengan seniman lokal.
Ia juga bermain sebagai vokalis dan drummer di sebuah band kampus dan memegang peran pemasaran di berbagai klub termasuk IBIZA Club Jakarta, Tongue 'N Groove, Bienvenue Bistro Terasse, MIXOLOGY Soju Bar, dan Eleven Twelve.
Bravy memulai kariernya sebagai DJ pada tahun 2016 dan menjabat sebagai Kepala Pemasaran di Tipsy Monkey, sebuah klub malam terkemuka di Jakarta.
Popularitasnya meningkat melalui penampilan di klub, festival, dan acara perusahaan.
Singel-singel terkenalnya antara lain "Booty Call" bersama Whisnu Santika, "Bad Boys" bersama Mister Aloy dan Adnan, dan "Yummy".