Masih Bergulir, Polisi Tangani 6 Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Usai Heboh Mens Rea
January 30, 2026 10:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Masih bergulir, Polisi tangani 6 laporan terhadap Pandji Pragiwaksono usai heboh Mens Rea.

Buntut viralnya tayangan komedi spesial bertajuk Mens Rea yang dibawakan Pandji Pragiwaksono, sang komika terseret kasus hukum.

Ia dilaporkan oleh sejumlah pihak ke Polisi atas sejumlah tuduhan, termasuk penghasutan di muka umum hingga penistaan agama.

Pelaporan terhadap Pandji terkait materi Mens Rea sempat menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Meski begitu, nyatanya laporan-laporan tersebut masih bergulir ditangani pihak Kepolisian.

Ada sebanyak enam laporan yang menyeret Pandji sebagai pihak terlapor yang kini diusut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, terdapat enam laporan polisi yang seluruhnya masih dalam tahap penyelidikan. 

Penyidik terlebih dahulu memeriksa para pelapor dan saksi yang melihat serta mendengar langsung peristiwa yang dilaporkan sebelum memeriksa terlapor.

“Masih bertahap. Dari 6 laporan, ada pelapor, saksi-saksi kan berbeda di setiap laporan,” ujar Budi dikutip dari Wartakotalive.com, Kamis (29/1/2026).

Selain keterangan saksi, penyidik juga meneliti barang bukti berupa rekaman video materi Mens Rea.

Rekaman tersebut akan diperiksa keasliannya melalui laboratorium digital forensik bersertifikasi.

Budi menambahkan, penyelidikan juga melibatkan ahli bahasa dan ahli ITE. 

Baca juga: Alasan Doktif Menolak Tawaran Puluhan M Terjawab, Komunikasi dari Pihak Richard Lee Dibeberkan

Menurutnya, proses penanganan perkara harus dilakukan secara cermat, profesional, dan akuntabel agar tidak terjadi kekeliruan.

"Apakah barang bukti ini hasil dari rekaman, rekaman tersebut ada tidak rekayasa ada tidak editing lalu dipersesuaikan. Barang bukti kami (bawa) kepada lembaga yang memiliki sertifikasi laboratorium digital forensik," tuturnya.

"Memang ada beberpqa laporan masuk ada tahapan yang harus dilakukan oleh penyidik tidak boleh salah. Tetapi penyidik harus proporsional profesional dan akuntbel," kata Budi.

Tak Ada Penyesalan

Komika dan aktor Pandji Pragiwaksono tidak menyesal menayangkan spesial show stand up comedy bertajuk Mens Rea di Netflix.

Pernyataan tersebut disampaikan Pandji Pragiwaksono saat melakukan siaran langsung di Instagram sambil menjawab pertanyaan warganet terkait penayangan Mens Rea.

"Tidak sama sekali, tidak sama sekali," kata Pandji Pragiwaksono sambil menggelengkan kepala dikutip Kompas.com, Jumat (9/1/2026).

Pandji Pragiwaksono mengatakan, sejak awal memiliki keinginan agar Mens Rea ditonton sebanyak-banyaknya orang.

Meski demikian, Pandji Pragiwaksono menyadari bahwa tidak semua penonton akan menyukai materi yang disajikannya.

"Gue bikin Mens Rea, gue bercita-cita supaya sebanyak-banyaknya orang yang nonton Mens Rea," ujar Pandji Pragiwaksono.

"Gue bercita-cita banyak orang nonton Mens Rea aja, gue sudah tahu pasti akan ada yang suka dan akan ada yang enggak suka, itu sangat biasa," lanjutnya.

Pandji Pragiwaksono menegaskan sama sekali tidak menyesal.

Ia justru merasa senang dengan penayangan Mens Rea di platform streaming tersebut.

"Gue sama sekali enggak menyesal, gue bahkan happy banget, positifnya jauh lebih besar dari negatifnya," kata Pandji Pragiwaksono.

TAK MENYESAL - Kolase Komika Pandji Pragiwaksono dicapture Sabtu (30/8/2025).
TAK MENYESAL - Kolase Komika Pandji Pragiwaksono dicapture Sabtu (30/8/2025). (Instagram pandji.pragiwaksono)

Nama Organisasi Muhammadiyah Dicatut

Bantahan ini disampaikan Muhammadiyah usai sejumlah pihak yang mengaku sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah melaporkan Pandji Pragiwaksono ke Polisi. 

Komika Indonesia itu dilaporkan usai stand up tunggalnya Mens Rea yang dianggap banyak menyindir pemerintah viral di media sosial. 

Penampilan Pandji di Mens Rea tayang di platform Netflix pada Sabtu (27/1/2026). 

Seketika tayangan stand up tersebut masuk 10 besar top Netflix Indonesia dan banyak yang membagikan cuplikan tayangan tersebut ke media sosial seperti Tiktok dan Instagram. 

Pernyataan-pernyataan Pandji yang pedas dalam tayangan itu menyindir sejumlah pihak termasuk dari kalangan pemerintah dan pejabat negara. 

Sejumlah pihak yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah dan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama pun melaporkan Pandji ke Polda Metro Jaya pada 8 Januari 2026. 

Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama. 

Polisi kini tengah mendalami materi dalam laporan yang dibuat oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah itu.

‎Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, menilai Pandji telah mencemari nama baik organisasi Islam dalam materi stand up yang dia bawakan. 

"Telah merendahkan, memfitnah khususnya organisasi keislaman yang terbesar di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah," kata Rizki dikutip dari Wartakotalive.com, Jumat (9/1/2025).

Rizki menyebut pihaknya tersinggung dengan materi Pandji yang membahas soal pemberian jatah tambang untuk NU dan Muhammadiyah.

Namun pada Jumat (9/1/2026), Muhammadiyah membantah telah memberikan delegasi untuk melaporkan Pandji Pragiwaksono. 

Melalui keterangan tertulisnya, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah menegaskan tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi, maupun mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah.

Selain itu ditegaskan pula bahwa Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang berlandaskan dakwah amar ma’ruf nahi munkar senantiasa menjunjung tinggi prinsip keadaban publik, hukum yang berkeadilan, serta penyelesaian persoalan secara arif dan bijaksana.

Setiap langkah dan sikap resmi Muhammadiyah hanya dapat disampaikan oleh pimpinan yang memiliki kewenangan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah.

Oleh karena itu, pengatasnamaan Muhammadiyah oleh kelompok atau individu tertentu dalam konteks tindakan hukum maupun pernyataan publik tidak serta-merta mencerminkan pandangan dan sikap Persyarikatan Muhammadiyah.

Muhammadiyah menghormati hak setiap warga negara untuk menempuh jalur hukum, namun hal tersebut merupakan tanggung jawab pribadi atau kelompok, bukan institusi Muhammadiyah.

Muhammadiyah mengajak seluruh pihak, khususnya generasi muda, untuk tetap menjaga etika bermedia, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pendapat, serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Spirit Muhammadiyah adalah membangun umat dan bangsa dengan cara-cara yang konstruktif, dialogis, dan mencerahkan,” terang Bachtiar Dwi Kurniawan, Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah dikutip dari Wartakotalive.com, Jumat (9/1/2026).

(Banjarmasinpost.co.id/Wartakotalive.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.