Kenapa Sih Beh Bohong Terus, Kata Dedi Mulyadi ke Penjual Es Gabus, Suderajat Akhirnya Minta Maaf
January 30, 2026 10:52 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat mempertanyakan perilaku pedagang es gabus, Suderajat yang berbohong kepadanya.

Pasalnya, Dedi Mulyadi mendapatkan keterangan bahwa Suderajat memiliki rumah tinggal yang diberikan oleh orangtuanya.

Padahal, Suderajat sempat mengaku dirinya cuma mendapatkan warisan dari orangtua sebesar Rp 200 ribu.

"Babe bilangnya ngontrak, bohong sih. Kenapa sih be bohong terus," kata Dedi Mulyadi dikutip dari YouTube pribadinya pada Kamis (29/1/2026). 

Keterangan Ketua RW

Dedi Mulyadi menyoroti sikap Ajat Suderajat, pedagang es gabus yang sempat viral setelah dituduh menjual es berbahan spons. 

Saat itu, Dedi bertemu kembali dengan Ajat Suderajat dan Ketua RW setempat. 

Dedi mempertanyakan keterangan Suderajat soal status rumah yang ditinggalinya. 

Suderajat sebelumnya mengaku mengontrak selama bertahun-tahun. 

Namun, keterangan itu kini dibantah Ketua RW.

"Sebenarnya orang tuanya (Suderajat) beliin rumah tahun 2007. Setelah dibelikan, dia tinggal bersama istrinya dan ketiga anaknya saat itu," kata Ketua RW pada Kamis (29/1/2026). 

Mendengar penjelasan Ketua RW, Dedi langsung menegur Suderajat karena dianggap tidak jujur. 

"Babe bilangnya ngontrak, bohong sih. Kenapa sih be bohong terus," katanya. 

Suderajat pun mengakui kesalahannya dan meminta maaf.  

Namun, Dedi menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar minta maaf.

"Bukannya urusan minta maaf babe enggak boleh bohong.  Sama saya enggak ada masalah, tapi babe berdosa sama orang tuanya. Orang tuanya sudah ngasih rumah tapi sama babe bilangnya enggak dikasih," katanya. 

Dedi menilai orang tua Suderajat sudah membelikan rumah, tetapi justru dikatakan oleh Suderajat tidak memberi apa-apa selain uang Rp 200 ribu. 

"Babe ngebohong. Dia bilangnya saya dikasih warisan cuma Rp 200 ribu padahal dikasih rumah tahun 2007. Babe kemaren bilang hanya kebagian 200 ribu," katanya. 

Ia lalu menasehati Babe untuk bersikap jujur agar hidupnya lebih baik. 

Dedi Mulyadi pun turut menambahkan dana renovasi rumah kepada Suderajat yang kini mendapatkan program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) dari pemerintah daerah.

Ia menitipkan dana tambahan renovasi kepada Ketua RW yang memimpin renovasi rumahnya. 

Perasaan Dedi Tak Enak

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menemui langsung Ajat Suderajat, penjual es gabus yang sempat menjadi korban dugaan penganiayaan aparat setelah dituduh menjual es berbahan spons. 

Dedi Mulyadi membagikan momen pertemuan itu melalui akun Instagram pribadinya. 

Dalam video tersebut, Dedi terlihat memberikan uang segepok kepada Suderajat. 

Namun, setelah memberikan uang itu. 

Dedi mengambil sebagian lantaran dikhawatirkan uang itu malah dipakai sendiri oleh Suderajat tanpa membayar kewajibannya. 

"Mau buat apa itu?" tanya Dedi Mulyadi. 

"Buat bayar sekolah pak," kata Suderajat. 

Mendengar jawaban itu, Dedi Mulyadi justru mengambil kembali uang tersebut. 

Ia lalu mengatur sendiri peruntukkan bantuan itu agar benar-benar digunakan tepat sasaran. 

"Bayar kontrakan setahun, nih saya aturin biar bapak beres. Nih buat kontrakan setahun, setahun kali 800 berapa? Rp 9,6 juta. Bayar sekolah dua ratus (ribu), bayar ke warung dua ratus (ribu), pas Rp 10 juta. Awas dibayarin ya. Bayar kontrakan. Atau saya uangnya ambil deh," kata Dedi seraya mengambil kembali uang itu. 

Dedi pun akan membayar kontrakan Suderajat sendiri.

Ia khawatir bantuan yang diberikan disalahgunakan. 

"Aku langsung bayarin kontrakannya sama saya, takut enggak dibayarin. Ini saya kasih untuk bayaran sekolah sambil ngecek ke sekolahnya. Bayaran sekolahnya saya cek dulu, kontrakannya akan saya bayar satu tahun."

"Saya enggak percaya ama bapak bayar kontrakan sama sekolah. Sama bayar ke warungnya nanti staf saya yang bayarin. Ini aja buat modal bapak Rp 5 juta buat modal dagang. Buat beli beras segala macam sampai sebulan," jelasnya. 

Koreksi Tunggakan Suderajat

Dalam percakapan di mobil itu, Dedi juga sempat mengoreksi keterangan Suderajat soal tunggakan biaya sekolah anaknya. 

Ia menilai ada kejanggalan antaran jumlah yang disebutkan dengan biaya sekolah negeri pada umumnya. 

Pasalnya, Suderajat mengaku belum membayar biaya sekolah anaknya sebesar Rp 1,5 juta karena sudah empat bulan menunggak.

Menurut Dedi Mulyadi, jumlah tersebut terlalu besar untuk bayaran sekolah negeri.

"Enggak mungkin sekolah SD bayar Rp 200 ribu. Enggak mungkin pak. Nanti saya cek sekolahnya," katanya. 

"Udah sebulan pak," jawab Suderajat. 

Mendengar itu, Dedi Mulyadi merasa heran dan bertanya kembali. 

"Loh, sebulan atau empat bulan (nunggak)? Jangan ngarang. Gimana," cecar Dedi. 

"Sebulan pak," jawabnya. 

"Kalau mau hidup maju harus jujur. Kalau kita tidak jujur, nanti hidupnya susah," kata Dedi mengingatkan.

BERITA TERKAIT

Baca juga: Dedi Mulyadi Bongkar Kebohongan Pedagang Es Gabus soal Warisan Rp 200 Ribu: Dosa Sama Orang Tuanya

Baca juga: Perasaan Dedi Mulyadi Tak Enak saat Bantu Suderajat, Curiga Sang Pedagang Es Gabus Tidak Jujur

Baca juga: Semoga Tanda Kebahagiaan, Dedi Mulyadi Unggah Pelangi di Lokasi Longsor Cisarua, Atalia Kirim Doa

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.